Fetishism

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kerabat yang bercerita padaku tentang perilaku aneh yang dialami oleh saudaranya, sebut saja Z. Perilaku aneh Z tersebut sudah pada taraf mengekhawatirkan keluarga dan meresahkan lingkungan sekitar. Perilaku mencuri dalam wanita saat di jemur membuat Z hampir saja diamuk masa. Kerabatku itu menceritakan bahwa perilaku itu bukan pertama, namun sudah diulang beberapa kali. Kerabatku mengatakan bahwa Z pernah bercerita kalo apa yang dilakukannya itu untuk tujuan suatu ilmu yang bisa menolong orang banyak. Namun itu juga masih belum jelas.

Dari kasus diatas, memang belum bisa dipastikan apakah perilaku Z termasuk pada penyimpangan perilaku seksual atau bukan. Tapi, dari kasus tersebut aku jadi ingin membahas lebih lanjut tentang perilaku seks menyimpang yang berhubungan dengan dalaman wanita hehehe..

Pastinya sudah pada denger donk di berita-berita tentang kriminal yang tertangkap tangan mencuri dalaman wanita? Setelah diselidiki ternyata kriminal itu menyimpan banyak hasil curiannya dan digunakan agar bisa mencapai orgasme. Orgasme bisa mencapai titik klimax tertinggi dengan mencium-cium bahkan menggosok-gosokkan dalaman pada alat kelamin. Bagi mereka itu wajar-wajar saja, namun bagi orang lain akan melihat perilaku tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.

Dalam psikologi, perilaku menyimpang jenis ini disebut dengan Fetishism, yaitu penyimpangan seksual dimana individu melakukan aktivitas-aktivitas seksual yang melibatkan objek tertentu yang bisa merangsang munculnya fantasi seksual dan gairah seksualnya sehingga bisa mencapai orgasme. Sebenarnya fetishism tidak terbatas pada dalaman wanita saja, namun sangat banyak macamnya, misalnya stoking, bra, sepatu, kulit, dll.

Bila ditelusuri lebih dalam, ternyata di Indonesia sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki Fetish pada dalaman wanita. Iseng sih aku cari di google, ternayata ada group FBnya. Namun sayangnya, sudah lama nggak aktif. Mungkin sampai saat ini masih ada, namun terselubung. Dari group itu banyak hal yang bisa dicari tahu. Ternyata ada transaksi jual beli celana dalam juga loh. Bukan celana dalam baru, namun yang bekas pakai dan memang sengaja nggak dicuci. Selain bentuk celana dalam yang seksi, aroma vagina bekas pemakainya juga bisa meningkatkan libido mereka.

Group FB Celdamers

Group FB Celdamers1

Mereka juga pilih-pilih ketika ingin mencuri atau membeli celana dalam. Mereka akan dengan sangat cermat memilih kriteria wanita dari berbagai sisi. Misalya dari bentuk fisiknya, kepribadiannya, bahkan sampai kebiasaan-kebiasaanya. Bagi pencuri celana dalaman, biasanya mereka akan mengobservasi dulu, bisa dengan pura-pura sebagai petugas pengecek PAM, petugas pengantar paket, bahkan sampai pura-pura jadi pengamen. Sedangkan yang hanya pembeli celana dalam, seringnya mereka hanya melihat dari bentuk fisik dari foto yang tersedia.

Jadi sebenarnya, informasi-informasi yang didapat itu membuat mereka seakan sedang bersenggama dengan si pemilik celana dalam. Fantasi tentang wajah, bentuk tubuh, bahkan aroma membuat mereka makin bisa greeengg.

Nggak cuma kripik pedes aja yang punya bebergai level, Fetishism juga ada level-levelnya, lho..

 Level pertama: Pemuja (Desires)

Ini adalah tahap awal dan tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang.

Level kedua : Pecandu (Cravers)

Ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkat awal. Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, secara mental orang ini akan membuat dirinya “amat membutuhkan” barang –barang pemuas seksualnya. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan berpengaruh pada kehidupan seksualnya misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya orgasme.

Level ketiga : Fetishist Tingkat Menengah

Ini termasuk tingkat yang berbahaya, Fetishist akan melakukan apapun demi mendapakan objek yang dia inginkan, bisa dengan cara yang tak lazim seperti mencuri, merampas, bahkan menculik.  Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan bila apa yang diinginkan telah didapatkannya.

Level ke-empat : Fetishist Tingkat Tinggi

Lebih sadis dari level ketiga, pada tingkat ini seseorang tidak akan peduli dengan hal lain di luar fetish-nya. Misal Fetish seseorang adalah dalaman wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu, hanya dalamannya saja. Dan yg lebih parah adalah bila Fetish seseorang adalah objek berupa bagian tubuh, dia hanya membutuhkan bagian tubuh orang itu saja dan tidak peduli dengan orang yg memiliki bagian tubuh itu sendiri. Apapun dilakukan, walau dengan cara sadis sekalipun.

Level kelima : Fetishistic Murderers

Pada tingkat ini memang sudah sangat parah. Seorang fetishme rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan fetish yang diinginkan.

Jika ada kerabat atau bahkan kamu sendiri yang memiliki hal-hal yang mirip dengan apa yang aku tulis, segeralah cari informasi lebih lanjut atau pergi ke psikolog profesional yang bisa membantu. Tenang saja, perilaku menyimpang bisa disembuhkan bila ada kebutuhan untuk merubahnya.

fake taxi

FAKE TAXI

Fake = palsu dan Taxi = taksi

Sekilas bila diartikan kata demi kata, memang kaga ada yang aneh sih sama dua kata diatas itu.  Siapa sih yang nggak tau taksi? Salah satu moda transformasi yang udah ada dari beberapa puluh tahun lalu. Dan semua juga sudah sangat familiar dengan kata palsu, sebuh kata yang memiliki sifat berkebalikan dengan kata asli. Taksi Palsu, berarti bukan taksi beneran, sederhananya begitu.

Tapi sayangnya, fake taxi bukanlah fake taxi dalam arti sesungguhnya. Banyak orang yang masih belom paham apa sebenernya fake taxi. Mereka pikir, itu adalah trend yang wajib diikutin karena alasan kekinian atau biar dianggap up to date dan k e r e n. Ada yang pasang strikernya di motor, ada juga yang sudah berupa kaos dan topi, dan ada juga nih yang memang sengaja memodif mobilnya persis dengan fake taxi. Bahkan ada juga loh di beberapa daerah di Indonesia yang bikin komunitasnya. Walau banyak kegiatan positif yang komunitas tersebut lakukan, namun ya karena penggunaan nama yang kurang pas bisa mengkaburkan hal-hal baik yang sudah dilakukan. Memang ada ungkapan, “apalah arti sebuah nama”, tapi karena nama adalah sebuah identitas, alahkah afdolnya kalo dibarengi dengan pemilihan nama yang baik pula.

FYI, Fake Taxi itu adalah salah satu jenis scene di filem bokep. Adegannya memang sengaja dikondisikan seperti di sebuah taksi. Untuk memudahkan melihat adegan maka dipasang beberapa hidden camera di setiap sudutnya. Pemerannya siapa? Ya penumpang dan sopirnya. Apakah ini real? Offcourse No! karena ini hanyalah settingan belaka. Untuk memenuhi fantasi-fantasi liar penikmat bokep, maka para pemilik PH dengan berbagai cara, salah satunya  menggunakan setting seperti ini. Penggemarnya banyak banget. Begitu disebut fake taxi, sudah banyak orang yang mengidentikkan dengan film bokep.

Banyak yang salah kaprah memaknai Fake Taxi sebagai trend. Sangat disayangkan ketika aku melihat secara langsung beberapa atribut berupa stiker, jaket, topi, dan kaos yang dijual secara bebas. Bisa jadi karena mereka nggak ngerti sebenernya fake taxi itu apa, tapi bisa juga karena trend yang membuat mereka jadi ikut-ikutan pake. Dan parahnya permintaanya bejibuuun. Mulai dari yang mahal sampe yang kelas pinggir jalan juga ada.

Saranku, berhati-hatilah ketika memakai sesuatu yang tertera suatu simbol atau lambang yang nggak terlalu familiar. Cari tau dulu. Kalo udah tau, ya mulai deh dicerna itu memiliki makna yang baik atau enggak. Kalo udah tau jelek dan maksa masih mau make karena gegera trend “bad” ya balik lagi deh ke pilihan.

lukisan perdagangan perempuan di timur tengah

Pelacuran di Timur Tengah

Pastinya semua sudah pada tahu kalo yang namanya zina itu sangat diharamkan untuk umat muslim. Sebagian besar negara muslim melarang adanya perzinahan terlebih yang teroganisir. Namun sayangnya, fakta dilapangan berkata lain. Walau dilarang, namun angka pelecehan sangat tinggi, terlebih pelacuran tetap saja bisa berkembang pesat di negara mayoritas muslim. Berikut ini, beberapa negara dengan angka pelacuran yang tinggi:

ARAB SAUDI

Arab Saudi terkenal dengan Mekah dan Madinah yang terdapat Masjidil Haram dan Masjid Nabawinya. Banyak orang muslim seluruh dunia ingin sekali pergi ke sana untuk beribadah. Selain untuk beribadah, Arab Saudi memiliki magnet yang sangat kuat juga untuk para tenaga kerja asing, contoh realnya Indonesia. Banyak wanita Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi TKW agar hidupnya lebih sejahtera dan bahagia. Namun, sayangnya tak semua harapan menjadi TKW yang sukses itu diraih. Banyak hal yang membuat TKW tidak betah dengan pekerjaan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mendapatkan kekangan, kekerasan bahkan sampai pemerkosaan, hingga membuat mereka melarikan diri dari majikan.

Saat kondisi terdesak itulah, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi mereka dengan memberikan tempat singgah, makanan, dan pakaian. Para mafia yang memanfaatkan kondisi para TKW yang kabur itu pada akhirnya memaksa mereka untuk menjadi pelacur dengan dalih untuk membayar semua fasilitas di tempat singgah yang telah diberikan.

Tentu saja si TKW tidak mempunyai uang buat pengganti. Mereka pun terpaksa menerima ‘paksaan’ dari mafia untuk menjadi pelacur. Pelanggannya kebanyakan para kuli atau tenaga kasar dari Pakistan, Bangladesh, India, dan negara-negara Afrika. Sedangkan, uang jasa pelayanan seks itu hanya 50 riyal untuk lima atau bahkan 10 orang. Tak bisa dielak, pelacuran di Arab Saudi didominasi oleh pelacur dari Indonesia. Karena terlanjur dikenal sebagai pemasok pelacur di Arab Saudi, orang Pakistan, India, dan Bangladesh menganggap semua TKW Indonesia adalah pelacur. Ada anggapan yang menyebar disana bahwa  bagi orang India dan Pakistan, orang Indonesia itu syarmuth (pelacur). Buseet!

TURKI

Sejak akhir abad ke-19, wilayah Turki sudah sangat marak dengan adanya bisnis seks. Pelacuran atau yang sering disebut Fuhus di Turki, berkembang pesat di media 1870an, terutama di kota terbesar di Turki seperti Istanbul. Distrik Beyoglu, layaknya jadi “surga” bisnis seks di Istanbul, setidaknya hingga 2001.

Prostitusi dilegalkan oleh pemerintah Turki saat Turki sudah menjadi negara republik modern pada tahun 1923. Sama seperti negara-negara lain, perdagangan manusia untuk tujuan bisnis seks juga menjadi problematika untuk  pemerintah Turki sendiri. Para pelacur seringkali  diselundupkan ke Turki melalui Turkmenistan, Uzbekistan, Armenia, Moldova, Kyrgyzstan, Belarusia, Bulgaria, Ukraina dan bahkan ada yang dari Indonesia. Mereka tersebar tidak hanya di Istanbul, namun juga di Ankara, Bursa, serta Izmir. Tarif  penjaja seks menawarkan diri tidur dengan bayaran Rp 200 ribu per jam. Setiap hari, para perempuan pemuas nafsu itu bisa melayani hingga 15 lelaki hidung belang.

DUBAI

Prostitusi terselubung juga terjadi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Pelacuran cenderung lebih rapi dalam menyembunyikan perilaku mereka hingga tidak pernah ketahuan oleh polisi syariah. Rata-rata hotel di Dubai biasanya memberikan layanan dengan menyediakan perempuan untuk menemani tamu yang kebanyakan dari Asia. Ketika tamu hotel ingin mengajak bercinta, maka dilakukan di dalam hotel karena pekerja seks dilarang untuk diajak keluar hotel dengan alasan apa pun.

LIBANON

Ibu Kota Beirut di Libanon Utara menjadi negara mayoritas berpenduduk muslim yang mengijinkan pelacuran diawasi hukum. Wilayah merah ini terletak di Kota Jounieh. Banyak bar dan hotel yang berada disana. Untuk bisa membeli seks, para laki-laki hidung belang harus rela membayar sebesar Rp 900 ribu hanya untuk tiga jam. Para pelacur yang bekerja di Libanon kebanyakan berasal dari Ukraina, Rusia, Maroko, dan Republik Dominika. Sedangkan para pria pemburu seks yang datang  rata-rata berusia 50-60 tahun yang beralasan jenuh pada kehidupan rumah tangganya. Ckckckc..

 

pedofilia

Tentang PEDOFILIA

 

Semenjak berita dibekuknya para admin Group Facebook Pedofilia, banyak orang yang membicarakan kasus ini. Gimana enggak, group yang membernya lebih dari 5k pengikut itu sangat amat vulgar membahas tentang perilaku mereka yang memiliki ketertarikan seks pada anak-anak kecil. Sudah banyak banget postingan atau coment-coment di dalam group itu bagaimana melihat anak kecil hanya sebagai objek pelampiasan seks.

Dibalik itu semua, banyak muncul pertanyaan. Sebenernya pedofilia itu apa sih?

Arti Pedofilia

Pedofilia / paidophilia  sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani, yaitu pais yang berarti anak-anak dan  dan philia yaitu cinta atau persahabatan. Bila diartikan dari kata per kata memang berarti mencintai anak-anak, namun sebenarnya pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang memiliki dorongan serta fantasi seks terhadap anak-anak.

Bukankah kita orang yang lebih tua dari anak-anak wajib mencintai mereka? Ya memang benar, kita wajib mencintai anak-anak dengan melindunginya, namun pada kasus tersebut pelaku tidak hanya sebatas “cinta” namun juga bisa sampai melakukan hubungan seks pada anak-anak.

Menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ), pedofilia masuk dalam gangguan preferensi seksual dengan kode F65.4 . Disebutkan pedoman diagnosisnya sbb:

  • Preferensi seksual terhadap anak-anak, biasanya prapubertas atau awal pubertas, baik laki-laki maupun perempuan
  • Pedofilia jarang ditemukan pada perempuan (bukan berarti tidak ada)
  • Preferensi tersebut harus berulang dan menetap
  • Termasuk: laki-laki dewasa yang mempunyai preferensi partner seksual dewasa, tetapi karena mengalami frustasi yang kronis untuk mencapai hubungan seksual yang diharapkan, maka kebiasaannya beralih pada anak-anak sebagai pengganti.

Sedangkan menurut DSM 5 :

Pedophilic Disorder 302.2 (F65.4)

  1. Over a period of at least 6 month, recurrent, intense sexually arousing fantasies, sexual urges, or behaviors involving sexual activity with a prepubescent child or children (generally age 13 years or younger)
  2. the individual has acted on these sexual urges, or the sexual urges or fantasies cause marked distress or interpersonal difficulty
  3. the individual is at least age 16 years and at least 5 years older than the child or children in criterion 1

note : do not include an individual in late adolescence involved in an ongoing sexual relationship with a 12 or 13 years old.

Tidak Semua Pedofilia Melakukan Tindakan Pelecehan Seks Pada Anak.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Herek (University of California) bahwa tidak semua pedofil berujung pada tindakan melakukan hubungan seksual pada anak. Ada juga pedofil yang hanya sebatas tertarik secara seksual namun tidak melakukannya. Mereka lebih memilih untuk memendamnya atau melampiaskannya pada alat bantu seks seperti child sex doll.

Pedofilia bisa dari Semua Orientasi

Pedofilia tidak tertarik pada gender seseorang, mereka lebih mementingkan kemudaanya. Mereka tidak tertarik dengan orang dewasa dengan gender apapun, yang terpenting bagi mereka adalah usia yang masih sangat muda atau anak-anak. Pedofilia bisa berasal dari semua orientasi, jadi anggapan pedofil itu sudah pasti homo adalah salah besar, karena toh buktinya banyak pedofil yang berorientasi hetero. Begitupun dengan profesi atau pekerjaan. Seseorang yang memiliki profesi atau status yang terhormat di lingkungan sekalipun juga bisa memiliki kecenderungan sebagai pedofil.

Lalu bagaimana Melindungi anak dari Pedofilia ?

Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai orang tua untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual salah satunya dengan cara pendidikan seksualitas yang komprehensif. Maksudnya komprehensif adalah berkelanjutan. Memberikan pendidikan seksual sesuai dengan usia anak. Misalnya, bagi anak-anak TK kita perlu memberitahu anak tentang anggota tubuhnya. Mana anggota tubuh yang boleh disentuh orang asing dan mana yang tidak. Dengan begitu anak mengenali bahwa tubuhnya berharga dan harus dilindungi. Pastinya pendidikan seksualitas pada anak TK berbeda dengan remaja, fase remaja sudah mulai mendekati masa-masa kematangan organ reproduksi sedangkan anak TK belum pada fase tersebut.

Bagaimana Bila Anda Pedofilia?

Memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak memang termasuk pada kelainan seksual. Mungkin bisa jadi sulit untuk disembuhkan, namun selalu ada kemungkinan untuk sembuh ketika ada kemauan. Menurutku, semua ketertarikan seks yang menyimpang itu berasal dari pola-pola yang menyimpang pula. Selalu ada trigger pencetusnya dan pastinya ada penguat perilakunya.

halal haram

Hubungan Seks Halal tapi Nggak Aman ?

Pertanyaan diatas kok kayanya terdengar aneh ya? Bukannya segala sesuatu yang Halal itu baik? Sesuatu yang baik itu pastinya juga aman kan ? Tapi coba logikanya dibalik, adakah sesuatu yang halal tapi tidak aman dan sesuatu yang tidak halal malah justru aman ? Bisa jadi ada.

Tulisan aku kali ini ingin share sesuatu konsep berpikir yang baru aja aku temukan di salah satu tulisan sekapur sirih sebuah buku. Buku yang berjudul “Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak” yang di tulis oleh Mantan Mentri Kesehatan Tahun 2009, Endang R. Sedyaningsih.

Diawal, ketika aku melihat buku ini di online-shop aku mengira buku ini hanya menceritakan tentang kisah-kisah pelacur Kramat Tunggak ketika sebelum digusur dan digantikan menjadi Daerah Islamic Centre. Ternyata dugaanku agak meleset, buku ini berisi lebih lengkap dari dugaan awalku. Buku ini berisikan konsep-konsep berpikir baru dalam melihat fenomena pelacuran, HIV/AIDS, dan yang menyertainya.

Aku tidak akan meriview buku dalam postingan ini, aku ingin berbagi tentang konsep yang baru saja aku dapatkan dan membuat aku menjadi lebih membuka pikiran lagi dan lagi. Konsep itu namakan saja konsep Halal-Haram dan Aman-Tidak Aman. Konsep tersebut dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh Irwan Julianto, seorang wartawan senior kompas dalam sekapur sirih yang berjudul “Meretas Stigma PSK sebagai ‘Penular’ HIV/AIDS”.

Secara simpelnya begini,

Halal Haram - Aman Tidak Aman

“Para istri yang melakukan hubngan seks yang halal dengan suami sah mereka ternyata banyak yang tidak aman hanya gara-gara suami mereka tidak melindungi diri (dengan kondom) ketika “jajan” seks komersial. Karena seks Halal yang Tidak aman menjadi relative lebih buruk jika dibandingkan dengan seks yang Haram namun aman, misalnya dilakukan oleh suami “jajan” seks komersial namun sadar infomasi HIV/AIDS, sehingga menggunakan kondom. Dengan demikian ia melindungi istri dan anak-anaknya dari kemungkinan penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS.”

Penjelasan diatas adalah asli (bukan saduran) dari buku yang aku baca. Menurutku, penjelasan diatas sangat masuk akal. Karena apa? Yak karena angka HIV/AIDS kini lebih banyak diderita oleh ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya. Ibu rumah tangga yang melakukan seks dengan “halal” malah terinfeksi, sedangkan wanita pekerja seks dijalanan yang melakukan seks yang “haram” justru terlindungi dari infeksi HIV/AIDS karena sadar dalam penggunaan kondom. Memang tidak semua para ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS karena suami jajan sembarangan bisa jadi sebab lain seperti kasus suami pengguna narkoba. Tapi kenyataanya kesadaran penggunaan kondom masih sangat rendah pada ibu rumah tangga, karena pertama unsur kepercayaan pada suami yang sangat tinggi.

Rasa-rasanya, memang hal itu sangat tidak adil. Mengapa seorang istri yang sudah menjaga diri dan melakukan sesuatu dengan “halal” malah terinfeksi HIV/AIDS. Hal itu tidak terlepas dari budaya dan value yang ada di masyarakat.

Hanya seorang wanita yang dituntut untuk menjaga kesucian hingga waktunya tiba, dengan segala tetek bengek aturannya. Sedangkan laki-laki dimaklumin dan dianggap wajar jika melakukan hubungan seks sebelum menikah baik itu atas dasar suka sama suka atau karena sukanya “jajan”. Bahkan adapula laki-laki beralasan mencari banyak pengalaman seks sebelum menikah demi memuaskan istri di kasur. Shit Mann.

Nggak heran kalau angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia masih dan semakin tinggi. Semua sudah dilakukan, berupa penjangkauan, edukasi seks aman, VCT gratis dll. Namun satu hal yang butuh usaha yang lebih besar, yaitu merubah paradigma tentang male-dominated-society. So, please open your mind.

Lakukan seks dengan aman, perkara halal dan haram itu hanya Anda dan Tuhan yang tahu.

Kisah Puput

Mahkotaku yang Hilang Eps. 6

Kehidupan sebagai penjaja cinta diakui memang bukan pilihan hidup yang terbaik untuknya. Secara nalurinya sebagai wanita, ia tak pernah memiki harapan untuk bisa hidup sukses melalui pekerjaan sebagai pelacur. Tak ada seorang wanita yang menginginkan hidup sebagai peneman tidur banyak laki-laki seperti yang masih ia lakukan saat ini.

Lalu selama mbak menjalani hidup sebagai pekerja seks, bagaimana pandangan mbak terhadap pekerjaan ini?”, tanyaku singkat.

Sebenarnya, gimana ya. Untuk aku pribadi, buat kebanggaan saja lah. Kenapa aku bisa bilang bangga? Walaupun aku kerja istilahnya jadi orang bejat, aku jadi pelacur, jadi sampah masyarakat, tapi aku bisa berhasil. Aku punya keberhasilah ibaratnya, aku punya ilmu yang kadang nggak mungkin dimiliki oleh orang baik-baik. Dari segi kebejatan itulah aku bener-bener belajar, aku mau jadi bener – bener orang baik. Dari aku merasa jadi sampah masyarakat itulah aku pengen menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sendiri. Jadi aku belajarnya memang dari kegagalan, dan aku menilai pekerjaan aku begini justru aku merasa bangga. Aku bangga. Tapi orang bilang sampah masyarakat itu lebih hina, lebih buruk. Tapi aku menyangkal, lebih baik jadi pelacur daripada jadi orang baik-baik tapi belajar jadi buruk, jadi bejat, jadi orang munafik.”, jawabnya lantang padaku.

Tapi lambat laun aku mulai sadar diri bahwa tak selamanya aku hidup seperti ini. Aku juga punya keinginan untuk bisa hidup menjadi lebih baik. Walaupun aku dikatakan  perek atau lonthe, tapi aku tetap berusaha untuk menjaga perilaku dan etika. Karena orang lain ternyata bisa membedakan mana perlacur yang punya etika sama yang enggak. Gak semua pelacur dianggap bener-bener bejat itu enggak.  Maka dari itu aku menjaga sikap saat bertemu dengan orang lain, dengan berperilaku sopan dan jaga omongan. Dengan begitu aku menunjukkan bahwa aku juga masih memiliki harga diri, bagaimana bisa menuntut orang lain menghargai kita tapi kalau kita sendiri tidak menghargai diri sendiri?

***

Harapan untuk memiliki hidup yang lebih baik selalu terbayang dalam benaknya. Walaupun entah kapan ia akan berhenti menjadi wanita pekerja seks, namun keinginan untuk benar-benar bisa bertobat itu selalu terngiang tiap malam.

“Lalu kira-kira kapan mbak akan keluar dari dunia seperti ini?”

Kalo aku gini prinsipnya. Aku mau keluar tapi bener-bener karena mau tobat. Gak karena aku mau nikah, mau ini itu. Ya bener-bener aku tu mau insaf gitu. Jadi saat aku tobat, aku udah gak kembali ke jalan yang kaya gini apapun kondisinya.”

Berarti tobat bukan karena merasa berdosa ya mbak?

Ya gimana ya ngomong banyak dosa atau gak itu susah. Kalo merasa sudah banyak dosa ya lebih baik langsung keluar gak nunggu banyak uang atau gimana, tapi ya balik lagi susah mbak. Jadi soal dosa aku serahkan pada yang diatas saja”.

-the end-

Kisah sebelumnya,

Mahkotaku yang Hilang Eps. 1

Mahkotaku yang Hilang Eps. 2

Mahkotaku yang Hilang Eps. 3

Mahkotaku yang Hilang Eps. 4

Mahkotaku yang Hilang Eps. 5

Kisah Puput

Mahkotaku yang Hilang Eps. 5

Ia semakin giat mencari uang demi membangun tekadnya. Puput berubah menjadi pribadi yang berambisi untuk mendapatkan banyak uang. Dari kegagalan-kegagalan yang pernah dialaminya dulu, ia kini memilih untuk menginvestasikan sebagaian besar uangnya untuk membeli beberapa kebun untuk ia olah bersama warga di desanya. Tak hanya berambisi tentang uang, Puput juga bertekad untuk membuat orang-orang didesanya membutuhkan dirinya. Hal itu ia lakukan dengan cara membuka lapangan pekerjaan dan memberikan bantuan secara materi pada tetangga-tetangga yang sedang membutuhkan.

Dulu aku di rumah seperti orang yang tersingkirkan. Aku sadar aku orang miskin dan jelek. Aku dihina karena aku bener-bener orang miskin sama banyak orang. Aku bertekad  pengen jadi orang yang melebihi mereka semua dan sekarang aku buktiin. Apa yang lebih dari mereka, aku bisa lebih! Mereka punya motor, aku bisa punya mobil. Mereka punya tanah banyak, aku punya hektaran!“.

Kini memang Puput terkesan sudah memiliki segalanya. Dengan memiliki beberapa kebun di desa dan beberapa bisnis lain yang dikelola, pastinya uang yang diterima  melebihi pendapatan dari sebagai seorang pekerja seks. Aku pun bertanya mengapa ia tak langsung berhenti saja disaat semua bisnisnya berjalan dan sudah mulai banyak menghasilkan uang.

Mbak Puput, sudah punya beberapa bisnis di luar sana. Lalu kenapa masih saja bekerja sebagai pekerja seks?” , tanyaku dengan penuh tanda tanya.

Kadang uang itu dibilang segalanya itu memang bener. Tapi sekarang aku sadar bahwa  aku sudah lupa dengan tujuan awal aku. Aku jadi orang yang serakah. Dibalik keserakahan aku juga diuji. Kadang ya aku sukses, kadang ya engga bahkan kadang jungkir balik. Makanya walaupun aku terkesan sudah sukses dan punya usaha lain tapi aku tetap terus ingin memperkaya diri. Aku ingin membalik omongan-omongan orang yang dulu pernah menginjak-injak aku. Dulu mereka menguasai aku, sekarang dibalik aku yang menguasai mereka”.

to be continued…

Kisah sebelumnya,

Mahkotaku yang Hilang Eps. 1

Mahkotaku yang Hilang Eps. 2

Mahkotaku yang Hilang Eps. 3

Mahkotaku yang Hilang Eps. 4

Kisah Puput

Mahkotaku yang Hilang Eps. 4

Kehidupan pelik sebagai wanita pekerja seks ia hadapi penuh dengan lapang dada. Ia mengakui bahwa keputusannnya untuk masuk ke dunia pelacuran adalah keputusan yang penuh dengan resiko. Ia sadar bahwa ia tidak boleh menyesali keputusannya ini dan harus sudah siap menanggung segala resikonya.

Aku sudah tau dari awal tentang konsekuensinya jadi buat apa aku sesali. Memang dari awal aku sudah menyesal, penyesalanku sudah  aku taruh di depan. Karena dari awal kan sudah salah, jadi buat apa aku sesali.”

Segala macam resiko mulai dari hinaan hingga makian sudah menjadi makanan sehari-hari untuknya. Puput cukup cuek dalam menghadapi hal itu, namun ia tak bisa untuk tak peduli saat cintanya kandas karena status sebagai pekerja seks yang sangat melekat.

Sebelumnya Puput sudah bertunangan dengan pria yang akan menjadi suaminya. Hari-harinya dilalui dengan penuh harapan akan masa depan bahagia yang sudah mulai mereka rintis berdua. Dengan uang yang sudah Puput kumpulkan, Puput akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis bersama calon suaminya. Banyak bisnis yang mereka jalankan bersama seperti bisnis rental mobil, jasa bengkel, serta beberapa bisnis lain. Dari situ Puput banyak belajar tentang bagaimana mengelola bisnis dengan baik.

Saat itu Puput percaya bahwa pria yang kini mendampinginya adalah pria terakhir yang bisa membahagiakannya. Secara perlahan tapi pasti Puput kembali beribadah seperti dahulu lagi. Rasa percaya bahwa dirinya berharga dan diinginkan orang lain semakin meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga membawa perubahan positif terhadap diri Puput.

Ternyata harapan tak selalu menjadi kenyataan. Hubungan yang dijalinnya ternyata tak mampu berakhir hingga tahap pelaminan. Statusnya sebagai pekerja seks adalah sumber masalah utama yang membuat hubungannya tak bisa lagi dipertahankan. Kegagalan hubungan yang dibinanya membuatnya kembali menjadi Puput yang dulu, yang tak lagi peduli dengan keadaan yang dialaminya.

Walaupun ia seorang pekerja seks, ia juga tetap wanita biasa yang merindukan dekapan hangat dari seorang pria yang benar-benar ia cintai. Hubungan yang sudah dijalin selama hampir satu tahun lamanya kini sudah kandas. Ia tak lagi memiliki pria yang akan menariknya keluar dari lembah hitam pelacuran.

Semenjak aku putus sama tunanganku, aku berubah lagi orangnya seperti sebelumnya. Kaya udah gak mau sholat dan mujarat. Keluar pun juga dengan pakaian yang umbar-umbaran, sudah tidak jaga aurat. Udah gak jaga diri. Mau gemuk mau apa ya terserah. Kadang aku pelariannya ke makan, ke minum, dah gak berpikir aku harus cantik, aku harus gini-gitu. Ah luweh (terserah) !

Namun, dibalik kegagalan itu ia mengambil suatu pelajaran yang berharga bahwa ia semakin bertekad menjadi orang yang sukses. Orang yang beruang dan bermateri sehingga tak ada lagi orang yang  bisa melakukan hal yang semena-mena padanya.

Orang mau cinta, mau jatuh cinta sama aku monggo aja terserah yang penting aku mau uang!! Udah gitu aja.”

to be continued…

Kisah sebelumnya,

Mahkotaku yang Hilang Eps. 1

Mahkotaku yang Hilang Eps. 2

Mahkotaku yang Hilang Eps. 3

Kisah Puput

Mahkotaku yang Hilang Eps. 3

Keputusan untuk merantau di negeri orang ternyata menjadi awal bencana bagi kehidupan Puput selanjutnya. Bekerja menjadi TKW ternyata tak semanis dari yang selama ini ia dengar dari tetangga-tetangganya. Tak hanya kehidupan yang keras yang harus dialaminya, ternyata  Puput juga menjadi korban perkosaan saat bekerja di negeri rantauan.

Hilangnya kegadisan yang selama ini ia jaga rapat-rapat ternyata membuka pintu gerbang masuknya Puput ke dunia prostitusi. Semenjak kejadian itu, menurutnya ia berubah menjadi pribadi yang sangat bertolak belakang dengan sebelumnya yaitu menjadi sosok pribadi yang “nakal”. Tak ada lagi sikap menjaga diri yang Puput lakukan dan semenjak kejadian itu, ia tak lagi menggunakan hijab dan mulai memasuki pergaulan malam.

 “Semenjak aku diperkosa itu kehidupan aku tuh udah bener-bener gak layaknya kehidupan, gak ada kebaikan sama sekali. Kaya gak ada Tuhan gitu loh. Kaya bener-bener gak ada gusti Allah. Aku udah gak pernah ngaji, udah gak pernah di pondok, ya pokoknya udah gak adalah yang kaya gitu-gitu. Udah gak ada semuanya. Dan aku kenal minuman – minuman. Dulu tuh jangankan minuman, pacaran aja enggak pernah. Itulah awal mula kehancuran kehidupan aku, ya pokoknya ancur lah.. ancur lebur…

Tak seorangpun mengetahui tentang peristiwa pemerkosaan yang ia alami. Ia memutuskan untuk memendamnya sendiri dan tak mau orang lain tau. Perasaan sedih dan hancur yang menghinggapinya ia hadapi seorang diri.  Walau merasa hidupnya sudah rusak di negeri orang, namun Puput tetap bertekad untuk mengumpulkan uang demi kehidupan keluarganya di desa. Beberapa kali ia sudah mengirimkan uang ke desa untuk membeli tanah, namun ternyata mimpi itu kandas setelah tahu uang yang dikirimnya dilahap oleh saudara-saudaranya yang tak bertanggung jawab. Ia merasakan kegagalan yang cukup berat kala itu. Tak hanya kehilangan kehormatan sebagai wanita namun ia juga sudah ditipu oleh saudara-saudaranya di desa.

Kegagalan sebagai TKW ternyata semakin membulatkan niatnya untuk kembali pulang. Segala resiko siap ia tanggung karena memang ia tak lagi tahan dan ingin secepatnya pulang. Ternyata keputusannya untuk segera pulang tepat, tak disangka bahwa keadaan neneknya saat itu tidak baik. Neneknya kala itu sakit dan membutuhkan biaya yang lumayan banyak.

Justru waktu aku pulang itu nenek aku sakit. Terus aku bingung harus gimana. Akhirnya malah nambah hutang. Nenek aku sakit parah ya udah nggak punya jalan lagi akhirnya aku sampai di SK. Kebetulan saat itu ada yang nawarin untuk kerja disini.” ungkapnya padaku lirih.

Aku nggak bisa menghindar, karena anak-anak mbahku sudah tidak ada yang mau ngurusi. Mau gak mau, tanggung jawab itu 100% dibebankan ke aku. Ya sudah gak papa, karena mereka sudah menghidupi aku dari kecil dan aku juga merasa bahwa aku punya utang budi pada mbahku. Aku dulu sudah dihidupin, sekarang keadaannya dibalik bagaimana aku bisa menghidupi mereka. Aku harus bisa. Aku gak boleh ngeluh dan aku gak boleh protes, lha wong sekarang saatnya aku yang berkerja. Ya gimana pun caranya. Kalopun aku jadi pelacur ya sudah. Ya memang kehidupannya gini.”

Puput berani mengambil resiko bekerja di SK karena satu hal. Yaitu menurutnya SK memberikan suatu jaminan kehidupan yang lebih baik untuknya dan keluarganya. Semenjak ia terjun sebagai wanita peneman tidur, dalam beberapa hari sekali ia bisa mengirimkan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat itu neneknya juga sedang membutuhkan tempat tinggal yang layak dan ingin Puput membangunkan rumah untuknya.

Awal bekerja sebagai pekerja seks, Puput masih menjadi pribadi yang mudah diinjak-injak oleh sudara-saudara dan tetangganya. Puput kadang merasa tak habis pikir, mengapa saudara-saudaranya masih saja mengganggu ketenangan hidupnya dengan seringkali meminta uang dengan jumlah tak wajar padanya. Pada satu titik akhirnya ia merasa muak dan jengah dengan keadaanya itu.

Aku gak boleh gini-gini terus, aku jadi orang harus berani! Terus pada akhirnya aku memutuskan untuk berani melawan saudara-saudaraku yang selalu bertindak semena-mena. Aku gak mau jadi orang gagal yang selalu diinjak-injak.

to be continued…

Kisah sebelumnya,

Mahkotaku yang Hilang Eps. 1

Mahkotaku yang Hilang Eps. 2

Nonton Bareng dan Diskusi Film “Something In The Way”

Sebelumnya nggak pernah kepikiran untuk ngadain nonton bareng yang di dalemnya ada diskusi seksualitas. Semuanya serba langsung, dan tidak pernah direncanain dari jauh-jauh hari. Semua ini berawal dari kekepoanku tentang orientasi seks Reza Rahadian. Entah aku habis nonton apa atau habis baca berita apa, tiba-tiba aja aku penasaran banget tentang itu. Mulai deh browsing bin googling, buka tab satu dengan tab yang lainnya. Ada yang bilang di Gay, dan ada juga yang bilang dia straight. Cukup sulit sih melihat pola Reza Rahadian lewat sosmed karena dia nggak punya sosmed (suer aku salut!). Nah dari banyak tab yang aku buka, aku nggak sengaja buka satu tab yang berisi resensi film yang dia mainkan. Bukan Habibie Ainun dan bukan pula My Stupid Bos, tapi Something In The Way.

Makin banyak komen yang aku baca tentang film itu, makin penasaran pula aku sama filmnya. Langsung deh cek youtube buat liat trailernya, dan…… SUMPAH AKU MAKIN PENGEN NONTON!!!!!!!! Sayangnya, film itu ditayangkan di bioskop mainstream, selain karena film indie film itu juga mengandung unsur “awrrr” yang akan hilang esensi filmnya kalo kena sensor. Untunglah, di semarang ada sebuah komunitas film bernama SineRoom yang spesial screening film indie. Setelah aku kontak, apakah bisa nonton film itu, ternyata film itu sudah pernah di puter bulan November 2016 kemaren. Karena saking pengennya, akhirnya si Ay negoin biar bisa diputer ulang. Mereka ngasih syarat minimal 15 orang, karena ada donasi untuk film tersebut. Okeh! Siapa takut! hahaha …

Singkat cerita, dalam waktu kurang dari 1 minggu aku mempersiapkan acara nonton bareng itu. Awalnya cuma niat untuk nonton doank, tapi setelah dipikir-pikir kok sayang ya kalo hanya sekedar nonton, akan makin seru kalo ada diskusi di ending acaranya. Dalam benakku diawal nggak terlalu muluk-muluk sih, aku bisa datengin 15 orang aja sudah Alhamdulillah.

Hari pemutaran pun tiba. Sebanyak 20 orang mendaftar untuk dateng ke acara nobar. Seneng rasanya bisa melampaui target hehe. Tapi, ada hal yang nggak terduga. Penonton yang dateng ternyata lebih banyak dari yang daftar, ya kira-kira ada 40 orang. Jujur aku kaget banget. Bahkan sampe ada yang cancel karena nggak kebagian tempat duduk 😀

Sesi Diskusi

Sesi Diskusi

Setelah nobar, di akhir cerita ada diskusi tentang film dan berhubungan dengan seksualitas. Sedikit bocoran ya, di film ini ada dua hal yang menonjol di perlihatkan oleh sutradara yaitu perilaku onani yang berlebihan dan kehidupan nyata pelacur. Dalam diskusi ini aku ditemani oleh Mas Slam (PKBI Jateng) dan Mas Reza sebagai moderator diskusi. Diawal diskusi, banyak yang menanyakan tentang bagaimana mengurangi perilaku onani berlebihan seperti yang diperankan oleh Reza Rahadian. Aku baru sadar, nggak hanya remaja aja yang dilema dengan hal tersebut yang udah dewasa juga mengalami hal yang sama. Setelah banyak diskusi tentang onani dan marturbasi dari perspektif psikologi dan kesehatan, aku dan Mas Slam juga banyak membahas sisi pelacur yang tak banyak orang tahu.

Inti dari acara ini tak sekedar untuk nonbar saja, tapi dibalik itu semua kami ingin membuat ranah seksualitas menjadi umum untuk diobrolin dan didiskusiin. Bukan ingin ngumbar kesaruan atau apa, tapi ini atas dasar edukasi. Makin banyak yang open mind terhadap hal terkait seksualitas, makin banyak pula yang jadi sadar kalo itu semua bukan hal yang tabu. Selain itu, dari diskusi kemarin kami ingin lebih banyak orang yang mulai megurangi stigma terhadap pelacur. Setiap orang punya salah dan punya dosa, tapi setiap orang juga punya kesempatan yang sama untuk merubah hidupnya jadi lebih baik.

Sekali lagi thanks yang udah dateng…. InsyaAllah, next kami buat acara nobar yang lebih rame dan lebih “awwwrrrrr” lagi 😛