kids jaman now

Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di dunia pendidikan yang membuat miris. Beberapa waktu yang lalu, ada kasus perampokan yang disertai dengan pembunuhan yang dilakukan oleh dua siswa salah satu sekolah penjuruan Semarang. Sedangkan di Jawa Timur ada kasus murid yang menyerang seorang guru musik hingga tewas.

Apakah ini cerminan dunia anak zaman sekarang? Apakah ini semata-mata kesalahan anak? Atau ada pihak lain yang memang bertanggung jawab atas hal ini?

Sebelum aku melanjutkan, aku jadi teringat kejadian tempo lalu. Kejadian ini bukan kejahatan yang dilakukan oleh anak zaman now. Tetapi ini pengalamanku yang diperlakukan kurang sopan oleh orang yang jauh lebih tua dariku.

Jadi begini ceritanya. Di depan pagar rumahku ada sebuah pohon belimbing wuluh atau belimbing sayur. Kebetulan pada musim-musim seperti ini belimbing wuluh berbuah sangat banyak. Hingga tak heran buahnya diambil untuk kepeluan masak oleh orang-orang yang lewat.

Hingga suatu hari aku mengalami kejadian yang kurang enak. Saat aku sedang membereskan tanaman di teras rumah, ada seorang ibu-ibu yang tanpa permisi langsung mengambil belimbing wuluh yang aku ceritakan tadi. Kebetulan ibu-ibu itu diantar oleh suaminya dengan menggunakan sepeda motor. Si Bapak melihat keberadaanku dan meminta istrinya untuk bilang permisi padaku. Tapi dengan wajah yang sedikit masam ibu-ibu itu hanya melengos dan hanya mengatakan “halah, ora usah!” (halah, tidak perlu!).

Sontak aku kaget mendengar perkataan ibu-ibu itu. Kok begitu banget ya?

Sebenarnya, aku pribadi tidak marah dengan apa yang ibu-ibu itu lakukan. Aku justru bersyukur ternyata belimbing wuluh yang ada di depan rumahku bermanfaat untuk orang banyak. Tapi yang aku sayangkan sikap ibu-ibu itu yang kurang menunjukkan tata cara yang baik saat meminta sesuatu.

Ini bisa menjadi contoh bahwa sebenarnya sikap orang tua itu sangat bisa menurun pada anaknya. Ingatlah anak merupakan peniru yang hebat. Apa yang dilakukan orang tuanya entah itu baik atau buruk bisa sangat mudah anak tiru dan perlakukan ke orang lain.

Jadi bisa dibilang apa yang terjadi pada anak-anak zaman now bukan semata-mata kesalahan anak. Sebelum masuk sekolah, pendidikan dasar anak berada di keluarga. Dan walaupun sudah masuk sekolah sekalipun, keluarga tetap memiliki kewajiban dalam mendidik anak. Bila orang tua kurang mencerminkan sikap sopan santun terhadap orang lain bisa jadi anak juga akan melakukan hal yang serupa.

kids jaman now
Selain itu perlunya menyadari bahwa ada gap atau jarak yang cukup besar antara orang tua dengan anak-anak muda. Orang tua selalu ingin diperlakukan selayaknya memiliki kasta yang lebih tinggi oleh anak muda, sehingga untuk bilang “minta” saja sudah gengsi duluan. Gap yang besar ini sebenarnya membuat antar generasi memiliki missing link. Mungkin banyak sekali kita temukan di lingkungan keluarga atau terdekat bahwa banyak orang tua yang memaksakan keinginannya pada anak. Mereka mengatakan bahwa itu yang terbaik untuk anak, padahal kenyataanya orang tua tidak memahami apa yang sebenarnya anak butuhkan. Saat gap ini menjadi semakin besar, maka munculah perilaku-perilaku “menyimpang” anak-anak zaman now yang kadang terasa tak masuk akal.

Jangan salah, anak-anak zaman now itu tidak selalu buruk. Banyak kids zaman now yang memiliki prestasi melebihi usia. Banyak anak-anak zaman now yang sudah sukses sebelum ia dewasa. Kemudahan dan kecanggihan teknologi tak semata-mata dipergunakan untuk hal negatif, justru mereka memanfaatkan kemudahan yang ada untuk bisa mempercepat langkah dan memaksimalkan usaha yang mereka lakukan.

Jadi jangan salahkan anak-anak zaman now yang banyak dicap sebagai generasi micin. Lihatlah dari sudut pandang yang lebih luas agar kita tak mudah melabel anak dengan negatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here