http://celotehyori.com

Liburan panjang kemarin aku dan tim mendapatkan kesempatan untuk mengisi kelas liburan anak-anak sekolah. Holiday Class tersebut diselenggarakan oleh sebuah komunitas yang fokus pada perkembangan karakter anak dari usia 1 – 12 tahun.

Kelas liburan berlangsung selama dua minggu dan aku mendapatkan dua sesi, yaitu satu sesi di tiap minggunya.

Minggu Pertama

Pada sesi pertama aku memberikan materi tentang cita-cita dan kepercayaan diri. Mengenalkan anak-anak tentang cita-cita itu bisa lewat mana saja, bisa dari hal-hal yang disukai seperti hobi ataukah dari tokoh-tokoh yang selama ini mereka kagumi. Sebagian besar anak-anak masih bingung ketika ditanya apa cita-citanya, namun beberapa diantaranya justru memiliki banyak cita-cita. Ada yang mau jadi polisi dan jadi chef, jadi pilot dan pemadam kebakaran dan lain-lain. Tapi tak mengapa, belum terlambat untuk ayah bunda mengenalkan jenis-jenis profesi pada anak. Biarkan anak-anak mengekplorasi apa yang mereka inginkan dan jangan dipaksa harus menentukan apa cita-citanya saat itu juga. Dalam materi ini aku juga menyisipkan tentang materi kesetaraan gender.

Dalam pembawaan materi tentunya dikemas dengan seru dan mengaksyikan. Mulai dari dongeng, menyanyi bersama, menonton film dan juga menuliskan apa yang menjadi cita-cita.

http://celotehyori.com

 

http://celotehyori.com

http://celotehyori.com

Minggu Kedua

Nah pada minggu kedua ini bisa dikatakan anak-anak yang datang lebih banyak dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Mungkin karena temanya memang menarik dan lain biasanya ya hehe.. Materi yang aku bawakan pada sesi terbut ialah Seks edukasi dan Ekpresi Emosi.
Sebenarnya dua materi ini berkesinambungan, namun agar lebih memudahkan untuk dipahami anak-anak maka disajikan secara terpisah. Sesi materi kala itu anak-anak memperhatikan dengan sangat seksama. Berbeda dengan minggu sebelumnya, beberapa anak masih sibuk main sendiri dan lari-lari sendiri hehe..

Yaap tak heran mengapa anak-anak lebih excite, karena aku tak sendiri. Aku ditemani dengan boneka MoCi, yaitu boneka peraga seks edukasi yang aku beri nama Momo dan Cici. Penyampaian materi dengan alat peraga selain menarik, anak juga menjadi lebih mudah memahami tentang materi yang disampaikan.

http://celotehyori.com

http://celotehyori.com

Inti dari seks edukasi yang aku sampaikan pda sesi kali itu ialah agar anak lebih memahami dan menjaga area privasi mereka, memahami bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang asing, dan juga bagaimana mereka merawat kebersihan tubuh.

Dan materi terakhir di sesi kedua ialah tentang ekspresi emosi. Anak-anak juga perlu diajarkan untuk sadar emosi sedari dini. Ketika marah, mereka juga perlu tahu apa alasan mereka marah, dan begitu juga sebaliknya ketika senang mereka juga perlu memahami apa yang membuat mereka senang. Dengan begitu sebenarnya anak secara tidak sadar sudah belajar tentang kepekaan emosi diri sendiri dan tentunya pada orang lain.

Selain mengenalkan tentang kesadaran beremosi, anak-anak juga aku beri pemahaman tentang apa itu cinta. Bagi anak-anak, cinta yang mereka pahami ialah semacam pacar-pacaran. Sehingga ketika ditanya apa itu cinta, anak-anak langsung bergidik dan mengatakan bahwa itu hanya untuk orang dewasa. Pemahaman ini tentu saja didapatkan anak-anak dari lingkungan dan tontonan televisi yang sering mereka lihat. Oleh karena itu, mendefinisikan ulang tentang cinta pada anak-anak tentang cinta itu sangat penting. Cinta itu bukan pacar-pacaran, tapi perasaan kasih sayang yang tulus pada orang lain seperti orang tua, teman, guru dan juga pada diri sendiri. Nah salah satu cara mengungkapkan rasa cinta ialah dengan mengekspresikannya melalui gambar. Lihat deh gambar-gambar mereka, lucu-lucu dan bikin meleleh..

http://celotehyori.com

http://celotehyori.com

http://celotehyori.com

Senang rasanya bisa sharing dengan anak-anak. Seruuu dan bikin awet mudaa 😀

SHARE
Previous articlePenelitian – Penelitian Tentang Terapi Menulis
Next articleTerapi Menulis Transaksional Untuk Penyembuhan Trauma
celotehyori
Yoke Indira Diana Mayorita, S.Psi, M.Psi, Psikolog Lebih sering dipanggil dengan YORI. Lulus Magister Profesi Psikologi Unika Soegijaprana Semarang jurusan Klinis Dewasa. Tergabung sebagai anggota HIMPSI dan Asosiasi Seksologi Indonesia. Saat ini praktik sebagai psikolog klinis dan banyak menangani kasus klinis dewasa maupun remaja serta kasus-kasus yang terkait dengan permasalahan seksual. Aktif dalam memberikan materi terkait pendidikan seksualitas melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here