Generasi Miskin NASIONALISME

Menjadi warga negara Indonesia, belum tentu mengerti Indonesia. Terdengar ironis, tapi memang kenyataannya demikian. Aku menyadari bahwa hal itu juga terjadi padaku. Dengan embel-embel “generasi muda” tapi  miskin akan jiwa nasionalisme.

Dulu, aku sangat menggebu-gebu untuk bisa berpergian ke luar negeri. Membanggakan negara ini negara itu, ingin ke negara ini negara itu. Ya, intinya sebuah kebanggan tersendiri bisa pergi ke suatu negara dan foto di salah satu iconnya yang terkenal. Sebenernya impian itu tak pernah salah, namun bagiku pribadi ada kesalahan berpikir yang sudah terjadi pada diriku. Aku membanggakan negara lain namun di satu sisi aku tak bangga dengan negaraku sendiri.

Waktu terus berjalan hingga pengalaman-pengalaman membawaku pada suatu pemaknaan yang berbeda. Beberapa orang Indonesia yang sukses di luar negeri ternyata memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Contohnya saja B.J. Habibie. Bagi kalian yang sudah menonton filmnya yang berjudul “Rudy Habibie” kalian akan menyadari bahwa kecintaanya sangat tinggi pada Indonesia. Film itu sebuah tamparan bagi diriku secara pribadi, karena selama ini kebanggaanku terhadap Indonesia sangat rendah. Mungkin terlalu tinggi bila melihat B.J. Habibie sebagai role model kita, kita bisa ambil contoh Pandji Pragiwaksono. Seorang stand up comedian yang bisa melakukan tour dunia dengan lawakannya. Ada salah satu video stand up nya penuh dengan aura nasionalisme.

Intinya, bahwa kesempatan pergi ke luar negeri akan selalu ada bagi kita yang siap. Siap dengan identitas kita. Siap dengan mental kita. Tak melulu orang luar negeri lebih cerdas daripada kita orang Indonesia yang polusi udaranya cukup tinggi. Tak melulu orang luar negeri lebih hebat daripada kita orang Indonesia yang sering makan tahu atau tempe. Ya semua itu hanyalah mentalitas kita saja.

Aku tak kan pernah mengubur impianku untuk bisa pergi ke beberapa negara, karena aku percaya dengan memperluas area jangkauan maka akan luas pula pengetahuanku kelak. Aku pun tak akan menggebu seperti dulu dengan memaksakan diri menulis rencana ke luar negeri yang selalu gagal karena tidak ada action. Kini aku memulainya dengan mencintai negeriku terlebih dahulu. Aku ingin suatu saat nanti bisa berkeliling Indonesia. Bukan hanya untuk traveling semata, tapi juga untuk mengetahui setiap budayanya, yap budaya SEXnya. Karena tiap daerah pasti punya kultur dan tradisi seks yang beraneka ragam. Sungguh pekerjaan yang sangat menyenangkan bila aku bisa mendapatkan kesempatan itu.

Jadikan 17 Agustus bukan hanya sebagai ajang nonton acara upacara bendera di TV aja. Tapi jadikan itu sebagai kebangkitan nasionalisme dalam diri kita. Tak perlu memaksakan belajar tari trasional kalo kamu memang nggak ada bakat disitu. Cukup mencintai negara ini dengan merubah mentalmu, dengan melahirkan kembali budaya senyum, buang sampah di tempatnya, saling menghargai lagi dengan pemeluk agama lain, dll.

Cheers!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *