https://www.facebook.com/ForumNandurBecik/

Menanam Kebaikan di Rumah Sasongko

Kosong adalah isi dan isi adalah kosong – Biksu Tong“. Entah kenapa yang langsung terlintas dalam benakku saat mendengar kata kebaikan adalah sepenggal quote yang diucapkan Biksu Tong saat melakukan perjalanan mancari kitab suci bersama kelima muridnya.

Bagi yang belum familiar memang quote itu terdengar membingungkan. Ya gimana jadinya kosong dibilang isi dan malah isi dibilang kosong? Aku juga demikian. Diawal ndak mudeng apa maksudnya tapi sedikit demi sedikit aku mulai memahaminya salah satunya saat aku mulai banyak memasuki dimensi-dimensi lain yang semakin membuka pikiranku.

Memahami suatu maksud memang membutuhkan waktu dan juga keterbukaan. Bukan soal terbuka pikiran saja, namun hingga mencapai level terbuka hati. Kadang sulit dicerna dan sering juga tidak masuk ke alam pikir yang selama ini aku amini. Namun ya realitasnya yang terjadi seperti itu. Dunia terus bergerak dan hanya orang bodoh yang tak mau menerima perubahan-perubahan yang kian hari kian cepat.

Dan itu membuatku ketawa sendiri, ternyata selama ini aku masih kosong. Merasa sudah tahu segalanya, padahal benernya belum ada sekuku item.  Pernah mendengar ilmu padi? Semakin isi akan semakin merunduk. Ya begitulah arti kosong adalah isi. Semakin luas wawasan seseorang, malah akan merasa kosong karena merasa masih banyak ilmu yang belum dipelajari.

Melalui Forum Nandur Becik aku banyak belajar. Bahwa hidup itu lebih luas dari sekedar urusan perut, lebih luas dari sekedar persoalan dompet dan hidup juga lebih luas dari sekedar mewujudkan mimpi-mimpi masa kecil. Karena hidup sejatinya soal menanam kebaikan untuk sesama. Apa artinya hidup jika kita tak memiliki manfaat untuk orang lain. Ya, hampa dan kosong.

Satu hal yang aku suka, Forum ini mengajarkan tentang menanam kebaikan dengan cara yang berbeda. Bukan soal bersedekah sebanyak banyaknya untuk fakir miskin. Bukan. Tapi mengajarkan lebih dari itu. Bagaimana menjadi berdaya untuk bisa memberdayakan orang lain dengan cara yang berbeda. Aku mulai mengerti bahwa segala keaikan berawal dari pembentukan mental.

Bertempat di Rumah Sasongko forum kebaikan ini diadakan. Lebih dari seratur orang datang di tiap acaranya membuat aku semakin bersemangat. Ternyata aku sadar, kota ini memang sangat membutuhkan tempat yang seperti ini, tempat memberikan kesegaran dan penyadaran tentang kehidupan.

Rugi rasanya bila kesempatan bertemu di ruang – ruang ini di lewatkan begitu saja.

See you soon!

mimpi

Mimpiku

Setiap orang pastinya punya mimpi. Aku pribadi sangat percaya, mimpi dapat menggerakkan hingga batas maksimalnya. Banyak orang-orang sukses yang punya mimpi tidak masuk akal. Tidak masuk akan bagi orang lain, namun masuk akal bagi mereka. Keyakinan dan kerja keras yang membuat mereka terus melangkah hingga akhirnya mewujudkan mimpi-mimpinya.

Banyak yang bilang, untuk bermimpi saja butuh keberanian. Keberanian untuk membayangkannya, keberanian untuk meyakini, dan satu lagi yang tak kalah penting yaitu keberanian untuk berkomitmen mewujudkannya.

Banyak aku bertemu dengan orang yang menceritakan mimpi-mimpinya dengan berani. Namun ada juga yang membayangkannya saja tidak mampu karena takut. Mungkin dilain kesempatan aku akan menceritakannya, namun di postingan kali ini ijinkan aku untuk membagi apa yang aku impikan selama ini dan ingin kujadikan sebagai tujuan hidup.

***

Aku sangat senang sekali berinteraksi dengan orang baru dan hal yang terkait dengan seksualitas. Lambat laun, aku mulai memahami bahwa  setiap orang, apapun latar belakangnya pasti memiliki kisah hidup yang berbeda yang pastinya tersimpan pelajaran yang berharga. Dari kesenangan itulah, aku sangat ingin bertemu banyak orang dengan cara bisa berkeliling Indonesia.

Semua orang tahu bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki suku dan budaya yang berbeda. Adata istiadat dan pola kehidupan masyarakat antar daerahnya pun otomatis berbeda.  Begitupula pada bidang psikoseksual yang berbeda pada tiap daerahnya. Dan aku sangat ingin mempelajarinya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan rumah tanggaku kelak?

Ya karena aku punya mimpi untuk bisa belajar budaya seks tiap daerah di Indonesia, yang membutuhkan berpindah satu tempat ke tempat yang lain. Otomatis aku mencari pendamping yang bisa fleksibel. Pendamping yang bisa mendukung bahkan bisa terlibat pada apa yang aku kerjakan. Apakah itu mungkin? Sangat mungkin.

Apa yang aku dapatkan dengan berkeliling Indonesia, pastinya tidak aku simpan sendiri. Oleh karena itu, saat ini aku sedang fokus mempelajari bidang kepenulisan. Tujuannya agar apa yang aku dapatkan bisa aku tuliskan dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Awalnya, aku merasa impianku mustahil. Tapi perlahan-lahan, Alam memberi tanda bahwa apa yang aku impikan dapat terwujud bila mulai sekarang aku bekerja keras, fokus dan konsisten.

Tak ada mimpi yang terlalu kecil atau terlalu besar. Bahkan kalo perlu selalu upgrade mimpi-mimpimu. Ada kutipan bagus yang aku dapatkan dari buku Giant Steps yang ditulis oleh Anthony Robbins:

“Pilih tujuan yang paling menggairahkan Anda, sesuatu yang akan membuat Anda bangun lebih awal dan tidur lebih malam.”

 

Fetishism

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kerabat yang bercerita padaku tentang perilaku aneh yang dialami oleh saudaranya, sebut saja Z. Perilaku aneh Z tersebut sudah pada taraf mengekhawatirkan keluarga dan meresahkan lingkungan sekitar. Perilaku mencuri dalam wanita saat di jemur membuat Z hampir saja diamuk masa. Kerabatku itu menceritakan bahwa perilaku itu bukan pertama, namun sudah diulang beberapa kali. Kerabatku mengatakan bahwa Z pernah bercerita kalo apa yang dilakukannya itu untuk tujuan suatu ilmu yang bisa menolong orang banyak. Namun itu juga masih belum jelas.

Dari kasus diatas, memang belum bisa dipastikan apakah perilaku Z termasuk pada penyimpangan perilaku seksual atau bukan. Tapi, dari kasus tersebut aku jadi ingin membahas lebih lanjut tentang perilaku seks menyimpang yang berhubungan dengan dalaman wanita hehehe..

Pastinya sudah pada denger donk di berita-berita tentang kriminal yang tertangkap tangan mencuri dalaman wanita? Setelah diselidiki ternyata kriminal itu menyimpan banyak hasil curiannya dan digunakan agar bisa mencapai orgasme. Orgasme bisa mencapai titik klimax tertinggi dengan mencium-cium bahkan menggosok-gosokkan dalaman pada alat kelamin. Bagi mereka itu wajar-wajar saja, namun bagi orang lain akan melihat perilaku tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.

Dalam psikologi, perilaku menyimpang jenis ini disebut dengan Fetishism, yaitu penyimpangan seksual dimana individu melakukan aktivitas-aktivitas seksual yang melibatkan objek tertentu yang bisa merangsang munculnya fantasi seksual dan gairah seksualnya sehingga bisa mencapai orgasme. Sebenarnya fetishism tidak terbatas pada dalaman wanita saja, namun sangat banyak macamnya, misalnya stoking, bra, sepatu, kulit, dll.

Bila ditelusuri lebih dalam, ternyata di Indonesia sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki Fetish pada dalaman wanita. Iseng sih aku cari di google, ternayata ada group FBnya. Namun sayangnya, sudah lama nggak aktif. Mungkin sampai saat ini masih ada, namun terselubung. Dari group itu banyak hal yang bisa dicari tahu. Ternyata ada transaksi jual beli celana dalam juga loh. Bukan celana dalam baru, namun yang bekas pakai dan memang sengaja nggak dicuci. Selain bentuk celana dalam yang seksi, aroma vagina bekas pemakainya juga bisa meningkatkan libido mereka.

Group FB Celdamers

Group FB Celdamers1

Mereka juga pilih-pilih ketika ingin mencuri atau membeli celana dalam. Mereka akan dengan sangat cermat memilih kriteria wanita dari berbagai sisi. Misalya dari bentuk fisiknya, kepribadiannya, bahkan sampai kebiasaan-kebiasaanya. Bagi pencuri celana dalaman, biasanya mereka akan mengobservasi dulu, bisa dengan pura-pura sebagai petugas pengecek PAM, petugas pengantar paket, bahkan sampai pura-pura jadi pengamen. Sedangkan yang hanya pembeli celana dalam, seringnya mereka hanya melihat dari bentuk fisik dari foto yang tersedia.

Jadi sebenarnya, informasi-informasi yang didapat itu membuat mereka seakan sedang bersenggama dengan si pemilik celana dalam. Fantasi tentang wajah, bentuk tubuh, bahkan aroma membuat mereka makin bisa greeengg.

Nggak cuma kripik pedes aja yang punya bebergai level, Fetishism juga ada level-levelnya, lho..

 Level pertama: Pemuja (Desires)

Ini adalah tahap awal dan tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang.

Level kedua : Pecandu (Cravers)

Ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkat awal. Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, secara mental orang ini akan membuat dirinya “amat membutuhkan” barang –barang pemuas seksualnya. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan berpengaruh pada kehidupan seksualnya misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya orgasme.

Level ketiga : Fetishist Tingkat Menengah

Ini termasuk tingkat yang berbahaya, Fetishist akan melakukan apapun demi mendapakan objek yang dia inginkan, bisa dengan cara yang tak lazim seperti mencuri, merampas, bahkan menculik.  Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan bila apa yang diinginkan telah didapatkannya.

Level ke-empat : Fetishist Tingkat Tinggi

Lebih sadis dari level ketiga, pada tingkat ini seseorang tidak akan peduli dengan hal lain di luar fetish-nya. Misal Fetish seseorang adalah dalaman wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu, hanya dalamannya saja. Dan yg lebih parah adalah bila Fetish seseorang adalah objek berupa bagian tubuh, dia hanya membutuhkan bagian tubuh orang itu saja dan tidak peduli dengan orang yg memiliki bagian tubuh itu sendiri. Apapun dilakukan, walau dengan cara sadis sekalipun.

Level kelima : Fetishistic Murderers

Pada tingkat ini memang sudah sangat parah. Seorang fetishme rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan fetish yang diinginkan.

Jika ada kerabat atau bahkan kamu sendiri yang memiliki hal-hal yang mirip dengan apa yang aku tulis, segeralah cari informasi lebih lanjut atau pergi ke psikolog profesional yang bisa membantu. Tenang saja, perilaku menyimpang bisa disembuhkan bila ada kebutuhan untuk merubahnya.

fake taxi

FAKE TAXI

Fake = palsu dan Taxi = taksi

Sekilas bila diartikan kata demi kata, memang kaga ada yang aneh sih sama dua kata diatas itu.  Siapa sih yang nggak tau taksi? Salah satu moda transformasi yang udah ada dari beberapa puluh tahun lalu. Dan semua juga sudah sangat familiar dengan kata palsu, sebuh kata yang memiliki sifat berkebalikan dengan kata asli. Taksi Palsu, berarti bukan taksi beneran, sederhananya begitu.

Tapi sayangnya, fake taxi bukanlah fake taxi dalam arti sesungguhnya. Banyak orang yang masih belom paham apa sebenernya fake taxi. Mereka pikir, itu adalah trend yang wajib diikutin karena alasan kekinian atau biar dianggap up to date dan k e r e n. Ada yang pasang strikernya di motor, ada juga yang sudah berupa kaos dan topi, dan ada juga nih yang memang sengaja memodif mobilnya persis dengan fake taxi. Bahkan ada juga loh di beberapa daerah di Indonesia yang bikin komunitasnya. Walau banyak kegiatan positif yang komunitas tersebut lakukan, namun ya karena penggunaan nama yang kurang pas bisa mengkaburkan hal-hal baik yang sudah dilakukan. Memang ada ungkapan, “apalah arti sebuah nama”, tapi karena nama adalah sebuah identitas, alahkah afdolnya kalo dibarengi dengan pemilihan nama yang baik pula.

FYI, Fake Taxi itu adalah salah satu jenis scene di filem bokep. Adegannya memang sengaja dikondisikan seperti di sebuah taksi. Untuk memudahkan melihat adegan maka dipasang beberapa hidden camera di setiap sudutnya. Pemerannya siapa? Ya penumpang dan sopirnya. Apakah ini real? Offcourse No! karena ini hanyalah settingan belaka. Untuk memenuhi fantasi-fantasi liar penikmat bokep, maka para pemilik PH dengan berbagai cara, salah satunya  menggunakan setting seperti ini. Penggemarnya banyak banget. Begitu disebut fake taxi, sudah banyak orang yang mengidentikkan dengan film bokep.

Banyak yang salah kaprah memaknai Fake Taxi sebagai trend. Sangat disayangkan ketika aku melihat secara langsung beberapa atribut berupa stiker, jaket, topi, dan kaos yang dijual secara bebas. Bisa jadi karena mereka nggak ngerti sebenernya fake taxi itu apa, tapi bisa juga karena trend yang membuat mereka jadi ikut-ikutan pake. Dan parahnya permintaanya bejibuuun. Mulai dari yang mahal sampe yang kelas pinggir jalan juga ada.

Saranku, berhati-hatilah ketika memakai sesuatu yang tertera suatu simbol atau lambang yang nggak terlalu familiar. Cari tau dulu. Kalo udah tau, ya mulai deh dicerna itu memiliki makna yang baik atau enggak. Kalo udah tau jelek dan maksa masih mau make karena gegera trend “bad” ya balik lagi deh ke pilihan.