Posts

Karaoke Erotis

Benernya pada postingan malem ini aku sudah menyiapkan satu weekly story tentang lokalisasi Sunan Kuning, tapi saat lagi mau nyari-nyari musik di youtube keluar suggestion video yang bikin penasaran. Begitu dibuka ternyata video itu dari aplikasi karaoke smule yang bikin aku ngakak guling-guling, terheran-heran, dan yang terakhir syoook!!

Jadi postingan kali ini aku mau ngebahas tentang beberapa video smule yang aku temuka di youtube yes..

Smule 1

Smule 1

Di video pertama, ada seorang wanita dengan menggunakan pakaian seperti anduk kimono (may be) dan seorang cowok yang pake kaos biru. Nah diawal-awal video ini, si cewek udah terlihat menggoda dengan sok-sok membenarkan posisi pakaian agar belahan dadanya terlihat lebih jelas, sedangkan diawal si cowo kaget saat mendapatkan temen duwet yang seksi. Awalnya si cowok beberapa kali berdecak kagum, geleng-geleng, menutup kedua mata dan mengucap “Astagfirullah…”. Nah, setelah beberapa lirik lagu bergantian mereka nyanyikan, ada satu hal yang bikin aku ngakak banget yaitu saat si cowok mengalami slip tongue atau awam disebut keceplosan! Nah si cowo itu keceplosan dengan lirik:

“Ku melihat kiri-kanan.. Oh dadanya

Seketika si cowok langsung menutup mulut dan tidak meneruskan bernyanyi. Sampai akhir lagu si cowok tidak melanjutkan bernyanyi, dia hanya fokus pada goyangan si cewek..

 

smule 2

smule 2

Video yang kedua ini menurutku emang rada gak mutuh sih hahaha. Jadi ceritanya di video ini dua cewek sedang pada ajang pamer payudara. Hal yang bikin aku geli adalah si cewek baju polkadot itu sebenernya memiliki dada yang lebih kecil dari pada si cewek kuning, jadi dengan sengaja si cewek polkadot menyumpelkan dua anduk kecil di dadanya agar ukuran payudaranya terlihat sama dengan si cewek kuning, haha..

 

smule 3

smule 3

Video yang ketiga adalah video yang paling bikin aku ngakak guling-guling. Di video ini terlihat ada sepasang penyanyi duet yang kontras banget. Bagaikan air dan api deh, sumpah. Aku gak tau ya si cowok itu habis ngapain sampe dapet temen duet yang hotnya ampun-ampun. Di awal video si cewek itu seperti minta maaf dengan penampilannya dan si cowok beberapa kali mengucapkan istigfar. Aku sengaja meng-capture gambarnya lebih banyak daripada video yang lain, soalnya terlihat disini sebuah dinamika psikologis yang komplit banget. Si cowok ini diawal sangat amat denial dengan apa yang dia lihat, dengan beberapa kali mengelus dada, menutup mata, bahkan sampai dibacain Ayat Kursi segala, tapi semakin lama si cewe bergoyang sambil bernyanyi si cowok mulai terambil fokusnya dan seperti terhipnosis dengan adegan tersebut. Walaupun dia berusaha menutup matanya dengan kopiahnya, tapi matanya tetap fokus di adegan si cewek. Tapi, diakhir duet si cowok tetap mengucapkan istigfar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Hihi

smule 4

smule 4

Video yang keempat ini menurutku video yang paling parah dan gak banget. Untuk video ini reaksiku gak seperti video yang lain. Jadi ini adalah dua video yang berbeda dengan salah satu penyanyi yang sama. Si cewek baju kuning ini di video pertama memang sudah memperlihatkan gerakan erotis dengan mengelus-elus buah dadanya dan sesekali membuka bajunya dengan memperlihatkan bra warna hijaunya. Sedangkan di video yang kedua, si cewek kuning melakukan hal yang lebih lagi yaitu dengan benar-benar memamerkan payudara tanpa tertutup bra.

Sedangkan dari teman duwetnya, aku juga menemukan dua hal yang berbeda. Si cowok pertama berespon hampir serupa dengan cowok-cowok yang aku bahas sebelumnya. Menolak melihat hanya diawalnya saja. Usianya pun terlihat masih remaja. Sedangkan si cowok yang kedua memang tidak memperlihatkan secara jelas wajahnya, tapi dia malah memperlihatkan kemaluannya. Walaupun tidak sefulgar si cewek, tapi beberapa kali si cowok melakukan masturbasi walau masih menggunakan celana dalam.

Lalu apa kesimpulannya dari beberapa video smule yang aku bahas diatas?

Nah kesimpulanya ada beberapa, yaitu:

  1. Pilih-pilih ketika mau duet. Periksa dulu semua rekamannya, profilnya dll, agar gak kejebak seperti si cowok berkopiah. Niatnya mau nyanyi malah baca ayat Kursi kan malah repot haha..

  2. Aplikasi Sing! By Smule kini sudah mulai beralih fungsi. Selain sebagai media karaoke, aplikasi ini juga bisa sebagai media cyber sex atau virtual seks di mana pertemuan dua orang atau lebih terhubung dari jarak jauh melalui jaringan komputer dan internet dengan saling mengirimkan hasrat seksual secara eksplisit baik melalui pesan teks, audio, dan video. Nah kan terlihat dari gaya-gaya erotis beberapa wanita yang udah aku capture sama ada cowok yang malah masturbasi. Sebenernya ada juga loh video smule yang merekam adegan seks sambil menyanyi. Tapi memang sengaja gak aku munculkan.

  3. Yang terakhir adalah seks itu bisa menjadi media hipnosis. Lihatlah beberapa ekspresi cowok yang tercapture sedang fokus melihat tubuh bahenol dan gerakan yang aduhai cewek-cewek tersebut. Jadi hipnosis itu macamnya banyak, gak hanya yang dibuat tidur aja..

Cheers!

Yori Si Mahasiwi Kupu-Kupu

Jujur aja, awalnya aku hanya coba-coba ketika memilih jurusan psikologi untuk kuliah. Dulu aku inget banget, gimana ortu menyuruhku untuk kuliah di fakultas kedokteran bila aku gagal masuk sebuah akademi militer. Entahlah kenapa hingga saat ini kebanyakan orangtua berfikir kalo anaknya menjadi dokter akan membahagiakan mereka dunia dan akhirat haha. Padahal, belum tentu. Ya emang bener sih kebanyakan dokter di Indonesia itu orang yang kaya raya dan punya posisi terhormat di masyarakat, tapi seorang anak yang masuk fakultas kedokteran karena ambisi orangtua hanya akan menjadi bencana di kemudian hari.

Oh ya, demi bisa masuk fakultas kedokteran, aku sampe tiga kali ikut tes masuk di universitas swasta, dan semuanya gagal haha. Gak sampe disitu, ortu juga meyuruhku ikut tes masuk universitas negeri dan gagal karena mamah hanya menulis Rp. 0-, di kolom iuran pembangunan dan karna akunya juga gak niat ngerjain tes hahaha. Sebenernya bolak balik ikut tes kedokteran itu hanya formalitas bagiku, yang penting toh sudah mengikuti permintaan orangtua. Padahal sebenernya dari aku pribadi gak punya keinginan sama sekali menjadi dokter. Selain itu, aku juga sudah punya cadangan di fakultas psikologi yang masuk tanpa jalur tes.

Ketika mengisi form pendaftaran universitas swasta, aku hanya berpikir bahwa psikologi itu cukup menarik untuk pilihan pertama, sedangkan pilihan kedua adalah teknologi informasi. Kenapa milih psikologi untuk pilihan satu, soalnya dari SD aku sudah suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan psikologi, salah satunya seperti buku chicken shoup for children. Sedangkan teknologi informasi di pilihan kedua karena si gebetan waktu itu kuliah di IT haha.

Awalnya emang buta banget setelah lulus mau kerja dimana. Pada zamanku dulu beberapa orang masih belum familiar dengan psikologi. Yang tau lulusan psikologi Cuma bisa jadi tuka tes orang masuk kerja aja. Sungguh pikiran yang sempit. Dari anggapan kaya gitu aku mulai mencari tau sebenernya dunia psikologi itu seluas apa dan sebermanfaat apa untuk orang lain.

Selama kuliah S1, aku memang terkenal dengan mahasiswi kupu-kupu (kuliah-pulang) dan tak aktif di organisasi. Yang ada dikiranku kala itu ikut organisasi kampus itu ribet, apalagi kalo udah liat temen-temen yang kerjaanya rapat mulu hahaha. Ya sorry-sorry kata ya, menurutku itu wasting time. Jadi gak heran kalo di kampus aku haya punya beberapa temen dan tidak terlalu dikenal banyak dosen. It’s no problemo 😀

Nah karena aku gak aktif di kampus, jadinya aku mencari hal-hal yang bisa aku pelajari di luar kampus. Seperti di sementer-semester awal aku pernah gabung komunitas peduli anak jalanan sebagai pengajar, terus di liburan panjang semester aku memberanikan diri untuk magang di sebuah sekolah pendidikan anak berkebutuhan khusus, kerja jadi freelancer sebagai tester di biro psikologi, kerja di sebuah “lembaga pengembangan diri”, selain itu aku juga sudah aktif ikut-ikut seminar pengembangan diri. Semua itu aku lakukan selama aku kuliah.

Sebenernya, diakhir-akhir masa kuliah aku sudah mulai minat dalam hal seksologi dan psikologi kesehatan, namun karena belum dapet kesempatan belajar lebih di bidang itu jadi aku mencari bidang lain dulu yang bisa aku masuki.

Dari beberapa kali menjadi loncat sana lonsat sini, aku mulai bisa mengerti tentang dunia psikologi secara lapangan dan punya wawasan relatif lebih luas dibanding temen-temen yang lain. Dari pengalaman itu juga aku mulai tahu dibidang psikologi apa yang aku senangi, karena bidang psikologi itu banyak ada psikologi organisasi, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, dll. Hingga akhirnya aku memilih untuk menekuni bidang psikologi klinis dewasa, karena aku merasa dunia klinis itu sangat dinamis dan penuh dengan misteri, hahaha.

Jadi sekarang aku bangga bila disebut sebagai mahasiswi kupu-kupu. Bukan soal siklus kuliah-pulang yang aku lakukan, tapi filosofi kupu-kupu yang melekat dalam diriku. Siklus hidup kupu-kupu yang mengalami “suatu proses panjang” untuk menjadi suatu bentuk yang indah.

 

DI(KEBIRI) atau DI(KUBURI)N?

Kasus pelecehan seksual yang berujung pada kekerasan bahkan pembunuhan secara sadis entah kenapa lagi gencar banget di media. Entahlah perasaanku bilang ini hanya permainan atau memang sebenernya kejadian seperti ini menjadi semacam “trend”. Yang bikin aku kaget lagi adanya berita tentang anak SD yang diperkosa 21 pria dalam 2 hari berturut-turut. Buseet dah! Dibalik alasan itu semua memang sebenernya kejahatan seksual itu udah marak banget dari dulu. Tapi dengan kasus Yuyun, akhirnya pemerintah mulai terketuk hatinya untuk concern pada kasus pemerkosaan yang sadis itu.

Beberapa waktu lalu akhirnya Pak Joko mengetuk palu dalam memberikan pemberatan hukuman pada pelaku pemerkosaan dan pelecehan. Selain penambahan masa hukuman penjara, ada hukuman lain yang bikin jadi perdebatan sengit yaitu hukuman kebiri kimia. Aku memang baru mendengar tentang adanya kebiri kimia, setauku aku namanya kebiri itu alat kelaminnya dipotong. Aku tau kata kebiri itu dari cerita temen kalo salah satu mantan pejabat militer di Indonesia mitosnya pernah dikebiri waktu menyusup di negara lain. Tapi aku search di google kaga ada gambarnya hahaha :p

Nah, yang jadi perdebatan adalah kenapa mesti dihukum kebiri kimia? Kenapa gak sekalian aja langsung kebiri potong? Atau langsung dijatohin vonis hukuman mati tanpa menjalani proses panjang?

Menurut aku, tindakan pelecehan seksual hingga perkosaan itu memberikan impact yang sangat amat luar biasa bagi korban maupun masyarakat. Bagi korban sendiri, trauma yang dialami pastinya akan sangat mendalam dan butuh proses sangat panjang. Gak hanya luka batin aja yang akan dirasakan korban sepanjang hidupnya tapi kecenderungan mengalami gangguan jiwa juga sangat besar.

Lalu bagi yang bukan korban, secara tidak sadar mereka juga sudah mengalami suatu pengalaman traumatik tersendiri. Pemberitaan yang gencar tanpa ada pemaknaan positif dari si pembuat berita maupun si pembaca. As i know, orang Indonesia itu masih banyak banget yang kurang dalam ketrampilan pemaknaan. Jadi setiap pemberitaan atau peristiwa yang terjadi seringkali ditelen mentah-mentah tanpa dicerna dulu. Impactnya balik lagi ke anak-anak, orangtua akan semakin parno dan cemas berlebihan sehingga membatasi ruang ekspresi anak-anak. Dampaknya apa ketika ruang ekspresi dibatasin? Ya anak-anak akan jadi lebih mudah terpancing pada hal-hal yang bikin penasaran.

Jadi kesimpulanku, aku lebih cenderung setuju ke hukuman mati karena diliat dari impactnya yang sangat besar dan parah banget. Kalopun hukuman kebiri itu bagi kasus-kasus pelecehan seksual yang didasari oleh gangguan kejiwaan seperti eksibisionis, dll.  Dan pendidikan seksual itu sangat penting banget untuk anak-anak dan remaja dalam mengurangi resiko pelecehan seksual.