friends with benefit

Tanya Yori #2 : Pilih Onani atau Friends With Benefit Relation ?

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang pria yang mengirimkan message melalui aplikasi chat. Kurang lebih seperti judul yang aku tulis. Pertanyaannya memang belumaku jawab secara gamblang, karena chat tidak berlanjut setelah aku bertanya “Kronologisnya gimana ya?”

Nah, karena aku tidak tahu menahu gimana jalan ceritanya sampai pertanyaan itu muncul, maka aku nggak bisa bantu suggest apa-apa. Jadi lewat tulisan ini aku akan sedikit menjelaskan tentang apa itu Friends With Benefit Relationship atau yang sering disingkat FWB ini secara umum.

Apa itu Friends With Benefit?

Awalnya, jujur aku bingung ketikan ditanya tentang FWB itu apa. Tapi setelah tahu kepanjangannya, aku jadi ingat salah satu film yang diperankan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis dengan judul yang serupa dengan bahasan ini dan satu lagi judul film No Strings Attached yang cukup terkenal.

friends with benefit

Bagi yang belum pernah nonton filmnya atau familiar dengan relasi jenis ini pasti bingung kan ya.. Namanya temen itu saling menguntungkan dengan saling tolong menolong satu sama lain. Tapi yang dimaksud dengan FWB lebih sekedar saling tolong menolong, tapi sudah sampai pada relasi seksual.

“Friend with Benefits is two friends who have a sexual relationship without being emotionally involved” – urbandictionary

Jadi gampangnya, Friends With Benefits ialah keadaan dimana dua orang teman memutuskan untuk saling behubungan seksual tanpa adanya ikatan emosional atau dua orang yang melakukan hubungan seksual secara casual tanpa adanya komitmen untuk berada dalam suatu ikatan.

Cuma temenan, bukan pacaran, tapi begituan.

FWB ini bisa terjadi tidak hanya pada heteroseks saja, namun juga bisa pada homoseksual dan orientasi seks lainnya. Yang menjadi ciri dalam relasi ini ialah sama-sama bersedia menjalin hubungan tanpa adanya romantisme, tidak memiliki keterikatan pada komitmen hubungan layaknya hubungan pacaran serius (yakalii.. pacaran aja ada yang cuma main-main hihihi…) .

Latar belakang memilih untuk FWB – an

Tentunya dalam setiap tindakan dilandasi dengan tujuan, alasan or something else dong ya.. Nah menurut survey yang aku dapet dari mince (eh kok mince ya haha) maksudnya dari beberapa survey bahwa kebanyakan dari mereka yang menjalani relasi ini atas dasar untuk kesenangan belaka. Sehingga sebelum memutuskan untuk jalan, kedua belah pihak saling berjanji untuk  “no heart and hurt feeling”.

friends with benefit quote

Namun, disisi lain ada juga yang menyebutkan bahwa yang melandasi seseorang menempuh relasi ini ialah karena menjalani hubungan percintaan merupakan hal rumit dan penuh dengan drama. Sehingga mereka yang memilih untuk FWB-an (konon) tidak akan punya perasaan apa-apa saat temen FWB-annya FWB-an lagi sama orang lain yang FWB-an juga. Haha mumet!

Perbedaan FWB menurut laki-laki dan perempuan

Ternyata fenomena FWB ini sudah banyak yang meneliti, baik dari dalam dan luar negeri, salah satunya ialah penelitian yang dilakukan di Inggris dan dimuat dalam Journal Of Sex Research. Dalam penelitian itu menyebutkan bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan dalam menjalani relasi seks ini ialah kebanyakan laki-laki menginginkan status tidak berubah hingga waktu yang lama bahkan seterusnya, sedangkan pada perempuan seiring waktu mereka mulai menunjukkan hasrat untuk merubah hubungan tanpa komitmen menjadi ke arah yang lebih serius ke dalam hubungan romantis.

Dari hasil penelitian tersebut kita dapat mengambil garis besarnya, salah satu pihak (kebanyakan perempuan) ingin merubah relasi ini menjadi cinta.  Karena menurut pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino.

Lho? Kenapa laki-laki bisa tegas tapi perempuan tidak?

Jangan judgemen dulu, pastinya hal itu ada penjelasannya.

Sebenarnya ini ada sangkut pautnya dengan relasi seks yang dijalani. Tidak bisa dipungkiri bahwa  orgasme bisa memberikan kenyamanan secara batin, emosi dan psikologis. Dibalik itu semua terdapat kinerja hormon yang mempengaruhi kinerja emosi. Hormon yang itu salah satunya ialah hormon cinta atau dikenal dengan hormon oksitosin. Fungsi utama hormon oksitosin ini bertanggung jawab untuk menciptakan emotional bounding. Itulah kenapa saat saling menikmati hubungan seks, muncul rasa sayang dan bisa muncul rasa cinta. Yang tadinya cuma 1% bisa menjadi 89%. Hormon ini memang dominan pada wanita karena hormon kasih sayang ini juga muncul saat seorang wanita memberikan ASI pada anak yang  mencetus adanya ikatan emosi antara ibu dan bayi.

Maka tak heran, bila sudah terjadi beberapa kali relasi seks yang berujung pada orgasme, akan muncul rasa yang lebih dari teman. Apalagi setelah orgasme dilanjut dengan pillow talk, saling mengobrol untuk menceritakan kepenatan hari dan menceritakan tentang satu sama lain. Maka dari situlah drama dimulai. Mulai dengan memberi sedikit perhatian “udah makan belum”, “jangan pulang kantor larut malem ya…” dan tipe ungkapan perhatian lainnya.

Mungkin bagi pria ini adalah hal yang biasa dan tidak menyalahi perjanjian di awal. Namun gimana dengan wanita? Kenyamanan emosional seringkali mengalahkan logika. Karena sebagian besar wanita seringkali masih berpikir dengan hati.

Siapa pihak yang rugi?

Bisa ditebakkan siapa yang rugi? Yap! Mereka yang gampang baper. Aku nggak bilang kalo selamanya wanitalah yang rugi, karena saat ini juga banyak pria yang otaknya ada di hati.

Memang setiap hubungan selalu ada risikonya, namun dibalik itu semua jika dalam FWB terjadi kehamilan maka pihak perempuanlah yang banyak menanggung risiko. Risiko ditinggal, risiko tidak diakui, dan segala risiko lain yang melekat.

Begitupula dengan laki-laki, jika menjalani relasi FWB-an berarti menunjukkan pria yang tidak pantas untuk dicintai. Ada kutipan bagus yang aku comit dari internet,

“friends with benefits” in reality is telling you to your face that you’re good enough to f*ck, but not good enough to invest feelings in.

Loh?! Di luar negeri aja banyak yang jalanin hubungan tanpa status fine-fine aja tuh? Apa salahnya untuk dicoba?

Ya memang di luar negeri sana banyak yang menjalani hubungan tanpa adanya komitmen, bahkan tanpa secara legal hingga punya anak. Tapi, tunggu dulu.. ingatlah pola budaya, pola hidup kita orang timur jauh berbeda dengan mereka. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kesetaraan gender di luar negeri sudah lebih baik dari pada di negeri tercinta ini. Kebanyakan mereka menjalani FWB memiliki tanggung jawab yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Aku sempat bertanya dengan saudara yang udah lama tinggal di luar negeri, bahwa kebanyakan pasangan di sana memutuskan untuk tidak berkomitmen secara legal karena nikah punya beban pajak yang besar dan juga karena alasan menikah itu ribet. Dari sudut pandang mereka bahwa komitmen itu tidak hanya bicara soal legalitas, yang terpenting adalah tanggung jawab. Jadi daripada buang waktu dan energi, mereka memilih untuk living together.

 

 

Jadi pilih onani atau FWB-an ?

 

gunung kemukus - kompas

Tradisi Ritual Seks di Gunung Kemukus

Gunung Kemukus merupakan salah satu gunung yang cukup bahkan fenomenal di Indonesia. Hal yang membuat gunung ini menjadi fenomenal, bukan karena ketinggiannya yang menyaingi Gunung Everest ataupun Gunung Himalaya, bukan. Namun hal yang membuat gunung ini menjadi berbeda dengan yang lain ialah fenomena ritual seks yang ada di gunung tersebut. Ketenaran Gunung Kemukus semakin menanjak saat ada media asing yang membuat liputan khususnya di tahun 2014 lalu.

Sebagian besar masyarakat di Jawa mengenal Gunung yang terletak di Kab. Sragen ini sebagai gunung yang sering digunakan untuk ngalap berkah plus plus. Bagi orang Jawa yang mempercayai Kejawen, ngalap berkah sendiri diartikan kegiatan untuk mencari berkah dengan mengunjungi tempat-tempat keramat atau orang yang dianggap bisa memberikan keberkahan seperti makam wali, gua, pemandian, pohon, sendang (telaga) dan sebagainya. Di area Gunung Kemukus sendiri, terdapat sebuah makam yang dikeramtkan oleh masyarakat sekitar yaitu makam dari Pangeran Samudro, yaitu tokoh penyebar agama Islam yang masih memiliki keturunan Kerajaan Majapahit.

Pastinya banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa ada syarat ritual seks yang harus dilakukan di makam yang notabene sebagai penyebar agama yang kini dipeluk mayoritas penduduk di Indonesia. Hal tersebut sebenarnya tidak bisa terlepas dari kepercayaan masyarakat yang sudah turun temurun, yang sayangnya keliru.

Banyak orang percaya bahwa, dengan berdoa di Gunung Kemukus apapun permintaan akan dikabulkan. Kebanyakan orang yang ngalap berkah di Gunung Kemukus ialah orang-orang yang memiliki kepentingan terkait dengan kekuasaan, seperti ingin mendapatkan kenaikan pangkat, terpilih sebagai kepala daerah, dll. Maka tak heran saat menjelang pemilihan kepala derah, Gunung Kemukus ini menjadi lebih ramai dibandingkan dari hari-hari biasanya.  Hal ini dibuktikan dengan penelitian tentang Mitos dan Kekuasaan di Gunung Kemukus yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Udayana Bali, bahwa banyak dari peziarah yang datang dengan motif kekuasaan.

Menurut info yang tersebar, orang yang ingin permintaanya dikabulkan maka wajib melakukan hubungan seks dengan yang bukan pasangannya sahnya selama tujuh kali berturut-turut pada malam Jum’at Pon. Bagi mereka yang datang sendirian, otomatis akan mencari partner ritual yang ada di lokasi. Sehingga tidak heran, bila di sekitar Gunung Kemukus terdapat banyak wanita atau pria yang menawarkan diri sebagai partner ritual seks dengan para oknum peziarah. Dan ada pula warung remang-remang yang menyediakan bilik-bilik asmara.

Ritual Seks di Gunung Kemukus - SBS News

Ritual Seks di Gunung Kemukus – SBS News

Ritual seks tersebut memang tidak bisa terlepas dari beberapa mitos yang beredar. Beberapa sumber mengatakan bahwa konon pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama Pangeran Samudro yang jatuh cinta dengan ibu tirinya Nyai Ontrowulan. Mereka berdua berhubungan badan di puncak Gunung Kemukus dan tertangkap basah oleh Raja. Kemudian keduanya dibunuh lalu jasad dimakamkan di tempat yang sama. Banyak yang percaya, bahwa makam keduanya menjadi tempat suci dan dijadikan sebagai tempat untuk meminta kemakmuran hidup.

Selain mitos yang beredar tersebut, hubungan seks yang dijadikan sebagai syarat wajib tersebut juga muncul karena kesalahan tafsir yang selama ini diyakini oleh masyarakat. Konon sebelum meninggal dunia, Pangeran Samudro memberikan wejangan pada pengikutnya.

Sing sopo duwe panjongko marang samubarang kang dikarepke bisane kelakon iku kudu sarono pawitan temen, mantep, ati kang suci, ojo slewang-sliweng, kudu mindeng marang kang katuju, cedhakno dhemene kaya dene yen arep nekani marang panggonane dhemenane.”  (sumber: Kadjawen, Yogyakarta: Oktober 1934)

Artinya : “Barang siapa berhasrat atau punya tujuan untuk hal yang dikehendaki maka untuk mencapai tujuan harus dengan kesungguhan, mantap, dengan hati yang suci, jangan serong kanan-kiri harus konsentrasi pada yang dikehendaki atau yang diinginkan, dekatkan keinginan seakan-akan mau menuju ke tempat kesayangannya atau kesenangannya.

Sayangnya, wejangan tersebut kemudian disalahartikan oleh oknum peziarah, terutama pada bagian dhemenane. Para oknum menafsirkan bahwa yang dimaksud degan dhemenane yaitu  seperti kekasih simpanan atau teman kumpul kebo dan wajib untuk melakukan hubungan seks. Padahal, bila ditelaah lebih dalam kata dhemenan dalam konteks Jawa merupakan keinginan yang diidam-idamkan, cita-cita yang akan segera terwujud atau tercapai seperti ketika ingin menemui kekasih.

Sebenarnya, Pangeran Samudro adalah tokoh yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Pangeran keturunan Kerajaan Majapahit ini berkelana ke Demak bersama ibunya untuk memperdalam agama Islam dengan Sunan Kali Jaga. Kemudian, setelah beberapa lama mendalami agama Islam di Demak, Sunan Kali Jaga mengutusnya untuk lebih mendalami ajaran agama dengan Ki Ageng Gugur di lereng Gunung Lawu. Setelah selesai menimbah ilmu, dalam perjalanan pulang menuju Demak Pangeran Samudro jatuh sakit dan akhirnya meninggal saat sedang beristirahat di Dukuh Miri. Selama perjalanan dan saat singgah, Pangeran senantiasa selalu menyebarkan agama Islam hingga ajal menjemput. Mendengar kabar meninggalnya Pangeran, ibunya (Nyai Ontrowulan) segera menyusul ke Dukuh Miri. Karena kesedihannya, maka Ibunya ikut wafat dan minta untuk dimakamkan menjadi satu dengan putranya.

Andanya ritual-ritual yang dipercaya untuk mencapai tujuan tertentu sebenarnya tidak bisa terlepas dari kepercayaan yang telah diyakini secara turun temurun. Dalam ilmu psikologi segala sesuatu akan benar-benar terjadi ketika seseorang benar-benar meyakini dan mempercayai bahwa hal tersebut memang benar-benar terjadi. Bila ditelisik lebih dalam, menurut teori Sigmund Freud bahwa suatu informasi yang sangat diyakini dan diamini akan masuk ke dalam alam bawah sadar, baik itu yang bersumber dari persepsinya sendiri atau alam tidak sadarnya. Hal tersebut kemudian akan berubah menjadi beliefnya. Tentunya, belief seseorang akan semakin kuat tergantung dari tingkat sugestibilitas seseorang. Semakin sering informasi masuk ke alam bawah sadar, maka beliefnya akan semakin kuat. Terlebih jika informasi sugestif tersebut diberikan oleh sosok yang dianggap memiliki otoritas tinggi, seperti juru kunci, dukun dll. Tak hanya gen dan hereditas aja yang bisa diturunkan, keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap sesuatu juga sangat bisa diturunkan. Menurut Carl Jung (muridnya Freud) menjabarkan bahwa sebenarnya ketidaksadaran manusia itu memiliki dua lapisan, yang pertama ketidaksadaran individu yang dibentuk dari pengalaman pribadi, dan ketidaksadaran kolektif yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Ketidaksadaran kolektif ini tidak terbentuk dari pengalaman hidup, namun diwariskan dari nenek moyang secara alami, seperti sudah terinstal dalam pikiran saat seseorang baru lahir.

larangan ritual seks - BBC

larangan ritual seks – BBC

Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu Pemerintah Jateng sudah melarang dengan keras adanya praktek ritual ihik-ihik di Gunung Kemukus dan hanya memperbolehkan digunakan sebagai wisata religi semata. Namun sayangnya, larangan tersebut tidak berlangsung lama. Kabarnya praktek ritual seks kini muncul kembali seperti semula.

Sangat disayangkan sekali, karena ritual seks yang banyak dipercaya orang untuk mendapatkan kekayaan sebenarnya menimbulkan suatu permasalah yang cukup mengakar. Tidak hanya soal masalah moral dan budaya yang sudah tercemar, namun juga resiko kesehatan (HIV/AIDS) juga sudah mengancam.

 

wanita pekerja seks tidak mau ciuman

Tanya Yori #1: “Kenapa PSK Nggak Mau Diajak Ciuman?”

Rate: 21+

Dari sekian banyak pertanyaan yang masuk ke blog, inilah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Entah mengapa, mungkin karena banyaknya para pria petualang cinta yang langsung ditolak mentah-mentah saat bibir udah siap buat nyosor, hehe. Atau bisa karena faktor X lain juga bisa sih.

Well akan aku jawab sesuai dengan data yang aku dapat.

Sepengetahuanku menyelami kehidupan para mbak-mbak penjaja cinta, jadi ada 3 tipe wanita pekerja seks yang aku dapatkan. Yaitu:

  1. Sukarela. Yang pertama ialah memang suka rela bekerja dengan penuh kesadaran menjadi pekerja seks. Misalnya perempuan yang berasal dari beberapa daerah pemasok wanita pekerja seks ke kota-kota besar. Karena sebagian besar tetangga dan sanak keluarga berprofesi sebagai pelacur, maka pekerjaan tersebut dijadikan sebagai satu-satunya profesi yang bisa mensejahterakan kehidupan dan tentunya mereka menikmati pekerjaan tersebut.
  2. Terjebak. Nah tipe yang kedua ini ialah para wanita yang awalnya terjebak karena suatu kondisi tertentu. Biasanya ini bukan karena keadaan ekonomi yang terdesak pada awalnya. Jadi banyak wanita pekerja seks yang awalnya dijebak atau dijual oleh seseorang. Seperti awalnya dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pelayan resto, namun setelah sampai di kota mereka ditinggalkan begitu saja di pusat karaoke atau lokalisasi. Karena alasan tidak tahu jalan, tidak membawa uang, tidak berani dan alasan lainnya mereka akhirnya memutuskan untuk menjalani apa yang ada dihadapannya. Jadi awalnya terjebak, namun karena mulai beradaptasi maka menjadi terbiasa dan memutuskan untuk lanjut bekerja sebagai wanita pekerja seks. Kebanyakan dari mereka sudah merasa tidak berdaya dan langsung menyerah dengan keadaan, terlebih didesak dengan keadaan ekonomi.
  3. Pilihan. Nah, tipe yang ketiga inilah yang banyak orang tidak tahu. Banyak cerita miris yang aku dapatkan dari para wanita yang akhirnya memutuskan menjadi pekerja seks. Walaupun banyak dari mereka yang terpaksa memilih karena murni himpitan ekonomi (biasanya janda yang ditinggal meninggal, punya banyak anak), namun ada juga yang diakibatkan oleh faktor lain. Salah satunya ialah faktor ekonomi yang ditunggangi oleh faktor sakit hati. Jadi aku pernah secara intim berbicara dengan salah satu wanita pekerja seks di SK. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia adalah penjaja kue keliling dari desa ke desa. Setiap pagi bangun jam 3 pagi untuk membuat adonan kue agar paginya bisa segera dijajakan. Karena suatu hal, ia dilecehkan oleh keluarganya hanya karena ia miskin. Sejak saat itu, ia bertekad melakukan segala upaya untuk menjadi kaya, dan mungkin gelap mata jadi dia terpaksa menjadikan pelacur sebagai jalan untuk bisa meraih kekayaan. Nah, ada lain cerita lagi yaitu dari korban perkosaan. Banyak wanita pekerja seks yang ada di SK adalah korban perkosaan. Mereka menganggap bahwa diri mereka sudah tidak lagi berharga dan memilih untuk menjual diri.

Nah setelah tahu beberapa pengklasifikasian wanita pekerja seks diatas, maka ini sangat berhubungan mengapa ada beberapa PSK yang tidak mau diajak ciuman. Dari hasil survey pribadi, maka tipe wanita pekerja seks yang cenderung enggan diajak berciuman atau melakukan sesuatu yang lebih intim ialah yang tipe ketiga. Mengapa? Karena kebanyakan dari mereka memilih pekerjaan tersebut semata-mata untuk uang, bukan untuk senang-senang, sehingga tidak ingin ada kontak emosional yang terjalin. Ciuman, pelukan, belaian ialah salah satu bentuk dari love bounding. Saat seorang wanita pekerja seks luluh karena love bounding tersebut maka akan timbul benih-benih asmara yang banyak dimanfaatkan laki-laki hidung belang sebagai sarana untuk mencari seks gratisan. Banyak juga dari mereka yang benar-benar bekerja untuk menghidupi kebutuhan keluarganya di desa. Sehingga, mereka akan menutup celah serapat-rapatnya agar fokus bekerja tidak berubah menjadi fokus ke hedonisme dan yang-yangan.

Jika kita semua mau open mind, sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan wanita pekerja seks, terlebih soal urusan ranjang. Sekilas memang nggak nyambung sih, apa coba hubungannya sama PSK ciuman dengan kepuasan wanita di ranjang.

Banyak pria yang mempermasalahkan ukuran ukuran penis untuk memuaskan wanita, padahal bukan itu yang sebenarnya diinginkan wanita. Ukuran Mr.P itu hanya berpengaruh pada sugesti saja karena mungkin sering dengar kalo pria perkasa itu pria yang punya penis besar dan panjang.

“Masters and Johnson research: penis size having no physiological effect on female sexual satisfaction.”

Sebab secara fisik ukuran penis tidak menentukan fungsi ereksi dan fungsi seksual pada umumnya, yang terpenting ialah perkembangannya sudah mencapai tahap perkembangan yang normal. Selain itu, salah satu faktor penting yang tidak boleh dilupakan ialah  seorang wanita akan menjadi lebih puas saat diperlakukan dengan spesial oleh pasangan dan tidak dianggap hanya sebagai objek seks. Sehingga, saat wanita bahagia dengan hubungan yang dijalani, maka dapat dikatakan relatif puas dengan kehidupan ranjangnya. Love bouding sangatlah penting.

Yap, semoga apa yang aku sharingkan bisa menjawab pertanyaan dan bisa menambah wawasan untuk yang lainnya. Jika ada pertanyaan, silahkan bisa lewat komen atau kalo ada yang mau tanya secara private silakan lewat email: celotehyori@gmail.com dengan subject: tanya yori

see you!

 

voyeurisme

Voyeurisme: Kenikmatan di Balik Celah

Dulu sewaktu aku kecil ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa “Saat matamu timbilen atau beleken, berarti itu adalah akibat dari ngintip di kamar mandi”. Pernah aku beberapa kali kena sakit mata, dan selalu malu saat ingin berangkat sekolah. Bukan malu karena penyakitnya, namun yang bikin malu ialah ejekan teman-teman yang menjudge bahwa aku baru saja mengintip orang mandi.

Aku tak tahu, apakah generasi millenial sekarang ini mengalami apa yang sempat aku alami 15 tahun yang lalu. Dan sepertinya sih engga ya, karena mitos-mitos zaman dulu yang nggak masuk akal sudah mulai tergusur dengan logika dan teknologi wkwkw.

Nah ngomong-ngomong soal ngintip, kemarin saat aku sedang ngecek web yang hampir berdebu, aku mendapatkan coment di postinganku “Dipamerin Titit” dari seorang wanita yang menanyakan hal berkaitan dengan kehidupan seksualnya. Singkatnya, wanita itu bercerita bahwa akhir-akhir ini ia merasa ketagihan mengintip lawan jenis yang sedang mandi dan dia merasa bingung karena aktivitasnya itu semakin membuatnya penasaran dan terangsang.

Secara literatur psikologi, sebenarnya apa yang diceritakan cenderung ke arah penyimpangan seks yang dinamakan voyeurisme. Voyeurisme sendiri ialah kondisi dimana seseorang mendapatkan kepuasan seks dengan cara mengintip orang lain yang sedang tak berbusana atau yang sedang berhubungan seks. Kebanyakan kasus dialami oleh pria, namun tidak menutup kemungkinan wanita juga bisa mengalaminya. Untuk mencapai orgasme, seorang voyeur akan melakukannya sambil masturbasi atau onani. Hal itu bisa dilakukan sambil mengintip, ataupun dilakukan setelahnya dengan sambil mengingat apa yang telah dilihat dan bisa juga dibumbui dengan imajinasi seksnya. Karena aktivitas mengintip ini dilakukan secara diam-diam, maka voyeurisme sangat jarang terjadi kontak antara orang yang diintip dan yang mengintip.

voyeurisme

sumber: google.com

Menurut American Psychiatric Association dalam Diagnostic and Statistical Mannual of Mental Disorder fourth edition (DSM-IV), kriteria diagnosa untuk voyeurisme ialah seperti berikut :

  1. Seseorang dengan kebiasaan melihat orang yang sedang telanjang, menanggalkan pakaian, atau orang lain yang sedang melakukan aktivitas seksual, yang dilakukan untuk membangkitkan hasrat seksual, dilakukan berulang kali, dan terus menerus dalam kurun waktu minimal 6 bulan.
  2. Pelaku voyeurisme mengalami penderitaan dan frustasi berat sehingga mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, dan aktivitas hariannya yang lain disebabkan oleh fantasi seksual dan kegiatan pengintipannya.

Sebenarnya tidak ada penyebab secara spesifik yang membuat seseorang menjadi veyourisme. Namun beberapa ahli menyebutkan bahwa tindakan voyeurisme merupakan salah satu bentuk pertahanan ego agar tidak mengalami perasaan takut yang berlebihan dan memori yang direpres. Selain itu, juga berhubungan dengan fiksasi ego di tahap pregenital dalam perkembangan psikoseksual. Haha mumet ya? Intinya, seseorang yang mengalami voyeurisme perkembangan sosial dan seksualnya tidak matang, tidak berkembang sehingga kurang memadai untuk bisa menjalani relasi seperti orang dewasa pada umumnya. Namun juga ada juga pandangan lain yang menyebutkan bahwa perilaku tersebut merupakan hasil dari proses conditioning atau pengondisian secara terus menerus sehingga membentuk sebuah pola atau kebiasaan tersebut.

Jadi misalnya, saat pertama kali didasarkan oleh dorongan rasa penasaran yang sangat tinggi. Walaupun takut, namun rasa penasaran terus mendorong untuk melakukannya. Saat mengintip itu munculan sensasi-sensasi aneh yang cenderung ke arah seksual seperti muncul rasa terangsang sehingga ingin melakukan masturbasi. Dan begitu pula seterusnya. Jika pola tersebut terus menerus dilakukan, otomatis akan terjadi suatu penguatan terlebih mendapatkan perasaan nikmat berupa orgasme terselubung.

Lalu bagaimana solusinya?

Kalo aku sih menyarankan untuk segera menemui seseorang yang memang ahli dalam bidangnya. Sebab, jika perilaku menyimpang tersebut terus dipelihara maka akan menyulitkan dan menjadi sumber masalah di kemudian hari.

Yap! Segitu dulu penjelasan dariku. Jika ada yang mau tanya lebih lanjut silahkan coment atau japri juga boleh 😀

 

 

 

 

 

Masturbation

ONANI

Bagi kalian yang udah dewasa, mungkin udah nggak asing lagi ya sama yang namanya onani. Bisa dibilang, onani merupakan suatu kegiatan merangsang diri sendiri untuk bisa menyalurkan hasrat seksual. Seringkali, orang tidak menyebutkan aktivitas seksual tersebut dengan istilah onani, mereka biasanya menggunakan kata ganti lain seperti ngocok, misalnya. Onani itu bisa juga diistilahkan dengan sebutan masturbasi. Maturbasi berasal dari bahasa Yunani yaitu Manus (tangan), stuprate (penyalah gunaan)yang artinya penyalah gunaan tangan atau dalam istilah ilmiah Coitus Interruptus. Sebenarnya, onani tidak hanya dilakukan dengan menggunakan tangan, namun bisa juga menggunakan alat bantu. Selain itu, onani tidak terbatas gender sehingga tidak hanya pria, wanita juga punya perluang besar melakukan onani.

Sejarah Onani

Sama seperti hal lain, onani juga punya sejarahnya sendiri. Sejarah onani ini lebih dominan pada alkitab kristen yang terdapat pada Kejadian 38:6-10. Kisah tentang seorang penmuda bernama Onan yang bingung karena ia diperintah oleh ayahnya yang bernama Yehuda untuk menikahi janda dari almarhum kakaknya. Karena tidak ingin janda tersebut hamil, maka setiap kali berhubungan seksual Onan mengeluarkan spermanya di luar tubuh janda tersebut. Namun, cara tersebut membuah Tuhan murka, dan akhirnya Onan mati.

Selain kisah dari Alkitab, ada pula sejarah tentang onani yang berasal dari Zaman Mesir Purba. Jika di lacak dari kitab-kitab kuno Mesir, konon onani menjadi salah satu ritual beribadah kepada para Dewa Matahari.

Cerita Onani juga bisa dilacak dalam kebudayaan Yunani Kuno. Seorang wanita Yunani bernama Metro, memiliki teman wanita bernama Coritto. Mereka adalah dua sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Di suatu hari Metro bermaksud meminjam dildo, sebuah alat berbentuk alat kelamin laki-laki milik sahabatnya itu. Namun sayang, Coritto telah meminjamkannya pada orang lain. Metro begitu terobsesinya pada dildo, ia menanyakan pada sahabatnya di mana alat itu dibuat dan ia terinspirasi untuk membuatnya sendiri. Kemudian ia mendatangi ahli pembuat dildo dan minta dibuatkan yang sama seperti Coritto.

Pandangan soal Onani

Banyak yang menganggap onani adalah hal yang sangat tabu dibahas. Sehingga tak jarang, ketika ada seorang yang ingin bertanya soal onani saja ia akan merasa sangat cemas karena takut dihakimi.Seperti pada Abad Pertengahan, masturbasi dianggap sebagai kegiatan terlarang bahkan dianggap kelainan. Para filsuf semperti Immanuel Kant menganggap mastubasi adalah akar kebejatan masyarakat. Secara moral, masturbasi dianggap sebagai sebuah penyakit menyeramkan.

Namun saat ini, kegiatan merangsang alat kelamin mulai dipandang dengan perspektif yang lebih liberal. Salah satunya disebabkan dari riset penting yang dilakukan oleh seksolog Alfred Kinsey yang melakukan penelitian mendetail tentang seksualitas manusia di University of Indiana. Menurut penelitiannya, masturbasi tak ada hubunganya dengan gangguan apapun.Dr. Eli Coleman, seorang profesor di Departemen Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, University of Minnesota mendukung penggunaan adanya alat bantu seks untuk membantu seseorang mengenali tubuh dan seksualitasnya. Karena menurutnya, mastubasi adalah bentuk ekspresi seksual yang sehat.

Manfaat Onani

Pergeseran pandangan soal onani yang kini cenderung positif ternyata dimanfaatkan sebagai sebuah bisnis di Jepang. Jepang memang sangat identik dengan industri seksnya, namun ini berbeda. Sebab baru-baru ini “whitehands” menjadi topik hangat karena memberikan jasa bantu onani untuk orang-orang berkebutuhan khusus. Jasa ini ditujukan untuk membantu pelepasan seksual bagi penderita paralisis dan gangguan otot yang tidak dapat bermasturbasi secara normal. Sama seperti orang normal, orang berkebutuhan khusus juga memiliki hasrat seksual yang butuh dilepaskan. Oleh karena iti, jasa ini diadakan demi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dampak Buruk Onani

Walaupun kini sebagian masyarakat menganggap masturbasi adalah hal lumrah dan bahkan sehat, namun pada kenyataanya melakukan masturbasi berlebih ternyata malah dapat memperburuk kesehatan. Banyak kasus ditemukan tentang penis yang lecet dan berdarah serta perempuan yang terlalu sering menggunakan vibrator sampai kulit vaginya terluka. Selain gangguan secara fisik, terlalu banyak onani juga dapat berdampak buruk terhadap sisi psikologis, seperti ketergantungan, cemas, merasa berdosa, bahkan hingga  ejakulasi dini.

Kesimpulan

Bicara soal masturbasi memang tidak bisa digeneralisir untuk semua orang. Setiap orang punya pandangan masing-masing terhadap seksualitasnya. Salah satu hal yang terpenting adalah, keyakinan dalam diri. Jangan sampai keyakinan tertentu soal masturbasi (entah yang pro atau yang kontra) malah menjadikan masalah baru. Jika kamu pro, lakukan lah sewajarnya. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ibaratnya, seseorang yang terlalu banyak minum vitamin C juga malah bisa mengalami kerusakan ginjal. Dan jika kamu kontra, maka yakini saja bahwa itu baik untukmu. Yang terpenting, jangan sampai keyakinanmu itu malah membuatmu bermasalah. Sebab banyak kasus yang seseorang stress karena merasa sangat berdosa besar setelah melakukan masturbasi.

Ingatlah, tubuhmu adalah otoritasmu.

 

Fetishism

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kerabat yang bercerita padaku tentang perilaku aneh yang dialami oleh saudaranya, sebut saja Z. Perilaku aneh Z tersebut sudah pada taraf mengekhawatirkan keluarga dan meresahkan lingkungan sekitar. Perilaku mencuri dalam wanita saat di jemur membuat Z hampir saja diamuk masa. Kerabatku itu menceritakan bahwa perilaku itu bukan pertama, namun sudah diulang beberapa kali. Kerabatku mengatakan bahwa Z pernah bercerita kalo apa yang dilakukannya itu untuk tujuan suatu ilmu yang bisa menolong orang banyak. Namun itu juga masih belum jelas.

Dari kasus diatas, memang belum bisa dipastikan apakah perilaku Z termasuk pada penyimpangan perilaku seksual atau bukan. Tapi, dari kasus tersebut aku jadi ingin membahas lebih lanjut tentang perilaku seks menyimpang yang berhubungan dengan dalaman wanita hehehe..

Pastinya sudah pada denger donk di berita-berita tentang kriminal yang tertangkap tangan mencuri dalaman wanita? Setelah diselidiki ternyata kriminal itu menyimpan banyak hasil curiannya dan digunakan agar bisa mencapai orgasme. Orgasme bisa mencapai titik klimax tertinggi dengan mencium-cium bahkan menggosok-gosokkan dalaman pada alat kelamin. Bagi mereka itu wajar-wajar saja, namun bagi orang lain akan melihat perilaku tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.

Dalam psikologi, perilaku menyimpang jenis ini disebut dengan Fetishism, yaitu penyimpangan seksual dimana individu melakukan aktivitas-aktivitas seksual yang melibatkan objek tertentu yang bisa merangsang munculnya fantasi seksual dan gairah seksualnya sehingga bisa mencapai orgasme. Sebenarnya fetishism tidak terbatas pada dalaman wanita saja, namun sangat banyak macamnya, misalnya stoking, bra, sepatu, kulit, dll.

Bila ditelusuri lebih dalam, ternyata di Indonesia sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki Fetish pada dalaman wanita. Iseng sih aku cari di google, ternayata ada group FBnya. Namun sayangnya, sudah lama nggak aktif. Mungkin sampai saat ini masih ada, namun terselubung. Dari group itu banyak hal yang bisa dicari tahu. Ternyata ada transaksi jual beli celana dalam juga loh. Bukan celana dalam baru, namun yang bekas pakai dan memang sengaja nggak dicuci. Selain bentuk celana dalam yang seksi, aroma vagina bekas pemakainya juga bisa meningkatkan libido mereka.

Group FB Celdamers

Group FB Celdamers1

Mereka juga pilih-pilih ketika ingin mencuri atau membeli celana dalam. Mereka akan dengan sangat cermat memilih kriteria wanita dari berbagai sisi. Misalya dari bentuk fisiknya, kepribadiannya, bahkan sampai kebiasaan-kebiasaanya. Bagi pencuri celana dalaman, biasanya mereka akan mengobservasi dulu, bisa dengan pura-pura sebagai petugas pengecek PAM, petugas pengantar paket, bahkan sampai pura-pura jadi pengamen. Sedangkan yang hanya pembeli celana dalam, seringnya mereka hanya melihat dari bentuk fisik dari foto yang tersedia.

Jadi sebenarnya, informasi-informasi yang didapat itu membuat mereka seakan sedang bersenggama dengan si pemilik celana dalam. Fantasi tentang wajah, bentuk tubuh, bahkan aroma membuat mereka makin bisa greeengg.

Nggak cuma kripik pedes aja yang punya bebergai level, Fetishism juga ada level-levelnya, lho..

 Level pertama: Pemuja (Desires)

Ini adalah tahap awal dan tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang.

Level kedua : Pecandu (Cravers)

Ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkat awal. Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, secara mental orang ini akan membuat dirinya “amat membutuhkan” barang –barang pemuas seksualnya. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan berpengaruh pada kehidupan seksualnya misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya orgasme.

Level ketiga : Fetishist Tingkat Menengah

Ini termasuk tingkat yang berbahaya, Fetishist akan melakukan apapun demi mendapakan objek yang dia inginkan, bisa dengan cara yang tak lazim seperti mencuri, merampas, bahkan menculik.  Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan bila apa yang diinginkan telah didapatkannya.

Level ke-empat : Fetishist Tingkat Tinggi

Lebih sadis dari level ketiga, pada tingkat ini seseorang tidak akan peduli dengan hal lain di luar fetish-nya. Misal Fetish seseorang adalah dalaman wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu, hanya dalamannya saja. Dan yg lebih parah adalah bila Fetish seseorang adalah objek berupa bagian tubuh, dia hanya membutuhkan bagian tubuh orang itu saja dan tidak peduli dengan orang yg memiliki bagian tubuh itu sendiri. Apapun dilakukan, walau dengan cara sadis sekalipun.

Level kelima : Fetishistic Murderers

Pada tingkat ini memang sudah sangat parah. Seorang fetishme rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan fetish yang diinginkan.

Jika ada kerabat atau bahkan kamu sendiri yang memiliki hal-hal yang mirip dengan apa yang aku tulis, segeralah cari informasi lebih lanjut atau pergi ke psikolog profesional yang bisa membantu. Tenang saja, perilaku menyimpang bisa disembuhkan bila ada kebutuhan untuk merubahnya.

fake taxi

FAKE TAXI

Fake = palsu dan Taxi = taksi

Sekilas bila diartikan kata demi kata, memang kaga ada yang aneh sih sama dua kata diatas itu.  Siapa sih yang nggak tau taksi? Salah satu moda transformasi yang udah ada dari beberapa puluh tahun lalu. Dan semua juga sudah sangat familiar dengan kata palsu, sebuh kata yang memiliki sifat berkebalikan dengan kata asli. Taksi Palsu, berarti bukan taksi beneran, sederhananya begitu.

Tapi sayangnya, fake taxi bukanlah fake taxi dalam arti sesungguhnya. Banyak orang yang masih belom paham apa sebenernya fake taxi. Mereka pikir, itu adalah trend yang wajib diikutin karena alasan kekinian atau biar dianggap up to date dan k e r e n. Ada yang pasang strikernya di motor, ada juga yang sudah berupa kaos dan topi, dan ada juga nih yang memang sengaja memodif mobilnya persis dengan fake taxi. Bahkan ada juga loh di beberapa daerah di Indonesia yang bikin komunitasnya. Walau banyak kegiatan positif yang komunitas tersebut lakukan, namun ya karena penggunaan nama yang kurang pas bisa mengkaburkan hal-hal baik yang sudah dilakukan. Memang ada ungkapan, “apalah arti sebuah nama”, tapi karena nama adalah sebuah identitas, alahkah afdolnya kalo dibarengi dengan pemilihan nama yang baik pula.

FYI, Fake Taxi itu adalah salah satu jenis scene di filem bokep. Adegannya memang sengaja dikondisikan seperti di sebuah taksi. Untuk memudahkan melihat adegan maka dipasang beberapa hidden camera di setiap sudutnya. Pemerannya siapa? Ya penumpang dan sopirnya. Apakah ini real? Offcourse No! karena ini hanyalah settingan belaka. Untuk memenuhi fantasi-fantasi liar penikmat bokep, maka para pemilik PH dengan berbagai cara, salah satunya  menggunakan setting seperti ini. Penggemarnya banyak banget. Begitu disebut fake taxi, sudah banyak orang yang mengidentikkan dengan film bokep.

Banyak yang salah kaprah memaknai Fake Taxi sebagai trend. Sangat disayangkan ketika aku melihat secara langsung beberapa atribut berupa stiker, jaket, topi, dan kaos yang dijual secara bebas. Bisa jadi karena mereka nggak ngerti sebenernya fake taxi itu apa, tapi bisa juga karena trend yang membuat mereka jadi ikut-ikutan pake. Dan parahnya permintaanya bejibuuun. Mulai dari yang mahal sampe yang kelas pinggir jalan juga ada.

Saranku, berhati-hatilah ketika memakai sesuatu yang tertera suatu simbol atau lambang yang nggak terlalu familiar. Cari tau dulu. Kalo udah tau, ya mulai deh dicerna itu memiliki makna yang baik atau enggak. Kalo udah tau jelek dan maksa masih mau make karena gegera trend “bad” ya balik lagi deh ke pilihan.

lukisan perdagangan perempuan di timur tengah

Pelacuran di Timur Tengah

Pastinya semua sudah pada tahu kalo yang namanya zina itu sangat diharamkan untuk umat muslim. Sebagian besar negara muslim melarang adanya perzinahan terlebih yang teroganisir. Namun sayangnya, fakta dilapangan berkata lain. Walau dilarang, namun angka pelecehan sangat tinggi, terlebih pelacuran tetap saja bisa berkembang pesat di negara mayoritas muslim. Berikut ini, beberapa negara dengan angka pelacuran yang tinggi:

ARAB SAUDI

Arab Saudi terkenal dengan Mekah dan Madinah yang terdapat Masjidil Haram dan Masjid Nabawinya. Banyak orang muslim seluruh dunia ingin sekali pergi ke sana untuk beribadah. Selain untuk beribadah, Arab Saudi memiliki magnet yang sangat kuat juga untuk para tenaga kerja asing, contoh realnya Indonesia. Banyak wanita Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi TKW agar hidupnya lebih sejahtera dan bahagia. Namun, sayangnya tak semua harapan menjadi TKW yang sukses itu diraih. Banyak hal yang membuat TKW tidak betah dengan pekerjaan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mendapatkan kekangan, kekerasan bahkan sampai pemerkosaan, hingga membuat mereka melarikan diri dari majikan.

Saat kondisi terdesak itulah, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi mereka dengan memberikan tempat singgah, makanan, dan pakaian. Para mafia yang memanfaatkan kondisi para TKW yang kabur itu pada akhirnya memaksa mereka untuk menjadi pelacur dengan dalih untuk membayar semua fasilitas di tempat singgah yang telah diberikan.

Tentu saja si TKW tidak mempunyai uang buat pengganti. Mereka pun terpaksa menerima ‘paksaan’ dari mafia untuk menjadi pelacur. Pelanggannya kebanyakan para kuli atau tenaga kasar dari Pakistan, Bangladesh, India, dan negara-negara Afrika. Sedangkan, uang jasa pelayanan seks itu hanya 50 riyal untuk lima atau bahkan 10 orang. Tak bisa dielak, pelacuran di Arab Saudi didominasi oleh pelacur dari Indonesia. Karena terlanjur dikenal sebagai pemasok pelacur di Arab Saudi, orang Pakistan, India, dan Bangladesh menganggap semua TKW Indonesia adalah pelacur. Ada anggapan yang menyebar disana bahwa  bagi orang India dan Pakistan, orang Indonesia itu syarmuth (pelacur). Buseet!

TURKI

Sejak akhir abad ke-19, wilayah Turki sudah sangat marak dengan adanya bisnis seks. Pelacuran atau yang sering disebut Fuhus di Turki, berkembang pesat di media 1870an, terutama di kota terbesar di Turki seperti Istanbul. Distrik Beyoglu, layaknya jadi “surga” bisnis seks di Istanbul, setidaknya hingga 2001.

Prostitusi dilegalkan oleh pemerintah Turki saat Turki sudah menjadi negara republik modern pada tahun 1923. Sama seperti negara-negara lain, perdagangan manusia untuk tujuan bisnis seks juga menjadi problematika untuk  pemerintah Turki sendiri. Para pelacur seringkali  diselundupkan ke Turki melalui Turkmenistan, Uzbekistan, Armenia, Moldova, Kyrgyzstan, Belarusia, Bulgaria, Ukraina dan bahkan ada yang dari Indonesia. Mereka tersebar tidak hanya di Istanbul, namun juga di Ankara, Bursa, serta Izmir. Tarif  penjaja seks menawarkan diri tidur dengan bayaran Rp 200 ribu per jam. Setiap hari, para perempuan pemuas nafsu itu bisa melayani hingga 15 lelaki hidung belang.

DUBAI

Prostitusi terselubung juga terjadi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Pelacuran cenderung lebih rapi dalam menyembunyikan perilaku mereka hingga tidak pernah ketahuan oleh polisi syariah. Rata-rata hotel di Dubai biasanya memberikan layanan dengan menyediakan perempuan untuk menemani tamu yang kebanyakan dari Asia. Ketika tamu hotel ingin mengajak bercinta, maka dilakukan di dalam hotel karena pekerja seks dilarang untuk diajak keluar hotel dengan alasan apa pun.

LIBANON

Ibu Kota Beirut di Libanon Utara menjadi negara mayoritas berpenduduk muslim yang mengijinkan pelacuran diawasi hukum. Wilayah merah ini terletak di Kota Jounieh. Banyak bar dan hotel yang berada disana. Untuk bisa membeli seks, para laki-laki hidung belang harus rela membayar sebesar Rp 900 ribu hanya untuk tiga jam. Para pelacur yang bekerja di Libanon kebanyakan berasal dari Ukraina, Rusia, Maroko, dan Republik Dominika. Sedangkan para pria pemburu seks yang datang  rata-rata berusia 50-60 tahun yang beralasan jenuh pada kehidupan rumah tangganya. Ckckckc..

 

pedofilia

Tentang PEDOFILIA

 

Semenjak berita dibekuknya para admin Group Facebook Pedofilia, banyak orang yang membicarakan kasus ini. Gimana enggak, group yang membernya lebih dari 5k pengikut itu sangat amat vulgar membahas tentang perilaku mereka yang memiliki ketertarikan seks pada anak-anak kecil. Sudah banyak banget postingan atau coment-coment di dalam group itu bagaimana melihat anak kecil hanya sebagai objek pelampiasan seks.

Dibalik itu semua, banyak muncul pertanyaan. Sebenernya pedofilia itu apa sih?

Arti Pedofilia

Pedofilia / paidophilia  sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani, yaitu pais yang berarti anak-anak dan  dan philia yaitu cinta atau persahabatan. Bila diartikan dari kata per kata memang berarti mencintai anak-anak, namun sebenarnya pedofilia adalah kecenderungan seseorang yang memiliki dorongan serta fantasi seks terhadap anak-anak.

Bukankah kita orang yang lebih tua dari anak-anak wajib mencintai mereka? Ya memang benar, kita wajib mencintai anak-anak dengan melindunginya, namun pada kasus tersebut pelaku tidak hanya sebatas “cinta” namun juga bisa sampai melakukan hubungan seks pada anak-anak.

Menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ), pedofilia masuk dalam gangguan preferensi seksual dengan kode F65.4 . Disebutkan pedoman diagnosisnya sbb:

  • Preferensi seksual terhadap anak-anak, biasanya prapubertas atau awal pubertas, baik laki-laki maupun perempuan
  • Pedofilia jarang ditemukan pada perempuan (bukan berarti tidak ada)
  • Preferensi tersebut harus berulang dan menetap
  • Termasuk: laki-laki dewasa yang mempunyai preferensi partner seksual dewasa, tetapi karena mengalami frustasi yang kronis untuk mencapai hubungan seksual yang diharapkan, maka kebiasaannya beralih pada anak-anak sebagai pengganti.

Sedangkan menurut DSM 5 :

Pedophilic Disorder 302.2 (F65.4)

  1. Over a period of at least 6 month, recurrent, intense sexually arousing fantasies, sexual urges, or behaviors involving sexual activity with a prepubescent child or children (generally age 13 years or younger)
  2. the individual has acted on these sexual urges, or the sexual urges or fantasies cause marked distress or interpersonal difficulty
  3. the individual is at least age 16 years and at least 5 years older than the child or children in criterion 1

note : do not include an individual in late adolescence involved in an ongoing sexual relationship with a 12 or 13 years old.

Tidak Semua Pedofilia Melakukan Tindakan Pelecehan Seks Pada Anak.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Herek (University of California) bahwa tidak semua pedofil berujung pada tindakan melakukan hubungan seksual pada anak. Ada juga pedofil yang hanya sebatas tertarik secara seksual namun tidak melakukannya. Mereka lebih memilih untuk memendamnya atau melampiaskannya pada alat bantu seks seperti child sex doll.

Pedofilia bisa dari Semua Orientasi

Pedofilia tidak tertarik pada gender seseorang, mereka lebih mementingkan kemudaanya. Mereka tidak tertarik dengan orang dewasa dengan gender apapun, yang terpenting bagi mereka adalah usia yang masih sangat muda atau anak-anak. Pedofilia bisa berasal dari semua orientasi, jadi anggapan pedofil itu sudah pasti homo adalah salah besar, karena toh buktinya banyak pedofil yang berorientasi hetero. Begitupun dengan profesi atau pekerjaan. Seseorang yang memiliki profesi atau status yang terhormat di lingkungan sekalipun juga bisa memiliki kecenderungan sebagai pedofil.

Lalu bagaimana Melindungi anak dari Pedofilia ?

Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai orang tua untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual salah satunya dengan cara pendidikan seksualitas yang komprehensif. Maksudnya komprehensif adalah berkelanjutan. Memberikan pendidikan seksual sesuai dengan usia anak. Misalnya, bagi anak-anak TK kita perlu memberitahu anak tentang anggota tubuhnya. Mana anggota tubuh yang boleh disentuh orang asing dan mana yang tidak. Dengan begitu anak mengenali bahwa tubuhnya berharga dan harus dilindungi. Pastinya pendidikan seksualitas pada anak TK berbeda dengan remaja, fase remaja sudah mulai mendekati masa-masa kematangan organ reproduksi sedangkan anak TK belum pada fase tersebut.

Bagaimana Bila Anda Pedofilia?

Memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak memang termasuk pada kelainan seksual. Mungkin bisa jadi sulit untuk disembuhkan, namun selalu ada kemungkinan untuk sembuh ketika ada kemauan. Menurutku, semua ketertarikan seks yang menyimpang itu berasal dari pola-pola yang menyimpang pula. Selalu ada trigger pencetusnya dan pastinya ada penguat perilakunya.

halal haram

Hubungan Seks Halal tapi Nggak Aman ?

Pertanyaan diatas kok kayanya terdengar aneh ya? Bukannya segala sesuatu yang Halal itu baik? Sesuatu yang baik itu pastinya juga aman kan ? Tapi coba logikanya dibalik, adakah sesuatu yang halal tapi tidak aman dan sesuatu yang tidak halal malah justru aman ? Bisa jadi ada.

Tulisan aku kali ini ingin share sesuatu konsep berpikir yang baru aja aku temukan di salah satu tulisan sekapur sirih sebuah buku. Buku yang berjudul “Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak” yang di tulis oleh Mantan Mentri Kesehatan Tahun 2009, Endang R. Sedyaningsih.

Diawal, ketika aku melihat buku ini di online-shop aku mengira buku ini hanya menceritakan tentang kisah-kisah pelacur Kramat Tunggak ketika sebelum digusur dan digantikan menjadi Daerah Islamic Centre. Ternyata dugaanku agak meleset, buku ini berisi lebih lengkap dari dugaan awalku. Buku ini berisikan konsep-konsep berpikir baru dalam melihat fenomena pelacuran, HIV/AIDS, dan yang menyertainya.

Aku tidak akan meriview buku dalam postingan ini, aku ingin berbagi tentang konsep yang baru saja aku dapatkan dan membuat aku menjadi lebih membuka pikiran lagi dan lagi. Konsep itu namakan saja konsep Halal-Haram dan Aman-Tidak Aman. Konsep tersebut dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh Irwan Julianto, seorang wartawan senior kompas dalam sekapur sirih yang berjudul “Meretas Stigma PSK sebagai ‘Penular’ HIV/AIDS”.

Secara simpelnya begini,

Halal Haram - Aman Tidak Aman

“Para istri yang melakukan hubngan seks yang halal dengan suami sah mereka ternyata banyak yang tidak aman hanya gara-gara suami mereka tidak melindungi diri (dengan kondom) ketika “jajan” seks komersial. Karena seks Halal yang Tidak aman menjadi relative lebih buruk jika dibandingkan dengan seks yang Haram namun aman, misalnya dilakukan oleh suami “jajan” seks komersial namun sadar infomasi HIV/AIDS, sehingga menggunakan kondom. Dengan demikian ia melindungi istri dan anak-anaknya dari kemungkinan penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS.”

Penjelasan diatas adalah asli (bukan saduran) dari buku yang aku baca. Menurutku, penjelasan diatas sangat masuk akal. Karena apa? Yak karena angka HIV/AIDS kini lebih banyak diderita oleh ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya. Ibu rumah tangga yang melakukan seks dengan “halal” malah terinfeksi, sedangkan wanita pekerja seks dijalanan yang melakukan seks yang “haram” justru terlindungi dari infeksi HIV/AIDS karena sadar dalam penggunaan kondom. Memang tidak semua para ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS karena suami jajan sembarangan bisa jadi sebab lain seperti kasus suami pengguna narkoba. Tapi kenyataanya kesadaran penggunaan kondom masih sangat rendah pada ibu rumah tangga, karena pertama unsur kepercayaan pada suami yang sangat tinggi.

Rasa-rasanya, memang hal itu sangat tidak adil. Mengapa seorang istri yang sudah menjaga diri dan melakukan sesuatu dengan “halal” malah terinfeksi HIV/AIDS. Hal itu tidak terlepas dari budaya dan value yang ada di masyarakat.

Hanya seorang wanita yang dituntut untuk menjaga kesucian hingga waktunya tiba, dengan segala tetek bengek aturannya. Sedangkan laki-laki dimaklumin dan dianggap wajar jika melakukan hubungan seks sebelum menikah baik itu atas dasar suka sama suka atau karena sukanya “jajan”. Bahkan adapula laki-laki beralasan mencari banyak pengalaman seks sebelum menikah demi memuaskan istri di kasur. Shit Mann.

Nggak heran kalau angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia masih dan semakin tinggi. Semua sudah dilakukan, berupa penjangkauan, edukasi seks aman, VCT gratis dll. Namun satu hal yang butuh usaha yang lebih besar, yaitu merubah paradigma tentang male-dominated-society. So, please open your mind.

Lakukan seks dengan aman, perkara halal dan haram itu hanya Anda dan Tuhan yang tahu.