Panseksual
Hi Yori,
Sorry out of topic, saya bisex, dan ternyata saya baru menyadari kalau “mungkin”, saya ini pansexual, karena saya bisa suka juga dengan transgender. Bagi saya yang penting nyaman, obrolan nyambung, saling pengertian, dll, tanpa memandang gender.
Saya kurang mencari tahu tentang sexual, dan pansexual ini istilah baru bagi saya. Mungkin akan menarik kalau kamu membuat artikel tentang ini. Sepertinya istilah ini masih jarang terdengar ya di negara kita.
– Arif

 

Ngomongin soal gender buatku tak akan ada habisnya, karena gender itu sangat beragam. Nah beberapa waktu lalu ada comment masuk dari salah satu pembaca yang ingin aku membahas lebih lanjut soal PANSEXUAL. Di Indonesia sendiri, istilah pansexual memang masih asing, sebab yang popular ialah 4 gender yaitu Hetero, Homo, Bi dan Trans. Sehingga ketika ada seseorang yang menyebutkan soal Pan, maka yang mendengar akan mengernyitkan dahi.

Secara definisi, Pan berasal dari Yunani yang berarti segalanya. Sehingga orang yang mendefinisikan dirinya Pansexual ialah bias jatuh cinta dengan siapa saja tanpa memandang gendernya apa. Sehingga tak perduli orang yang dicintainya homoseksual, transeksual, atau biseksual sekalipun. Istilahnya cinta ya cinta aja, selama nyaman dan saling menerima kekurangan hehe. Oleh sebab itu ada yang mengistilahkan pansekual itu buta gender (gender blind).

Lalu jika ditelisik lebih dalam lagi ada yang dinamakan dengan Omniseksual. Nah loh?? Apaan lagi cob aitu. Omniseksual sebenernya mirip-mirip dengan Panseksual, yaitu bisa menyukai semua gender, namun kalo si Omni itu masih memperhatikan apa gender pasangannya, jadi lebih peduli aja sih. Sedangkan kalo Pan lebih ke bodo amat apa gender pasangannya dan bahkan dirinya sendiri.

Panseksual dan Biseksual tentu saja berbeda, jika biseksual hanya menyukai dua gender jika panseksual bisa lebih dari dua bisa sampai tiga atau bahkan empat gender.

Secara social masyarakat tentunya hal ini masih dianggap kurang wajar, karena tidak seperti pada umumnya. Akan tetapi kalua menurutku pribadi setiap orang berhak memiliki value masing-masing selama tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Selain itu dengan value yang dipegang diharapkan seseorang memiliki tanggung jawab lebih, sehingga bila kamu mengidentifikasikan sebagai panseksual yang notabene masih dianggap aneh oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia, maka kamu perlu berani untuk menanggung risiko yang ada. Risiko itu macem-macem ya, namun bukan berarti itu menjadikanmu mundur. Kalo kamuy akin dengan apa yang kamu jalani, maka berdaulatlah.

Btw, karena gender itu sifatnya liquid / spektrum maka kemungkinan bisa berubah. Yang tadinya kamu mendefinisikan sebagai Pan bisa aja jadi hetero atau homoseksual atau lainya.. 😊

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.