Kisah Bu Mus Eps. 1

Mbak Yoli… sudah lama ndak ketemu. Sibuk apa sekarang, Mbak?

Begitulah sapaan Bu Mus, salah satu wanita pekerja seks SK ketika berjumpa denganku. Usianya memang sudah tak lagi muda, namun penampilannya tak kalah dengan yang berusia jauh dibawahnya. Sederhana, namun cukup elegan untuk di kalangan SK.

Bu Mus yang kini telah berusia lebih dari setengah abad memiliki latar belakang yang sangat pelik hingga mengantarkannya menjadi wanita pekerja seks di SK. Percaya atau tidak, hal yang mendorongnya untuk bekerja sebagai wanita penghibur karena rasa cintanya yang sangat mendalam pada suaminya. Terdengar miris dan ironis. Bagaimana bisa bekerja melayani nafsu pria lain demi membuktikan cinta pada suami. Bila menggunakan nalar, hal itu akan sulit bahkan tidak bisa diterima akal sehat sebagai cara dalam mencintai suami. Namun, dalam dunia ini segala sesuatunya mungkin, begitupun dengan pilihan yang diambil Bu Mus.

Sebelum menjadi wanita pekerja seks, Bu Mus adalah seorang wanita yang menjalani kodratnya menjadi ibu rumah tangga yang hanya mengurus anak dan suami. Tak ada hal lain yang ia lakukan selain pekerjaan inti sebagai ibu rumah tangga. Kala itu hidupnya sangat berkecukupan dan sejahtera, walau ia hidup di sebuah pedesaan yang sangat jauh dari perkotaan.

Aku ndak tau, seperti kaya disamber gledek Mbak waktu aku mendapatkan kabar itu. Semua berubah dengan sangat cepat.” Kenangnya Bu Mus, mengingat kejadian 10 tahun lalu.

To be continued…

 

Aku Bangga dengan “Om Telolet Om” !

Bukan Indonesia kalo nggak bikin sesuatu yang booming sampe seantero dunia. Senang rasanya bisa menikmati akhir tahun dengan trend Om Telolet Om yang membanjiri semua timeline FB, twitter, Instagram, dan  Youtube. Kenapa nggak? Liat aja para Dj bahkan sampai dengan Barack Obama aja tau trend ini. Semua bertanya-tanya dan mencari tahu apa sih “Om Telolet Om”, mulai dari kepo akhirnya mereka berkunjung ke Indonesia untuk tau trend itu, tentunya secara online. Dunia pun mulai tau the secret weapon of Indonesia salah satunya adalah “Om Telolet Om”. Hahaha. Senjata rahasia Indonesia adalah sense of humor yang tinggi dan mampu membuat sesuatu sepele hingga jadi booming. Semua traffick terkait Indonesia dan “Om Telolet Om” pasti tinggi. Bagi yang pintar melihat peluang, trend “Om Telolet Om” akan segera dimanfaatkan untuk mendongkrak bisnis bahkan membuat berbagai bentuk kreatifitas untuk menjaring follower atau subscriber.

Semua pastinya sudah merasa sangat jengah dengan pemberitaan dan arus informasi sosmed yang sangat memuakkan beberapa minggu terakhir ini. Jengah dengan rasisme yang digaung-gaungkan sebagian pihak untuk kepentingan politik. Banyak mengatakan orang lain kafir, padahal sendirinyalah yang khafir karena mendzolimi orang lain. Mereka nggak sadar, kalo mereka udah menggerus persatuan bangsa Indonesia. Selama kita masih berkutat dengan permasalahan agama dan ras, Indonesia akan sulit maju dan bahkan semakin terbelakang.

Sebagai umat mayoritas pun aku merasa sangat terganggu. Orang Indonesia itu masih suka menggenalisir. Apa yang dilakukan si A pasti juga akan dilakukan si B karena kepercayaannya sama. Padahal orang yang berkeyakinan sama belum tentu loh punya pemikiran dan tindakan yang sama. Mungkin karena pelajaran PPKN dihilangkan dan digantikan jadi pelajaran Kewarganegaraan. Mereka tidak belajar untuk bertoleransi dan memiliki tinggang rasa yang tinggi, namun sudah belajar berpolitik tanggung.  Ah sudahlah…

Trend “Om Telolet Om” merupakan suatu fenomena menyegarkan untuk membersihkan timeline dan pemberitaan-pemberitaan. Masyarakat Indonesia juga sudah menunjukkan bahwa bahagia itu sederhana. Ya.. sangat sederhana 🙂