Crying Out is a painting by Steve K which was uploaded on March 25th, 2014.

Dalam beberapa waktu terakhir pada sesi konsultasi online, dm maupun melalui messager FB banyak yang menanyakan soal bagaimana bisa mencapai klimaks dalam hubungan seksual. Tentu saja pertanyaan ini banyak ditanyakan oleh kaum hawa yang mulai putus asa setelah beberapa tahun menjalani pernikahan tak kunjung mencapai puncak gairah.

Sebelumnya aku pernah menuliskan sebuah rangkuman dari buku yang aku baca berjudul “Seksologi Jawa”. Dalam buku tersebut penulis menceritakan bahwa seks merupakan sebuah perjalanan dan pendakian. Namanya sebuah perjalanan pasti kita perlu menetapkan tujuan. Entah jarak jauh atau dekat, setidaknya kita tahu mau kemana walau dalam perjalannya kadang mampir ke beberapa tempat sebelum sampai di tujuan akhir. Tentunya saat dalam perjalanan kita harus melewati proses terlebih dulu, mulai memilih moda transportasi apa yang ingin digunakan, lewat jalan alternatif atau jalan bebas hambatan, dan lain sebagainya. Karena kita tidak punya pintu kemana saja milik Doraemon sehingga kita tidak bisa langsung sekejap mata sampai pada tujuan.

Begitu pula perjalanan dalam mencapai klimaks. Wanita memiliki perjalanan yang lebih kompleks dibandingkan pria. Dalam perjalanan untuk bisa mencapai klimaks, seorang perempuan harus melalui 4 fase yaitu fase excitement, plateau, orgasme dan resolution.

credit: angsamerah

let me describe one by one..

1. Fase excitement

Pada fase ini bisa diartikan sebagai fase pertama wanita bisa merasakan rangsangan seksual. Sebelum mencapai fase pertama ini tentu saja wanita perlu memiliki minat sehingga memunculkan gairah seksual. Fase ini adalah fase yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Bila wanita sudah dalam kondisi tidak mood terlebih punya persepsi buruk soal seks maka akan butuh usaha lebih untuk bisa membantunya memiliki gairah pada seks. Soal persepsi negatif terkait seks, aku jadi inget sebuah cerita. Ada seorang wanita yang ingin sekali bisa mencapai klimaks dalam setiap hubungan dengan suaminya. Dia punya gairah seks yang bagus (tidak rendah), namun seketika padam ketika suaminya sudah mulai memposisikan tubuhnya di atas. Dia segera menolak suaminya dan langsung menarik selimut tanda enggan melanjutkan hubungan seksual. Setelah digali lebih dalam, ternyata dia memiliki pengalaman traumatis secara seksual di masa remajanya.
Bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam merasakan rangsangan secara seksual maka disarankan untuk memaksimalkan forplay. Forplay sangat penting sebagai pembuka dalam hubungan ranjang. Sesi forplay juga dimanfaatkan pasangan untuk mengekspresikan rasa kasih sayang dan cinta sehingga terjalin emotional bounding yang dalam.
Bagaimana forplay dan tips-tipsnya nanti aku tulis di artikel berbeda.

2. Fase Plateau

Bila fase pertama berhasil terlewati maka dilanjutkan pada fase plateau yaitu fase dimana kondisi ketegangan seksual yang tinggi. Dalam fase ini ditandai dengan ketegangan otot vagina dan lubrikasi yang semakin banyak. Fase ini otot vagina akan sering berkedut-kedut yang menunjukan bahwa tingkat gairah sedang tinggi. Fase palteau setiap perempuan itu berbeda-beda, ada yang membutuhkan waktu sebentar hingga bisa mencapai klimaks, waktu yang agak lama atau bahkan waktu yang sangat lama sekali sehingga tidak terburu sampai klimaks karena pasangan sudah ejakulasi duluan. Nah banyak wanita yang tumbang pada fase ini. Karena merasa terlalu lama merasakan gairah tinggi tapi tak kunjung mencapai puncak kenikmatan. Karena waktunya yang cenderung lama, sehingga perempuan merasa putus asa terlebih bila pasangan enggan belajar untuk menahan ejakulasi. Bila sudah demikian wanita menjadi merasa tidak pernah terpuaskan dan selalu menggebu untuk bisa mencapai klimaks bersama dengan pasangan. Ya memang tidak salah punya keinginan seperti itu, tapi sayangnya hanya fokus pada klimaks-klimaks dan klimaks, tanpa mau berproses..

Tak bisa dimungkiri, ini butuh kerja sama dengan pasangan. Bila ego pasangan hanya ingin klimaks sendiri tanpa mau menunggu waktu yang bersamaan dengan wanita maka akan nol besar. Padahal ketika laki dan perempuan bisa sampai klimaks bersama rasanya berkali-kali lipat di banding klimaks sendirian. Jadi laki-laki juga dapat keuntungan bila bisa menahan ejakulasi sejenak demi bisa klimaks bersama pasangan.

3. Fase Orgasme

Fase orgasme ini adalah puncak yang sebelumnya sudah aku singgung. Kondisinya hampir sama dengan laki-laki, perempuan yang mengalami puncak orgasme ini akan mengalami kejang yang disertai dengan rasa ingin buang air kecil. Beberapa penelitian yang meneliti zat dari ejakulasi perempuan menyebutkan bahwa cairan tersebut berasal dari kandung kemih, sehingga di identikan sebagai urin walau warna dan kekentalannya berbeda. Walau demikian, cairan ejakulasi perempuan tidaklah seperti urin murni yang baunya tidak sedap. Oleh sebab itu, untuk para wanita tak perlu menghindari rasa keinginan buang air kecil saat senggama, karena disitulah titik puncaknya. Tak perlu malu, ikuti saja rasa yang hadir dan lepaskanlah..

4. Fase Resolusi

Fase ini adalah fase penurunan ketegangan sesaat setelah ejakulasi. Yang sebelumnya gairah tingkat tinggi, namun fase ini wanita akan merasakan kelegaan dan rasa relax yang sangat nyaman. Fase ini adalah fase yang sangat penting dalam persenggamanaan, karena pada fase ini wanita akan merasakan pengalaman yang sangat personal dan biasanya ekspresi cinta akan dimunculkan. Perempuan akan merasakan betapa rasa cintanya sangat besar pada pasangan dan rasa memiliki yang tinggi. Perasaan ini muncul bukan dengan sendirinya, namun juga didorong oleh munculnya hormon oksitosin atau hormon cinta selepas orgasme. Karena fase ini sangatlah sentimentil, maka bagi pasangan wajib memberikan pelukan hangan dan ciuman romantis pada kening. hal ini berfungsi sebagai bentuk apresiasi pada perempuan yang telah berhasil melalui perjalanan hingga mencapai klimaks.

Bila dilihat dari gambar terlihat sangat simple, tapi faktanya banyak sekali perempuan yang berjuang keras untuk bisa mencapai klimaks terlebih bisa sampai mencapai klimaks kedua dalam satu kali hubungan seksual. Moment perempuan bisa mencapai klimaks merupakan peristiwa yang sangat psikologis. Maka bagi laki-laki yang ingin mencapai kebahagiaan dan kepuasan ranjang bersama dengan pasangan disarankan untuk belajar untuk mengontrol ego dan belajar untuk tidak menuntut untuk dipuaskan, tapi ubahlah mindset untuk saling memuaskan satu sama lain.

“Saat hubungan ranjang beres, tentu itu akan berdampak pula pada hubungan relasi diluar ranjang yang harmonis..”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.