friends with benefit

Tanya Yori #2 : Pilih Onani atau Friends With Benefit Relation ?

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang pria yang mengirimkan message melalui aplikasi chat. Kurang lebih seperti judul yang aku tulis. Pertanyaannya memang belumaku jawab secara gamblang, karena chat tidak berlanjut setelah aku bertanya “Kronologisnya gimana ya?”

Nah, karena aku tidak tahu menahu gimana jalan ceritanya sampai pertanyaan itu muncul, maka aku nggak bisa bantu suggest apa-apa. Jadi lewat tulisan ini aku akan sedikit menjelaskan tentang apa itu Friends With Benefit Relationship atau yang sering disingkat FWB ini secara umum.

Apa itu Friends With Benefit?

Awalnya, jujur aku bingung ketikan ditanya tentang FWB itu apa. Tapi setelah tahu kepanjangannya, aku jadi ingat salah satu film yang diperankan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis dengan judul yang serupa dengan bahasan ini dan satu lagi judul film No Strings Attached yang cukup terkenal.

friends with benefit

Bagi yang belum pernah nonton filmnya atau familiar dengan relasi jenis ini pasti bingung kan ya.. Namanya temen itu saling menguntungkan dengan saling tolong menolong satu sama lain. Tapi yang dimaksud dengan FWB lebih sekedar saling tolong menolong, tapi sudah sampai pada relasi seksual.

“Friend with Benefits is two friends who have a sexual relationship without being emotionally involved” – urbandictionary

Jadi gampangnya, Friends With Benefits ialah keadaan dimana dua orang teman memutuskan untuk saling behubungan seksual tanpa adanya ikatan emosional atau dua orang yang melakukan hubungan seksual secara casual tanpa adanya komitmen untuk berada dalam suatu ikatan.

Cuma temenan, bukan pacaran, tapi begituan.

FWB ini bisa terjadi tidak hanya pada heteroseks saja, namun juga bisa pada homoseksual dan orientasi seks lainnya. Yang menjadi ciri dalam relasi ini ialah sama-sama bersedia menjalin hubungan tanpa adanya romantisme, tidak memiliki keterikatan pada komitmen hubungan layaknya hubungan pacaran serius (yakalii.. pacaran aja ada yang cuma main-main hihihi…) .

Latar belakang memilih untuk FWB – an

Tentunya dalam setiap tindakan dilandasi dengan tujuan, alasan or something else dong ya.. Nah menurut survey yang aku dapet dari mince (eh kok mince ya haha) maksudnya dari beberapa survey bahwa kebanyakan dari mereka yang menjalani relasi ini atas dasar untuk kesenangan belaka. Sehingga sebelum memutuskan untuk jalan, kedua belah pihak saling berjanji untuk  “no heart and hurt feeling”.

friends with benefit quote

Namun, disisi lain ada juga yang menyebutkan bahwa yang melandasi seseorang menempuh relasi ini ialah karena menjalani hubungan percintaan merupakan hal rumit dan penuh dengan drama. Sehingga mereka yang memilih untuk FWB-an (konon) tidak akan punya perasaan apa-apa saat temen FWB-annya FWB-an lagi sama orang lain yang FWB-an juga. Haha mumet!

Perbedaan FWB menurut laki-laki dan perempuan

Ternyata fenomena FWB ini sudah banyak yang meneliti, baik dari dalam dan luar negeri, salah satunya ialah penelitian yang dilakukan di Inggris dan dimuat dalam Journal Of Sex Research. Dalam penelitian itu menyebutkan bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan dalam menjalani relasi seks ini ialah kebanyakan laki-laki menginginkan status tidak berubah hingga waktu yang lama bahkan seterusnya, sedangkan pada perempuan seiring waktu mereka mulai menunjukkan hasrat untuk merubah hubungan tanpa komitmen menjadi ke arah yang lebih serius ke dalam hubungan romantis.

Dari hasil penelitian tersebut kita dapat mengambil garis besarnya, salah satu pihak (kebanyakan perempuan) ingin merubah relasi ini menjadi cinta.  Karena menurut pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino.

Lho? Kenapa laki-laki bisa tegas tapi perempuan tidak?

Jangan judgemen dulu, pastinya hal itu ada penjelasannya.

Sebenarnya ini ada sangkut pautnya dengan relasi seks yang dijalani. Tidak bisa dipungkiri bahwa  orgasme bisa memberikan kenyamanan secara batin, emosi dan psikologis. Dibalik itu semua terdapat kinerja hormon yang mempengaruhi kinerja emosi. Hormon yang itu salah satunya ialah hormon cinta atau dikenal dengan hormon oksitosin. Fungsi utama hormon oksitosin ini bertanggung jawab untuk menciptakan emotional bounding. Itulah kenapa saat saling menikmati hubungan seks, muncul rasa sayang dan bisa muncul rasa cinta. Yang tadinya cuma 1% bisa menjadi 89%. Hormon ini memang dominan pada wanita karena hormon kasih sayang ini juga muncul saat seorang wanita memberikan ASI pada anak yang  mencetus adanya ikatan emosi antara ibu dan bayi.

Maka tak heran, bila sudah terjadi beberapa kali relasi seks yang berujung pada orgasme, akan muncul rasa yang lebih dari teman. Apalagi setelah orgasme dilanjut dengan pillow talk, saling mengobrol untuk menceritakan kepenatan hari dan menceritakan tentang satu sama lain. Maka dari situlah drama dimulai. Mulai dengan memberi sedikit perhatian “udah makan belum”, “jangan pulang kantor larut malem ya…” dan tipe ungkapan perhatian lainnya.

Mungkin bagi pria ini adalah hal yang biasa dan tidak menyalahi perjanjian di awal. Namun gimana dengan wanita? Kenyamanan emosional seringkali mengalahkan logika. Karena sebagian besar wanita seringkali masih berpikir dengan hati.

Siapa pihak yang rugi?

Bisa ditebakkan siapa yang rugi? Yap! Mereka yang gampang baper. Aku nggak bilang kalo selamanya wanitalah yang rugi, karena saat ini juga banyak pria yang otaknya ada di hati.

Memang setiap hubungan selalu ada risikonya, namun dibalik itu semua jika dalam FWB terjadi kehamilan maka pihak perempuanlah yang banyak menanggung risiko. Risiko ditinggal, risiko tidak diakui, dan segala risiko lain yang melekat.

Begitupula dengan laki-laki, jika menjalani relasi FWB-an berarti menunjukkan pria yang tidak pantas untuk dicintai. Ada kutipan bagus yang aku comit dari internet,

“friends with benefits” in reality is telling you to your face that you’re good enough to f*ck, but not good enough to invest feelings in.

Loh?! Di luar negeri aja banyak yang jalanin hubungan tanpa status fine-fine aja tuh? Apa salahnya untuk dicoba?

Ya memang di luar negeri sana banyak yang menjalani hubungan tanpa adanya komitmen, bahkan tanpa secara legal hingga punya anak. Tapi, tunggu dulu.. ingatlah pola budaya, pola hidup kita orang timur jauh berbeda dengan mereka. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kesetaraan gender di luar negeri sudah lebih baik dari pada di negeri tercinta ini. Kebanyakan mereka menjalani FWB memiliki tanggung jawab yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Aku sempat bertanya dengan saudara yang udah lama tinggal di luar negeri, bahwa kebanyakan pasangan di sana memutuskan untuk tidak berkomitmen secara legal karena nikah punya beban pajak yang besar dan juga karena alasan menikah itu ribet. Dari sudut pandang mereka bahwa komitmen itu tidak hanya bicara soal legalitas, yang terpenting adalah tanggung jawab. Jadi daripada buang waktu dan energi, mereka memilih untuk living together.

 

 

Jadi pilih onani atau FWB-an ?

 

gunung kemukus - kompas

Tradisi Ritual Seks di Gunung Kemukus

Gunung Kemukus merupakan salah satu gunung yang cukup bahkan fenomenal di Indonesia. Hal yang membuat gunung ini menjadi fenomenal, bukan karena ketinggiannya yang menyaingi Gunung Everest ataupun Gunung Himalaya, bukan. Namun hal yang membuat gunung ini menjadi berbeda dengan yang lain ialah fenomena ritual seks yang ada di gunung tersebut. Ketenaran Gunung Kemukus semakin menanjak saat ada media asing yang membuat liputan khususnya di tahun 2014 lalu.

Sebagian besar masyarakat di Jawa mengenal Gunung yang terletak di Kab. Sragen ini sebagai gunung yang sering digunakan untuk ngalap berkah plus plus. Bagi orang Jawa yang mempercayai Kejawen, ngalap berkah sendiri diartikan kegiatan untuk mencari berkah dengan mengunjungi tempat-tempat keramat atau orang yang dianggap bisa memberikan keberkahan seperti makam wali, gua, pemandian, pohon, sendang (telaga) dan sebagainya. Di area Gunung Kemukus sendiri, terdapat sebuah makam yang dikeramtkan oleh masyarakat sekitar yaitu makam dari Pangeran Samudro, yaitu tokoh penyebar agama Islam yang masih memiliki keturunan Kerajaan Majapahit.

Pastinya banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa ada syarat ritual seks yang harus dilakukan di makam yang notabene sebagai penyebar agama yang kini dipeluk mayoritas penduduk di Indonesia. Hal tersebut sebenarnya tidak bisa terlepas dari kepercayaan masyarakat yang sudah turun temurun, yang sayangnya keliru.

Banyak orang percaya bahwa, dengan berdoa di Gunung Kemukus apapun permintaan akan dikabulkan. Kebanyakan orang yang ngalap berkah di Gunung Kemukus ialah orang-orang yang memiliki kepentingan terkait dengan kekuasaan, seperti ingin mendapatkan kenaikan pangkat, terpilih sebagai kepala daerah, dll. Maka tak heran saat menjelang pemilihan kepala derah, Gunung Kemukus ini menjadi lebih ramai dibandingkan dari hari-hari biasanya.  Hal ini dibuktikan dengan penelitian tentang Mitos dan Kekuasaan di Gunung Kemukus yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Udayana Bali, bahwa banyak dari peziarah yang datang dengan motif kekuasaan.

Menurut info yang tersebar, orang yang ingin permintaanya dikabulkan maka wajib melakukan hubungan seks dengan yang bukan pasangannya sahnya selama tujuh kali berturut-turut pada malam Jum’at Pon. Bagi mereka yang datang sendirian, otomatis akan mencari partner ritual yang ada di lokasi. Sehingga tidak heran, bila di sekitar Gunung Kemukus terdapat banyak wanita atau pria yang menawarkan diri sebagai partner ritual seks dengan para oknum peziarah. Dan ada pula warung remang-remang yang menyediakan bilik-bilik asmara.

Ritual Seks di Gunung Kemukus - SBS News

Ritual Seks di Gunung Kemukus – SBS News

Ritual seks tersebut memang tidak bisa terlepas dari beberapa mitos yang beredar. Beberapa sumber mengatakan bahwa konon pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama Pangeran Samudro yang jatuh cinta dengan ibu tirinya Nyai Ontrowulan. Mereka berdua berhubungan badan di puncak Gunung Kemukus dan tertangkap basah oleh Raja. Kemudian keduanya dibunuh lalu jasad dimakamkan di tempat yang sama. Banyak yang percaya, bahwa makam keduanya menjadi tempat suci dan dijadikan sebagai tempat untuk meminta kemakmuran hidup.

Selain mitos yang beredar tersebut, hubungan seks yang dijadikan sebagai syarat wajib tersebut juga muncul karena kesalahan tafsir yang selama ini diyakini oleh masyarakat. Konon sebelum meninggal dunia, Pangeran Samudro memberikan wejangan pada pengikutnya.

Sing sopo duwe panjongko marang samubarang kang dikarepke bisane kelakon iku kudu sarono pawitan temen, mantep, ati kang suci, ojo slewang-sliweng, kudu mindeng marang kang katuju, cedhakno dhemene kaya dene yen arep nekani marang panggonane dhemenane.”  (sumber: Kadjawen, Yogyakarta: Oktober 1934)

Artinya : “Barang siapa berhasrat atau punya tujuan untuk hal yang dikehendaki maka untuk mencapai tujuan harus dengan kesungguhan, mantap, dengan hati yang suci, jangan serong kanan-kiri harus konsentrasi pada yang dikehendaki atau yang diinginkan, dekatkan keinginan seakan-akan mau menuju ke tempat kesayangannya atau kesenangannya.

Sayangnya, wejangan tersebut kemudian disalahartikan oleh oknum peziarah, terutama pada bagian dhemenane. Para oknum menafsirkan bahwa yang dimaksud degan dhemenane yaitu  seperti kekasih simpanan atau teman kumpul kebo dan wajib untuk melakukan hubungan seks. Padahal, bila ditelaah lebih dalam kata dhemenan dalam konteks Jawa merupakan keinginan yang diidam-idamkan, cita-cita yang akan segera terwujud atau tercapai seperti ketika ingin menemui kekasih.

Sebenarnya, Pangeran Samudro adalah tokoh yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Pangeran keturunan Kerajaan Majapahit ini berkelana ke Demak bersama ibunya untuk memperdalam agama Islam dengan Sunan Kali Jaga. Kemudian, setelah beberapa lama mendalami agama Islam di Demak, Sunan Kali Jaga mengutusnya untuk lebih mendalami ajaran agama dengan Ki Ageng Gugur di lereng Gunung Lawu. Setelah selesai menimbah ilmu, dalam perjalanan pulang menuju Demak Pangeran Samudro jatuh sakit dan akhirnya meninggal saat sedang beristirahat di Dukuh Miri. Selama perjalanan dan saat singgah, Pangeran senantiasa selalu menyebarkan agama Islam hingga ajal menjemput. Mendengar kabar meninggalnya Pangeran, ibunya (Nyai Ontrowulan) segera menyusul ke Dukuh Miri. Karena kesedihannya, maka Ibunya ikut wafat dan minta untuk dimakamkan menjadi satu dengan putranya.

Andanya ritual-ritual yang dipercaya untuk mencapai tujuan tertentu sebenarnya tidak bisa terlepas dari kepercayaan yang telah diyakini secara turun temurun. Dalam ilmu psikologi segala sesuatu akan benar-benar terjadi ketika seseorang benar-benar meyakini dan mempercayai bahwa hal tersebut memang benar-benar terjadi. Bila ditelisik lebih dalam, menurut teori Sigmund Freud bahwa suatu informasi yang sangat diyakini dan diamini akan masuk ke dalam alam bawah sadar, baik itu yang bersumber dari persepsinya sendiri atau alam tidak sadarnya. Hal tersebut kemudian akan berubah menjadi beliefnya. Tentunya, belief seseorang akan semakin kuat tergantung dari tingkat sugestibilitas seseorang. Semakin sering informasi masuk ke alam bawah sadar, maka beliefnya akan semakin kuat. Terlebih jika informasi sugestif tersebut diberikan oleh sosok yang dianggap memiliki otoritas tinggi, seperti juru kunci, dukun dll. Tak hanya gen dan hereditas aja yang bisa diturunkan, keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap sesuatu juga sangat bisa diturunkan. Menurut Carl Jung (muridnya Freud) menjabarkan bahwa sebenarnya ketidaksadaran manusia itu memiliki dua lapisan, yang pertama ketidaksadaran individu yang dibentuk dari pengalaman pribadi, dan ketidaksadaran kolektif yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Ketidaksadaran kolektif ini tidak terbentuk dari pengalaman hidup, namun diwariskan dari nenek moyang secara alami, seperti sudah terinstal dalam pikiran saat seseorang baru lahir.

larangan ritual seks - BBC

larangan ritual seks – BBC

Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu Pemerintah Jateng sudah melarang dengan keras adanya praktek ritual ihik-ihik di Gunung Kemukus dan hanya memperbolehkan digunakan sebagai wisata religi semata. Namun sayangnya, larangan tersebut tidak berlangsung lama. Kabarnya praktek ritual seks kini muncul kembali seperti semula.

Sangat disayangkan sekali, karena ritual seks yang banyak dipercaya orang untuk mendapatkan kekayaan sebenarnya menimbulkan suatu permasalah yang cukup mengakar. Tidak hanya soal masalah moral dan budaya yang sudah tercemar, namun juga resiko kesehatan (HIV/AIDS) juga sudah mengancam.

 

wanita pekerja seks tidak mau ciuman

Tanya Yori #1: “Kenapa PSK Nggak Mau Diajak Ciuman?”

Rate: 21+

Dari sekian banyak pertanyaan yang masuk ke blog, inilah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Entah mengapa, mungkin karena banyaknya para pria petualang cinta yang langsung ditolak mentah-mentah saat bibir udah siap buat nyosor, hehe. Atau bisa karena faktor X lain juga bisa sih.

Well akan aku jawab sesuai dengan data yang aku dapat.

Sepengetahuanku menyelami kehidupan para mbak-mbak penjaja cinta, jadi ada 3 tipe wanita pekerja seks yang aku dapatkan. Yaitu:

  1. Sukarela. Yang pertama ialah memang suka rela bekerja dengan penuh kesadaran menjadi pekerja seks. Misalnya perempuan yang berasal dari beberapa daerah pemasok wanita pekerja seks ke kota-kota besar. Karena sebagian besar tetangga dan sanak keluarga berprofesi sebagai pelacur, maka pekerjaan tersebut dijadikan sebagai satu-satunya profesi yang bisa mensejahterakan kehidupan dan tentunya mereka menikmati pekerjaan tersebut.
  2. Terjebak. Nah tipe yang kedua ini ialah para wanita yang awalnya terjebak karena suatu kondisi tertentu. Biasanya ini bukan karena keadaan ekonomi yang terdesak pada awalnya. Jadi banyak wanita pekerja seks yang awalnya dijebak atau dijual oleh seseorang. Seperti awalnya dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pelayan resto, namun setelah sampai di kota mereka ditinggalkan begitu saja di pusat karaoke atau lokalisasi. Karena alasan tidak tahu jalan, tidak membawa uang, tidak berani dan alasan lainnya mereka akhirnya memutuskan untuk menjalani apa yang ada dihadapannya. Jadi awalnya terjebak, namun karena mulai beradaptasi maka menjadi terbiasa dan memutuskan untuk lanjut bekerja sebagai wanita pekerja seks. Kebanyakan dari mereka sudah merasa tidak berdaya dan langsung menyerah dengan keadaan, terlebih didesak dengan keadaan ekonomi.
  3. Pilihan. Nah, tipe yang ketiga inilah yang banyak orang tidak tahu. Banyak cerita miris yang aku dapatkan dari para wanita yang akhirnya memutuskan menjadi pekerja seks. Walaupun banyak dari mereka yang terpaksa memilih karena murni himpitan ekonomi (biasanya janda yang ditinggal meninggal, punya banyak anak), namun ada juga yang diakibatkan oleh faktor lain. Salah satunya ialah faktor ekonomi yang ditunggangi oleh faktor sakit hati. Jadi aku pernah secara intim berbicara dengan salah satu wanita pekerja seks di SK. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia adalah penjaja kue keliling dari desa ke desa. Setiap pagi bangun jam 3 pagi untuk membuat adonan kue agar paginya bisa segera dijajakan. Karena suatu hal, ia dilecehkan oleh keluarganya hanya karena ia miskin. Sejak saat itu, ia bertekad melakukan segala upaya untuk menjadi kaya, dan mungkin gelap mata jadi dia terpaksa menjadikan pelacur sebagai jalan untuk bisa meraih kekayaan. Nah, ada lain cerita lagi yaitu dari korban perkosaan. Banyak wanita pekerja seks yang ada di SK adalah korban perkosaan. Mereka menganggap bahwa diri mereka sudah tidak lagi berharga dan memilih untuk menjual diri.

Nah setelah tahu beberapa pengklasifikasian wanita pekerja seks diatas, maka ini sangat berhubungan mengapa ada beberapa PSK yang tidak mau diajak ciuman. Dari hasil survey pribadi, maka tipe wanita pekerja seks yang cenderung enggan diajak berciuman atau melakukan sesuatu yang lebih intim ialah yang tipe ketiga. Mengapa? Karena kebanyakan dari mereka memilih pekerjaan tersebut semata-mata untuk uang, bukan untuk senang-senang, sehingga tidak ingin ada kontak emosional yang terjalin. Ciuman, pelukan, belaian ialah salah satu bentuk dari love bounding. Saat seorang wanita pekerja seks luluh karena love bounding tersebut maka akan timbul benih-benih asmara yang banyak dimanfaatkan laki-laki hidung belang sebagai sarana untuk mencari seks gratisan. Banyak juga dari mereka yang benar-benar bekerja untuk menghidupi kebutuhan keluarganya di desa. Sehingga, mereka akan menutup celah serapat-rapatnya agar fokus bekerja tidak berubah menjadi fokus ke hedonisme dan yang-yangan.

Jika kita semua mau open mind, sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan wanita pekerja seks, terlebih soal urusan ranjang. Sekilas memang nggak nyambung sih, apa coba hubungannya sama PSK ciuman dengan kepuasan wanita di ranjang.

Banyak pria yang mempermasalahkan ukuran ukuran penis untuk memuaskan wanita, padahal bukan itu yang sebenarnya diinginkan wanita. Ukuran Mr.P itu hanya berpengaruh pada sugesti saja karena mungkin sering dengar kalo pria perkasa itu pria yang punya penis besar dan panjang.

“Masters and Johnson research: penis size having no physiological effect on female sexual satisfaction.”

Sebab secara fisik ukuran penis tidak menentukan fungsi ereksi dan fungsi seksual pada umumnya, yang terpenting ialah perkembangannya sudah mencapai tahap perkembangan yang normal. Selain itu, salah satu faktor penting yang tidak boleh dilupakan ialah  seorang wanita akan menjadi lebih puas saat diperlakukan dengan spesial oleh pasangan dan tidak dianggap hanya sebagai objek seks. Sehingga, saat wanita bahagia dengan hubungan yang dijalani, maka dapat dikatakan relatif puas dengan kehidupan ranjangnya. Love bouding sangatlah penting.

Yap, semoga apa yang aku sharingkan bisa menjawab pertanyaan dan bisa menambah wawasan untuk yang lainnya. Jika ada pertanyaan, silahkan bisa lewat komen atau kalo ada yang mau tanya secara private silakan lewat email: celotehyori@gmail.com dengan subject: tanya yori

see you!

 

voyeurisme

Voyeurisme: Kenikmatan di Balik Celah

Dulu sewaktu aku kecil ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa “Saat matamu timbilen atau beleken, berarti itu adalah akibat dari ngintip di kamar mandi”. Pernah aku beberapa kali kena sakit mata, dan selalu malu saat ingin berangkat sekolah. Bukan malu karena penyakitnya, namun yang bikin malu ialah ejekan teman-teman yang menjudge bahwa aku baru saja mengintip orang mandi.

Aku tak tahu, apakah generasi millenial sekarang ini mengalami apa yang sempat aku alami 15 tahun yang lalu. Dan sepertinya sih engga ya, karena mitos-mitos zaman dulu yang nggak masuk akal sudah mulai tergusur dengan logika dan teknologi wkwkw.

Nah ngomong-ngomong soal ngintip, kemarin saat aku sedang ngecek web yang hampir berdebu, aku mendapatkan coment di postinganku “Dipamerin Titit” dari seorang wanita yang menanyakan hal berkaitan dengan kehidupan seksualnya. Singkatnya, wanita itu bercerita bahwa akhir-akhir ini ia merasa ketagihan mengintip lawan jenis yang sedang mandi dan dia merasa bingung karena aktivitasnya itu semakin membuatnya penasaran dan terangsang.

Secara literatur psikologi, sebenarnya apa yang diceritakan cenderung ke arah penyimpangan seks yang dinamakan voyeurisme. Voyeurisme sendiri ialah kondisi dimana seseorang mendapatkan kepuasan seks dengan cara mengintip orang lain yang sedang tak berbusana atau yang sedang berhubungan seks. Kebanyakan kasus dialami oleh pria, namun tidak menutup kemungkinan wanita juga bisa mengalaminya. Untuk mencapai orgasme, seorang voyeur akan melakukannya sambil masturbasi atau onani. Hal itu bisa dilakukan sambil mengintip, ataupun dilakukan setelahnya dengan sambil mengingat apa yang telah dilihat dan bisa juga dibumbui dengan imajinasi seksnya. Karena aktivitas mengintip ini dilakukan secara diam-diam, maka voyeurisme sangat jarang terjadi kontak antara orang yang diintip dan yang mengintip.

voyeurisme

sumber: google.com

Menurut American Psychiatric Association dalam Diagnostic and Statistical Mannual of Mental Disorder fourth edition (DSM-IV), kriteria diagnosa untuk voyeurisme ialah seperti berikut :

  1. Seseorang dengan kebiasaan melihat orang yang sedang telanjang, menanggalkan pakaian, atau orang lain yang sedang melakukan aktivitas seksual, yang dilakukan untuk membangkitkan hasrat seksual, dilakukan berulang kali, dan terus menerus dalam kurun waktu minimal 6 bulan.
  2. Pelaku voyeurisme mengalami penderitaan dan frustasi berat sehingga mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, dan aktivitas hariannya yang lain disebabkan oleh fantasi seksual dan kegiatan pengintipannya.

Sebenarnya tidak ada penyebab secara spesifik yang membuat seseorang menjadi veyourisme. Namun beberapa ahli menyebutkan bahwa tindakan voyeurisme merupakan salah satu bentuk pertahanan ego agar tidak mengalami perasaan takut yang berlebihan dan memori yang direpres. Selain itu, juga berhubungan dengan fiksasi ego di tahap pregenital dalam perkembangan psikoseksual. Haha mumet ya? Intinya, seseorang yang mengalami voyeurisme perkembangan sosial dan seksualnya tidak matang, tidak berkembang sehingga kurang memadai untuk bisa menjalani relasi seperti orang dewasa pada umumnya. Namun juga ada juga pandangan lain yang menyebutkan bahwa perilaku tersebut merupakan hasil dari proses conditioning atau pengondisian secara terus menerus sehingga membentuk sebuah pola atau kebiasaan tersebut.

Jadi misalnya, saat pertama kali didasarkan oleh dorongan rasa penasaran yang sangat tinggi. Walaupun takut, namun rasa penasaran terus mendorong untuk melakukannya. Saat mengintip itu munculan sensasi-sensasi aneh yang cenderung ke arah seksual seperti muncul rasa terangsang sehingga ingin melakukan masturbasi. Dan begitu pula seterusnya. Jika pola tersebut terus menerus dilakukan, otomatis akan terjadi suatu penguatan terlebih mendapatkan perasaan nikmat berupa orgasme terselubung.

Lalu bagaimana solusinya?

Kalo aku sih menyarankan untuk segera menemui seseorang yang memang ahli dalam bidangnya. Sebab, jika perilaku menyimpang tersebut terus dipelihara maka akan menyulitkan dan menjadi sumber masalah di kemudian hari.

Yap! Segitu dulu penjelasan dariku. Jika ada yang mau tanya lebih lanjut silahkan coment atau japri juga boleh 😀

 

 

 

 

 

Jejak Kata

me.nu. lis (KBBI): 

v. Melahirkan pikiran atau perasaan melalui tulisan

v. menggambar; melukis

Menulis, satu aktivitas yang dulu sering ku hindari namun kita menjadi makanan sehari-hari. Haha. 

Berbicara soal menulis, aku punya sebuah pengalaman masa kecil yang agak masam yang hingga saat ini masih melekat namun tersamarkan. 

Tepatnya hampir 19 tahun yang lalu, saat itu aku duduk di kelas 1 SD. Di zamanku, setiap anak SD diharuskan untuk belajar menulis halus. Tegak bersambung dengan buku khas yang penuh dengan garis-garis horisontal. Tanganku saat itu masih kecil, namun tulisanku cukup besar. Sehingga tak heran hanya untuk satu kalimat saja aku perlu dua sampai tiga garis kebawah. Sekolahku saat itu kekurangan kelas, jadi kelas dibagi untuk dua kelas yaitu kelas 1 dan 2. Jam 7.00 – 11.30 wib untuk kelas 1 dan jam 12.00 – 16.00 wib untuk kelas 2. Sehingga tak jarang waktu pelajaranku belum selesai, hampir sebagian besar anak kelas 2 sudah menyesaki pintu untuk berebut segera masuk. Disetiap akhir pelajaran, bu guru selalu memberikan lima sampai sepulu soal untuk dikerjakan di rumah dan menyuruh murid-murid untuk menyalinnya di buku tulis masing-masing. Cara menulisku cukup lambat saat itu, tak jarang teman-temanku pulang lebih dulu. Hingga suatu hari, aku menangis karena merasa tak mampu menyelesaikan tulisanku saat semua anak kelas sudah menduduki bangkunya masing-masing. Hanya tinggal aku dan bu guru. Aku merasa terdesak dan ingin segera menulis dengan cepat. Namun apa daya tanganku semakin melambat karena bergetar hebat. Karena melihatku menangis, sambil mengomel pelan bu guru membantuku menyelesaikan salinan pr tersebut. 

Haha.. kalo diingat-ingat sekarang peristiwa itu cukup menggelikan. Tapi bagiku saat itu merupakan peristiwa yang sangat mengerikan. Agar tak terulang lagi, aku mulai mempercepat cara menulisku. Tak mengapa jelek yang penting selesai. Makanya, sejak SD aku tak pernah mendapatkan nilai 80 untuk menulis halus. 

Dari setiap peristiwa yang ada di hidup ini sebenarnya akan menjadi indah bila bisa kita maknai dengan berbeda. Saat itu peta pikiranku masih sempit dan sedikit, sehingga melihat suatu peristiwa hanya dari satu sisi-sisi saja. Keyakinan itu berubah menjadi pola yang perlahan melekat erat di dalam hidupku bertahun lamanya. Hingga membuatku merasa menulis adalah sesuatu yang lebih baik dihindari.

Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai melihat menulis dari sisi yang berbeda. Dengan kata, rasa bisa terucap tanpa suara. Bisa kekal tak terbawa kematian. Dan aku mau celotehanku ini bisa abadi walau aku telah pergi nanti.

Merubah yang tadinya enggan menulis menjadi butuh menulis memang sangat sulit. Ibaratnya aku suka makan nasi, tapi dipaksa menggantinya dengan kentang untuk alasan kesehatan. Bisa makan kentang sih, tapi nggak terlalu doyan.

Namanya ingin mencapai tujuan selalu ada perjuangan. Seringkali goyah, karena telah jengah. Namun tetap memaksa diri terus berjalan dan tak menyerah. 

Karena sejatinya apa yang aku lakukan untuk diri sendiri, bukan orang lain. 

Sebenarnya secara pribadi aku merasakan efek dari menulis untuk self healing. Metodenya sering dikenal dengan writing therapy. Bagi kalian yang mengalami kesulitan mengekspresikan melalui ucapan, kalian bisa menuliskan secara bebas apa yang kalian rasakan. Menulis adalah sebuah terapi yang paling murah dan ampuh. Tulislah dengan jujur. Tak perlu takut dijudge orang lain, karena tulisamu adalah tentang pribadimu. Kalian bisa gunakan cara ini untuk menghindari stres berkepanjangan yang bisa menyebabkan depresi. 

Tulislah apa yang kalian rasa, tak harus disebarkan pada orang lain. Cukup kamu yang tahu dan rasakan manfaatnya. 

Selamat menulis!

On board.

pertahanan hati

Pertahanan Hati

Bicara soal cinta, selalu saja tak akan ada habisnya. Bukan bermaksud untuk mellow atau jadi anak cinta, tapi lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan sesuatu agar tak banyak orang lagi yang salah sangka dengan sikapku.

Terlahir sebagai perempuan di era yang modern ini ternyata secara tidak langsung membuatku memiliki sikap pemilih. Beberapa puluh tahun silam, mungkin perempuan tidak memiliki hak untuk memilih, oleh sebab itu perjodohan menjadi sesuatu yang sangat wajar terjadi. Tapi berbeda dengan saat ini. Perempuan telah diberikan kebebasan memilih sehingga ia berhak untuk menentukan siapa yang akan menjadi teman hidup sampai tua. Begitupula denganku. Urusan hati, aku sagatlah berhati-hati. Bagiku cinta tak melulu mengambil keputusan hanya berdasarkan dengan hati tapi juga dengan logika.

Seringkali di awal akulah yang lebih proaktif untuk mengukur sebuah situasi, apakah situasi ini memberikan peluang kedepan atau tidak. Namun, bila ada seseorang yang memberikan sinyal balik, aku malah segera mengambil langkah mundur. Bukan untuk menolak, tapi langkah mundur untuk menjauh apakah target akan mengerahkan daya upaya untuk mengejar atau tidak. Haha.. ribet ya?

Tak bisa dipungkiri itu semua butuh proses yang tak sebentar. Karena ini bukan urusan jangka pendek semata, namun jangka panjang, mungkin hingga mata enggan terbuka kembali. Ini baru proses pendekatan, belum proses memahami satu sama lain hingga tumbuhnya suatu rasa yang sering dinamakan cinta.

Gambaran diatas merupakan salah satu benteng pertahanan diri yang aku juga tidak tahu dari mana aku mempelajarinya. Namun dari benteng yang aku buat sedemikian rupa, aku bisa menilai siapa sosok yang mampu menembus benteng dengan menggunakan strategi andalannya.

Oleh karena itu, buatku, mencintai seseorang itu membutuhkan proses yang panjang. Aku tak bisa semena-mena dengan mudahnya mengatakan sayang atau cinta pada seseorang hanya karena perhatian yang diberikan. Dan sayangnya sudah ada sosok yang mampu menembus benteng yang aku buat dan membuat benteng baru dengan segala tingkat keamanan berlapis agar tidak ada penyusup masuk.

Sorry, i’m not available 🙂

 

 

 

Kuliner Khas Suroboyo “Tombo Kangen” Bu Yuli yang Mak-Jleb! di Ungaran

Beberapa bulan yang lalu, aku berkesempatan mengunjungi Sidoarjo, Jawa Timur untuk mengikuti sebuah pelatihan psikologi. Selain ingin menambah ilmu terkait bidang ilmu yang aku dalami, aku juga sangat menantikan untuk bisa travelling a.k.a jalan-jalan ke daerah Jawa Timur. Entah mengapa, hasrat hati ini belum terpuaskan sewaktu mengunjungi Surabaya dua atau tiga tahun silam. Ya jadinya ketika ada event atau pelatihan psikologi or sexology di daerah Jawa Timur nggak akan aku sia-siakan.

Nah… sewaktu di Sidorjo aku tak sengaja bertemu jodohku. Ya jodoh  yang selama ini aku nanti-nantikan. Yaitu makanan khas Jawa Timur yang cocok di lidahku. Proses pertemuan dengan jodohku yang satu ini terbilang sangat mendadak. Malam itu aku dan beberapa kawan pergi ke luar hotel untuk mencari santapan. Karena waktu itu lagi nglakuin diet ala ala ngurangin karbo makanya aku memilih menu makanan yang nggak pake nasi. Dari sekian warung penyetan yang berjejer di pinggir jalan mataku terpaku pada geber yang bertuliskan “Tahu Campur Khas Surabaya”.

Seperti pikiran orang Jawa Tengah pada umumnya, yang namanya tahu campur itu ya bumbunya hampir sama kaya bumbu kacang untuk pecel uleg atau lotek, yang beda cuma isinya aja yaitu ada tahu, kol mentah, tauge dan lontong.

Saat aku mulai memesan tahu campur Surabaya itu aku langsung takjub. Cuma bisa komentar dalam hati. “Loh.. loh.. loh… kok pake kuaaah? Itu rasanya gimana? Terus bumbunya kok item?”, aneh bin nggak wajar buat aku.

Dalam hati sebenernya aku ragu untuk menyantapnya. Tapi apa mau dikata, ternyata perut tak terlalu perduli dengan apa yang ada di pikiran. “Pokoknya mau makaan!!!”, perutku meronta-ronta. Menurut teori Maslow, kebutuhan dasar harus terpenuhi dahulu agar bisa mencapai kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi haha.. jadilah aku makan.

Huwaaaaaa!!!! Dari suapan pertama aku langsung jatuh cinta!! Ternyata bumbu hitam seperti tinta itu ternyata petis yang diolah sedemikian rupa dengan bumbu yang entah aku nggak terlalu paham. Aku takjub! Ternyata petis yang selama ini aku rasakan di Semarang itu rasanya nggak ada sekuku itemnya petis dari Surabaya. (lah petis udah item masa punya kuku item? Ya pokoknya begitulah haha). Aku adalah orang yang suka banget ngeet ngeet sama petis, jadi langsung bisa bedain mana petis yang endes sama yang enggak. hehehe

Begitulah awal aku jatuh cinta sama yang namanya Tahu Campur Surabaya.

Waktu berlalu, dan usiapun semakin senja. ( puisi paan coba? :p )

Maksudnya, bulan demi bulan berlalu. Rasa kangen akan Tahu Campur Surabaya pun muncul kembali. Tapi apa boleh di kata, belum jugamenemukan tambatan hati yang baru. Hingga suatu hari aku bertemu jodohku yang lain. Bukan di Sidoarjo ataupun Surabaya, tapi di Ungaran, sebuah kota kecil yang sangat dekat dengan Semarang.

Baru dua minggu yang lalu sih aku ketemu jodohku ini. Waktu itu juga dipertemukan secara tiba-tiba saat  ingin membatalkan puasa. Awalnya mau makan soto, tapi bosan rasanya karena di Semarang udah keseringan makan soto. Jadi coba muter badan sejenak dan eng ing eng ketemu sebuah warung sederhana namun terang benderang dan bersih. Warung itu bernama “Tombo Kangen – Kuliner Khas Suroboyo”.

warung tombo kangen kuliner khas suroboyo di ungaran

warung tombo kangen kuliner khas suroboyo di ungaran

 

Saat memihat daftar menunya memang agak bingung. Dari beberapa menu yang disediakan aku hanya familiar dengan dua menu yaitu tahu campur dan rujak cingur. Tanpa pikir panjang aku langsung dong milih tahu campur dan si ay pesen rujak cingur.

Jujur, hatiku waktu itu cukup deg-degkan. Mana perut laper, kalo makanan nggak sesuai ekspekstasi bakal gimana gituu. “Yaweslah, sing penting yakin enak wae!” Aku mencoba menguatkan hati haha.

Sambil menunggu makanan disiapkan, aku dan ay menikmati ocehan dua burung (entah apa namanya) yang saling bersahutan. Jadi waktu menunggu terasa sangat singkat karena seneng aja gitu lo menikmati suara-suara burungnya.

Tak lama.. makanan pun datang. Hmm.. dari aromanya aja petisnya udah kerasa di tenggorokan. Sebelum mencampur semua bumbunya, aku mencicipi kuahnya. Ringan tapi bumbunya kerasa. Kemudian aku langsung mencampurkan semua bumbu beserta isinya. Dan huwalaah… enake pol! Petisnya memang kerasa nendang banget dan bikin pengen segera ngabisinnya. Begitu juga dengan rujak cingur pesenan si ay. Semua komposisi bumbunya sangat pas banget. Pokoknya juara lah!

tahu campur surabaya enak di ungaran

tahu campur surabaya enak di ungaran

 

rujak cingur asli khas surabaya di ungaran

rujak cingur mantep khas surabaya di ungaran

Setelah menyantap habis hidangan, aku dan ay menyempatkan diri untuk mengobrol dengan sang pemilik. Bu Yuli namanya. Orangnya sangat ramah dan enak untuk diajak bincang-bincang. Tujuan Bu Yuli membuka warung ternyata untuk dijadikan sebagai tempat berkumpul dan  pengobat rindu untuk arek-arek Suroboyo yang merantau ke Ungaran dan sekitarnya. Menurut beliau, warungnya didedikasikan untuk perantau agar selalu ingat dengan kampung halamannya.

Kok seneng banget ya mendengarnya, hehe.

Jujur aja, aku memang bukan tipikal food blogger yang bisa mendeskripsikan makanan secara detil dalam bentuk tulisan. Mungkin tulisanku ini jauh dari sempurna. Aku menuliskan ini atas dasar rasa terima kasihku pada Bu Yuli. Sebagai penikmat makanan, aku cukup bisa merasakan cinta di setiap makanan yang beliau masak. Secara pribadi aku memang tidak mengenal siapa Bu Yuli. Tapi aku  melihatnya dari sisi santapan yang aku nikmati dan entahlah selalu ada perasaan senang sesaat setelah aku selesai menyantapnya (udah dua kali mampir, dan rasanya konsiten endes! )

Semoga apa yang aku tulis bisa menambah wawasan lidah kalian ya guys! Tak perlu takut untuk mencoba sesuatu yang baru, mulailah dari mencoba makanan yang tak pernah kalian coba sebelumnya. Setiap orang pasti punya selera, seleraku pasti beda juga dengan selera kalian. Jadi apa yang aku bilang enak juga belum tentu kalian rasakan begitu pula sebaliknya. Tapi apa salahnya untuk mencoba hal baru? Siapa tau jodoh..

Kalo ada makanan, tempat atau sesuatu yang recommended. InsyaAllah aku share lagi.

See ya!

Masturbation

ONANI

Bagi kalian yang udah dewasa, mungkin udah nggak asing lagi ya sama yang namanya onani. Bisa dibilang, onani merupakan suatu kegiatan merangsang diri sendiri untuk bisa menyalurkan hasrat seksual. Seringkali, orang tidak menyebutkan aktivitas seksual tersebut dengan istilah onani, mereka biasanya menggunakan kata ganti lain seperti ngocok, misalnya. Onani itu bisa juga diistilahkan dengan sebutan masturbasi. Maturbasi berasal dari bahasa Yunani yaitu Manus (tangan), stuprate (penyalah gunaan)yang artinya penyalah gunaan tangan atau dalam istilah ilmiah Coitus Interruptus. Sebenarnya, onani tidak hanya dilakukan dengan menggunakan tangan, namun bisa juga menggunakan alat bantu. Selain itu, onani tidak terbatas gender sehingga tidak hanya pria, wanita juga punya perluang besar melakukan onani.

Sejarah Onani

Sama seperti hal lain, onani juga punya sejarahnya sendiri. Sejarah onani ini lebih dominan pada alkitab kristen yang terdapat pada Kejadian 38:6-10. Kisah tentang seorang penmuda bernama Onan yang bingung karena ia diperintah oleh ayahnya yang bernama Yehuda untuk menikahi janda dari almarhum kakaknya. Karena tidak ingin janda tersebut hamil, maka setiap kali berhubungan seksual Onan mengeluarkan spermanya di luar tubuh janda tersebut. Namun, cara tersebut membuah Tuhan murka, dan akhirnya Onan mati.

Selain kisah dari Alkitab, ada pula sejarah tentang onani yang berasal dari Zaman Mesir Purba. Jika di lacak dari kitab-kitab kuno Mesir, konon onani menjadi salah satu ritual beribadah kepada para Dewa Matahari.

Cerita Onani juga bisa dilacak dalam kebudayaan Yunani Kuno. Seorang wanita Yunani bernama Metro, memiliki teman wanita bernama Coritto. Mereka adalah dua sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Di suatu hari Metro bermaksud meminjam dildo, sebuah alat berbentuk alat kelamin laki-laki milik sahabatnya itu. Namun sayang, Coritto telah meminjamkannya pada orang lain. Metro begitu terobsesinya pada dildo, ia menanyakan pada sahabatnya di mana alat itu dibuat dan ia terinspirasi untuk membuatnya sendiri. Kemudian ia mendatangi ahli pembuat dildo dan minta dibuatkan yang sama seperti Coritto.

Pandangan soal Onani

Banyak yang menganggap onani adalah hal yang sangat tabu dibahas. Sehingga tak jarang, ketika ada seorang yang ingin bertanya soal onani saja ia akan merasa sangat cemas karena takut dihakimi.Seperti pada Abad Pertengahan, masturbasi dianggap sebagai kegiatan terlarang bahkan dianggap kelainan. Para filsuf semperti Immanuel Kant menganggap mastubasi adalah akar kebejatan masyarakat. Secara moral, masturbasi dianggap sebagai sebuah penyakit menyeramkan.

Namun saat ini, kegiatan merangsang alat kelamin mulai dipandang dengan perspektif yang lebih liberal. Salah satunya disebabkan dari riset penting yang dilakukan oleh seksolog Alfred Kinsey yang melakukan penelitian mendetail tentang seksualitas manusia di University of Indiana. Menurut penelitiannya, masturbasi tak ada hubunganya dengan gangguan apapun.Dr. Eli Coleman, seorang profesor di Departemen Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, University of Minnesota mendukung penggunaan adanya alat bantu seks untuk membantu seseorang mengenali tubuh dan seksualitasnya. Karena menurutnya, mastubasi adalah bentuk ekspresi seksual yang sehat.

Manfaat Onani

Pergeseran pandangan soal onani yang kini cenderung positif ternyata dimanfaatkan sebagai sebuah bisnis di Jepang. Jepang memang sangat identik dengan industri seksnya, namun ini berbeda. Sebab baru-baru ini “whitehands” menjadi topik hangat karena memberikan jasa bantu onani untuk orang-orang berkebutuhan khusus. Jasa ini ditujukan untuk membantu pelepasan seksual bagi penderita paralisis dan gangguan otot yang tidak dapat bermasturbasi secara normal. Sama seperti orang normal, orang berkebutuhan khusus juga memiliki hasrat seksual yang butuh dilepaskan. Oleh karena iti, jasa ini diadakan demi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dampak Buruk Onani

Walaupun kini sebagian masyarakat menganggap masturbasi adalah hal lumrah dan bahkan sehat, namun pada kenyataanya melakukan masturbasi berlebih ternyata malah dapat memperburuk kesehatan. Banyak kasus ditemukan tentang penis yang lecet dan berdarah serta perempuan yang terlalu sering menggunakan vibrator sampai kulit vaginya terluka. Selain gangguan secara fisik, terlalu banyak onani juga dapat berdampak buruk terhadap sisi psikologis, seperti ketergantungan, cemas, merasa berdosa, bahkan hingga  ejakulasi dini.

Kesimpulan

Bicara soal masturbasi memang tidak bisa digeneralisir untuk semua orang. Setiap orang punya pandangan masing-masing terhadap seksualitasnya. Salah satu hal yang terpenting adalah, keyakinan dalam diri. Jangan sampai keyakinan tertentu soal masturbasi (entah yang pro atau yang kontra) malah menjadikan masalah baru. Jika kamu pro, lakukan lah sewajarnya. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ibaratnya, seseorang yang terlalu banyak minum vitamin C juga malah bisa mengalami kerusakan ginjal. Dan jika kamu kontra, maka yakini saja bahwa itu baik untukmu. Yang terpenting, jangan sampai keyakinanmu itu malah membuatmu bermasalah. Sebab banyak kasus yang seseorang stress karena merasa sangat berdosa besar setelah melakukan masturbasi.

Ingatlah, tubuhmu adalah otoritasmu.

 

https://www.facebook.com/ForumNandurBecik/

Menanam Kebaikan di Rumah Sasongko

Kosong adalah isi dan isi adalah kosong – Biksu Tong“. Entah kenapa yang langsung terlintas dalam benakku saat mendengar kata kebaikan adalah sepenggal quote yang diucapkan Biksu Tong saat melakukan perjalanan mancari kitab suci bersama kelima muridnya.

Bagi yang belum familiar memang quote itu terdengar membingungkan. Ya gimana jadinya kosong dibilang isi dan malah isi dibilang kosong? Aku juga demikian. Diawal ndak mudeng apa maksudnya tapi sedikit demi sedikit aku mulai memahaminya salah satunya saat aku mulai banyak memasuki dimensi-dimensi lain yang semakin membuka pikiranku.

Memahami suatu maksud memang membutuhkan waktu dan juga keterbukaan. Bukan soal terbuka pikiran saja, namun hingga mencapai level terbuka hati. Kadang sulit dicerna dan sering juga tidak masuk ke alam pikir yang selama ini aku amini. Namun ya realitasnya yang terjadi seperti itu. Dunia terus bergerak dan hanya orang bodoh yang tak mau menerima perubahan-perubahan yang kian hari kian cepat.

Dan itu membuatku ketawa sendiri, ternyata selama ini aku masih kosong. Merasa sudah tahu segalanya, padahal benernya belum ada sekuku item.  Pernah mendengar ilmu padi? Semakin isi akan semakin merunduk. Ya begitulah arti kosong adalah isi. Semakin luas wawasan seseorang, malah akan merasa kosong karena merasa masih banyak ilmu yang belum dipelajari.

Melalui Forum Nandur Becik aku banyak belajar. Bahwa hidup itu lebih luas dari sekedar urusan perut, lebih luas dari sekedar persoalan dompet dan hidup juga lebih luas dari sekedar mewujudkan mimpi-mimpi masa kecil. Karena hidup sejatinya soal menanam kebaikan untuk sesama. Apa artinya hidup jika kita tak memiliki manfaat untuk orang lain. Ya, hampa dan kosong.

Satu hal yang aku suka, Forum ini mengajarkan tentang menanam kebaikan dengan cara yang berbeda. Bukan soal bersedekah sebanyak banyaknya untuk fakir miskin. Bukan. Tapi mengajarkan lebih dari itu. Bagaimana menjadi berdaya untuk bisa memberdayakan orang lain dengan cara yang berbeda. Aku mulai mengerti bahwa segala keaikan berawal dari pembentukan mental.

Bertempat di Rumah Sasongko forum kebaikan ini diadakan. Lebih dari seratur orang datang di tiap acaranya membuat aku semakin bersemangat. Ternyata aku sadar, kota ini memang sangat membutuhkan tempat yang seperti ini, tempat memberikan kesegaran dan penyadaran tentang kehidupan.

Rugi rasanya bila kesempatan bertemu di ruang – ruang ini di lewatkan begitu saja.

See you soon!

mimpi

Mimpiku

Setiap orang pastinya punya mimpi. Aku pribadi sangat percaya, mimpi dapat menggerakkan hingga batas maksimalnya. Banyak orang-orang sukses yang punya mimpi tidak masuk akal. Tidak masuk akan bagi orang lain, namun masuk akal bagi mereka. Keyakinan dan kerja keras yang membuat mereka terus melangkah hingga akhirnya mewujudkan mimpi-mimpinya.

Banyak yang bilang, untuk bermimpi saja butuh keberanian. Keberanian untuk membayangkannya, keberanian untuk meyakini, dan satu lagi yang tak kalah penting yaitu keberanian untuk berkomitmen mewujudkannya.

Banyak aku bertemu dengan orang yang menceritakan mimpi-mimpinya dengan berani. Namun ada juga yang membayangkannya saja tidak mampu karena takut. Mungkin dilain kesempatan aku akan menceritakannya, namun di postingan kali ini ijinkan aku untuk membagi apa yang aku impikan selama ini dan ingin kujadikan sebagai tujuan hidup.

***

Aku sangat senang sekali berinteraksi dengan orang baru dan hal yang terkait dengan seksualitas. Lambat laun, aku mulai memahami bahwa  setiap orang, apapun latar belakangnya pasti memiliki kisah hidup yang berbeda yang pastinya tersimpan pelajaran yang berharga. Dari kesenangan itulah, aku sangat ingin bertemu banyak orang dengan cara bisa berkeliling Indonesia.

Semua orang tahu bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki suku dan budaya yang berbeda. Adata istiadat dan pola kehidupan masyarakat antar daerahnya pun otomatis berbeda.  Begitupula pada bidang psikoseksual yang berbeda pada tiap daerahnya. Dan aku sangat ingin mempelajarinya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan rumah tanggaku kelak?

Ya karena aku punya mimpi untuk bisa belajar budaya seks tiap daerah di Indonesia, yang membutuhkan berpindah satu tempat ke tempat yang lain. Otomatis aku mencari pendamping yang bisa fleksibel. Pendamping yang bisa mendukung bahkan bisa terlibat pada apa yang aku kerjakan. Apakah itu mungkin? Sangat mungkin.

Apa yang aku dapatkan dengan berkeliling Indonesia, pastinya tidak aku simpan sendiri. Oleh karena itu, saat ini aku sedang fokus mempelajari bidang kepenulisan. Tujuannya agar apa yang aku dapatkan bisa aku tuliskan dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Awalnya, aku merasa impianku mustahil. Tapi perlahan-lahan, Alam memberi tanda bahwa apa yang aku impikan dapat terwujud bila mulai sekarang aku bekerja keras, fokus dan konsisten.

Tak ada mimpi yang terlalu kecil atau terlalu besar. Bahkan kalo perlu selalu upgrade mimpi-mimpimu. Ada kutipan bagus yang aku dapatkan dari buku Giant Steps yang ditulis oleh Anthony Robbins:

“Pilih tujuan yang paling menggairahkan Anda, sesuatu yang akan membuat Anda bangun lebih awal dan tidur lebih malam.”