Posts

Masturbation

ONANI

Bagi kalian yang udah dewasa, mungkin udah nggak asing lagi ya sama yang namanya onani. Bisa dibilang, onani merupakan suatu kegiatan merangsang diri sendiri untuk bisa menyalurkan hasrat seksual. Seringkali, orang tidak menyebutkan aktivitas seksual tersebut dengan istilah onani, mereka biasanya menggunakan kata ganti lain seperti ngocok, misalnya. Onani itu bisa juga diistilahkan dengan sebutan masturbasi. Maturbasi berasal dari bahasa Yunani yaitu Manus (tangan), stuprate (penyalah gunaan)yang artinya penyalah gunaan tangan atau dalam istilah ilmiah Coitus Interruptus. Sebenarnya, onani tidak hanya dilakukan dengan menggunakan tangan, namun bisa juga menggunakan alat bantu. Selain itu, onani tidak terbatas gender sehingga tidak hanya pria, wanita juga punya perluang besar melakukan onani.

Sejarah Onani

Sama seperti hal lain, onani juga punya sejarahnya sendiri. Sejarah onani ini lebih dominan pada alkitab kristen yang terdapat pada Kejadian 38:6-10. Kisah tentang seorang penmuda bernama Onan yang bingung karena ia diperintah oleh ayahnya yang bernama Yehuda untuk menikahi janda dari almarhum kakaknya. Karena tidak ingin janda tersebut hamil, maka setiap kali berhubungan seksual Onan mengeluarkan spermanya di luar tubuh janda tersebut. Namun, cara tersebut membuah Tuhan murka, dan akhirnya Onan mati.

Selain kisah dari Alkitab, ada pula sejarah tentang onani yang berasal dari Zaman Mesir Purba. Jika di lacak dari kitab-kitab kuno Mesir, konon onani menjadi salah satu ritual beribadah kepada para Dewa Matahari.

Cerita Onani juga bisa dilacak dalam kebudayaan Yunani Kuno. Seorang wanita Yunani bernama Metro, memiliki teman wanita bernama Coritto. Mereka adalah dua sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Di suatu hari Metro bermaksud meminjam dildo, sebuah alat berbentuk alat kelamin laki-laki milik sahabatnya itu. Namun sayang, Coritto telah meminjamkannya pada orang lain. Metro begitu terobsesinya pada dildo, ia menanyakan pada sahabatnya di mana alat itu dibuat dan ia terinspirasi untuk membuatnya sendiri. Kemudian ia mendatangi ahli pembuat dildo dan minta dibuatkan yang sama seperti Coritto.

Pandangan soal Onani

Banyak yang menganggap onani adalah hal yang sangat tabu dibahas. Sehingga tak jarang, ketika ada seorang yang ingin bertanya soal onani saja ia akan merasa sangat cemas karena takut dihakimi.Seperti pada Abad Pertengahan, masturbasi dianggap sebagai kegiatan terlarang bahkan dianggap kelainan. Para filsuf semperti Immanuel Kant menganggap mastubasi adalah akar kebejatan masyarakat. Secara moral, masturbasi dianggap sebagai sebuah penyakit menyeramkan.

Namun saat ini, kegiatan merangsang alat kelamin mulai dipandang dengan perspektif yang lebih liberal. Salah satunya disebabkan dari riset penting yang dilakukan oleh seksolog Alfred Kinsey yang melakukan penelitian mendetail tentang seksualitas manusia di University of Indiana. Menurut penelitiannya, masturbasi tak ada hubunganya dengan gangguan apapun.Dr. Eli Coleman, seorang profesor di Departemen Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, University of Minnesota mendukung penggunaan adanya alat bantu seks untuk membantu seseorang mengenali tubuh dan seksualitasnya. Karena menurutnya, mastubasi adalah bentuk ekspresi seksual yang sehat.

Manfaat Onani

Pergeseran pandangan soal onani yang kini cenderung positif ternyata dimanfaatkan sebagai sebuah bisnis di Jepang. Jepang memang sangat identik dengan industri seksnya, namun ini berbeda. Sebab baru-baru ini “whitehands” menjadi topik hangat karena memberikan jasa bantu onani untuk orang-orang berkebutuhan khusus. Jasa ini ditujukan untuk membantu pelepasan seksual bagi penderita paralisis dan gangguan otot yang tidak dapat bermasturbasi secara normal. Sama seperti orang normal, orang berkebutuhan khusus juga memiliki hasrat seksual yang butuh dilepaskan. Oleh karena iti, jasa ini diadakan demi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dampak Buruk Onani

Walaupun kini sebagian masyarakat menganggap masturbasi adalah hal lumrah dan bahkan sehat, namun pada kenyataanya melakukan masturbasi berlebih ternyata malah dapat memperburuk kesehatan. Banyak kasus ditemukan tentang penis yang lecet dan berdarah serta perempuan yang terlalu sering menggunakan vibrator sampai kulit vaginya terluka. Selain gangguan secara fisik, terlalu banyak onani juga dapat berdampak buruk terhadap sisi psikologis, seperti ketergantungan, cemas, merasa berdosa, bahkan hingga  ejakulasi dini.

Kesimpulan

Bicara soal masturbasi memang tidak bisa digeneralisir untuk semua orang. Setiap orang punya pandangan masing-masing terhadap seksualitasnya. Salah satu hal yang terpenting adalah, keyakinan dalam diri. Jangan sampai keyakinan tertentu soal masturbasi (entah yang pro atau yang kontra) malah menjadikan masalah baru. Jika kamu pro, lakukan lah sewajarnya. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ibaratnya, seseorang yang terlalu banyak minum vitamin C juga malah bisa mengalami kerusakan ginjal. Dan jika kamu kontra, maka yakini saja bahwa itu baik untukmu. Yang terpenting, jangan sampai keyakinanmu itu malah membuatmu bermasalah. Sebab banyak kasus yang seseorang stress karena merasa sangat berdosa besar setelah melakukan masturbasi.

Ingatlah, tubuhmu adalah otoritasmu.

 

Fetishism

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang kerabat yang bercerita padaku tentang perilaku aneh yang dialami oleh saudaranya, sebut saja Z. Perilaku aneh Z tersebut sudah pada taraf mengekhawatirkan keluarga dan meresahkan lingkungan sekitar. Perilaku mencuri dalam wanita saat di jemur membuat Z hampir saja diamuk masa. Kerabatku itu menceritakan bahwa perilaku itu bukan pertama, namun sudah diulang beberapa kali. Kerabatku mengatakan bahwa Z pernah bercerita kalo apa yang dilakukannya itu untuk tujuan suatu ilmu yang bisa menolong orang banyak. Namun itu juga masih belum jelas.

Dari kasus diatas, memang belum bisa dipastikan apakah perilaku Z termasuk pada penyimpangan perilaku seksual atau bukan. Tapi, dari kasus tersebut aku jadi ingin membahas lebih lanjut tentang perilaku seks menyimpang yang berhubungan dengan dalaman wanita hehehe..

Pastinya sudah pada denger donk di berita-berita tentang kriminal yang tertangkap tangan mencuri dalaman wanita? Setelah diselidiki ternyata kriminal itu menyimpan banyak hasil curiannya dan digunakan agar bisa mencapai orgasme. Orgasme bisa mencapai titik klimax tertinggi dengan mencium-cium bahkan menggosok-gosokkan dalaman pada alat kelamin. Bagi mereka itu wajar-wajar saja, namun bagi orang lain akan melihat perilaku tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.

Dalam psikologi, perilaku menyimpang jenis ini disebut dengan Fetishism, yaitu penyimpangan seksual dimana individu melakukan aktivitas-aktivitas seksual yang melibatkan objek tertentu yang bisa merangsang munculnya fantasi seksual dan gairah seksualnya sehingga bisa mencapai orgasme. Sebenarnya fetishism tidak terbatas pada dalaman wanita saja, namun sangat banyak macamnya, misalnya stoking, bra, sepatu, kulit, dll.

Bila ditelusuri lebih dalam, ternyata di Indonesia sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki Fetish pada dalaman wanita. Iseng sih aku cari di google, ternayata ada group FBnya. Namun sayangnya, sudah lama nggak aktif. Mungkin sampai saat ini masih ada, namun terselubung. Dari group itu banyak hal yang bisa dicari tahu. Ternyata ada transaksi jual beli celana dalam juga loh. Bukan celana dalam baru, namun yang bekas pakai dan memang sengaja nggak dicuci. Selain bentuk celana dalam yang seksi, aroma vagina bekas pemakainya juga bisa meningkatkan libido mereka.

Group FB Celdamers

Group FB Celdamers1

Mereka juga pilih-pilih ketika ingin mencuri atau membeli celana dalam. Mereka akan dengan sangat cermat memilih kriteria wanita dari berbagai sisi. Misalya dari bentuk fisiknya, kepribadiannya, bahkan sampai kebiasaan-kebiasaanya. Bagi pencuri celana dalaman, biasanya mereka akan mengobservasi dulu, bisa dengan pura-pura sebagai petugas pengecek PAM, petugas pengantar paket, bahkan sampai pura-pura jadi pengamen. Sedangkan yang hanya pembeli celana dalam, seringnya mereka hanya melihat dari bentuk fisik dari foto yang tersedia.

Jadi sebenarnya, informasi-informasi yang didapat itu membuat mereka seakan sedang bersenggama dengan si pemilik celana dalam. Fantasi tentang wajah, bentuk tubuh, bahkan aroma membuat mereka makin bisa greeengg.

Nggak cuma kripik pedes aja yang punya bebergai level, Fetishism juga ada level-levelnya, lho..

 Level pertama: Pemuja (Desires)

Ini adalah tahap awal dan tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang.

Level kedua : Pecandu (Cravers)

Ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkat awal. Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, secara mental orang ini akan membuat dirinya “amat membutuhkan” barang –barang pemuas seksualnya. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan berpengaruh pada kehidupan seksualnya misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya orgasme.

Level ketiga : Fetishist Tingkat Menengah

Ini termasuk tingkat yang berbahaya, Fetishist akan melakukan apapun demi mendapakan objek yang dia inginkan, bisa dengan cara yang tak lazim seperti mencuri, merampas, bahkan menculik.  Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan bila apa yang diinginkan telah didapatkannya.

Level ke-empat : Fetishist Tingkat Tinggi

Lebih sadis dari level ketiga, pada tingkat ini seseorang tidak akan peduli dengan hal lain di luar fetish-nya. Misal Fetish seseorang adalah dalaman wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu, hanya dalamannya saja. Dan yg lebih parah adalah bila Fetish seseorang adalah objek berupa bagian tubuh, dia hanya membutuhkan bagian tubuh orang itu saja dan tidak peduli dengan orang yg memiliki bagian tubuh itu sendiri. Apapun dilakukan, walau dengan cara sadis sekalipun.

Level kelima : Fetishistic Murderers

Pada tingkat ini memang sudah sangat parah. Seorang fetishme rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan fetish yang diinginkan.

Jika ada kerabat atau bahkan kamu sendiri yang memiliki hal-hal yang mirip dengan apa yang aku tulis, segeralah cari informasi lebih lanjut atau pergi ke psikolog profesional yang bisa membantu. Tenang saja, perilaku menyimpang bisa disembuhkan bila ada kebutuhan untuk merubahnya.

fake taxi

FAKE TAXI

Fake = palsu dan Taxi = taksi

Sekilas bila diartikan kata demi kata, memang kaga ada yang aneh sih sama dua kata diatas itu.  Siapa sih yang nggak tau taksi? Salah satu moda transformasi yang udah ada dari beberapa puluh tahun lalu. Dan semua juga sudah sangat familiar dengan kata palsu, sebuh kata yang memiliki sifat berkebalikan dengan kata asli. Taksi Palsu, berarti bukan taksi beneran, sederhananya begitu.

Tapi sayangnya, fake taxi bukanlah fake taxi dalam arti sesungguhnya. Banyak orang yang masih belom paham apa sebenernya fake taxi. Mereka pikir, itu adalah trend yang wajib diikutin karena alasan kekinian atau biar dianggap up to date dan k e r e n. Ada yang pasang strikernya di motor, ada juga yang sudah berupa kaos dan topi, dan ada juga nih yang memang sengaja memodif mobilnya persis dengan fake taxi. Bahkan ada juga loh di beberapa daerah di Indonesia yang bikin komunitasnya. Walau banyak kegiatan positif yang komunitas tersebut lakukan, namun ya karena penggunaan nama yang kurang pas bisa mengkaburkan hal-hal baik yang sudah dilakukan. Memang ada ungkapan, “apalah arti sebuah nama”, tapi karena nama adalah sebuah identitas, alahkah afdolnya kalo dibarengi dengan pemilihan nama yang baik pula.

FYI, Fake Taxi itu adalah salah satu jenis scene di filem bokep. Adegannya memang sengaja dikondisikan seperti di sebuah taksi. Untuk memudahkan melihat adegan maka dipasang beberapa hidden camera di setiap sudutnya. Pemerannya siapa? Ya penumpang dan sopirnya. Apakah ini real? Offcourse No! karena ini hanyalah settingan belaka. Untuk memenuhi fantasi-fantasi liar penikmat bokep, maka para pemilik PH dengan berbagai cara, salah satunya  menggunakan setting seperti ini. Penggemarnya banyak banget. Begitu disebut fake taxi, sudah banyak orang yang mengidentikkan dengan film bokep.

Banyak yang salah kaprah memaknai Fake Taxi sebagai trend. Sangat disayangkan ketika aku melihat secara langsung beberapa atribut berupa stiker, jaket, topi, dan kaos yang dijual secara bebas. Bisa jadi karena mereka nggak ngerti sebenernya fake taxi itu apa, tapi bisa juga karena trend yang membuat mereka jadi ikut-ikutan pake. Dan parahnya permintaanya bejibuuun. Mulai dari yang mahal sampe yang kelas pinggir jalan juga ada.

Saranku, berhati-hatilah ketika memakai sesuatu yang tertera suatu simbol atau lambang yang nggak terlalu familiar. Cari tau dulu. Kalo udah tau, ya mulai deh dicerna itu memiliki makna yang baik atau enggak. Kalo udah tau jelek dan maksa masih mau make karena gegera trend “bad” ya balik lagi deh ke pilihan.

lukisan perdagangan perempuan di timur tengah

Pelacuran di Timur Tengah

Pastinya semua sudah pada tahu kalo yang namanya zina itu sangat diharamkan untuk umat muslim. Sebagian besar negara muslim melarang adanya perzinahan terlebih yang teroganisir. Namun sayangnya, fakta dilapangan berkata lain. Walau dilarang, namun angka pelecehan sangat tinggi, terlebih pelacuran tetap saja bisa berkembang pesat di negara mayoritas muslim. Berikut ini, beberapa negara dengan angka pelacuran yang tinggi:

ARAB SAUDI

Arab Saudi terkenal dengan Mekah dan Madinah yang terdapat Masjidil Haram dan Masjid Nabawinya. Banyak orang muslim seluruh dunia ingin sekali pergi ke sana untuk beribadah. Selain untuk beribadah, Arab Saudi memiliki magnet yang sangat kuat juga untuk para tenaga kerja asing, contoh realnya Indonesia. Banyak wanita Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi TKW agar hidupnya lebih sejahtera dan bahagia. Namun, sayangnya tak semua harapan menjadi TKW yang sukses itu diraih. Banyak hal yang membuat TKW tidak betah dengan pekerjaan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mendapatkan kekangan, kekerasan bahkan sampai pemerkosaan, hingga membuat mereka melarikan diri dari majikan.

Saat kondisi terdesak itulah, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi mereka dengan memberikan tempat singgah, makanan, dan pakaian. Para mafia yang memanfaatkan kondisi para TKW yang kabur itu pada akhirnya memaksa mereka untuk menjadi pelacur dengan dalih untuk membayar semua fasilitas di tempat singgah yang telah diberikan.

Tentu saja si TKW tidak mempunyai uang buat pengganti. Mereka pun terpaksa menerima ‘paksaan’ dari mafia untuk menjadi pelacur. Pelanggannya kebanyakan para kuli atau tenaga kasar dari Pakistan, Bangladesh, India, dan negara-negara Afrika. Sedangkan, uang jasa pelayanan seks itu hanya 50 riyal untuk lima atau bahkan 10 orang. Tak bisa dielak, pelacuran di Arab Saudi didominasi oleh pelacur dari Indonesia. Karena terlanjur dikenal sebagai pemasok pelacur di Arab Saudi, orang Pakistan, India, dan Bangladesh menganggap semua TKW Indonesia adalah pelacur. Ada anggapan yang menyebar disana bahwa  bagi orang India dan Pakistan, orang Indonesia itu syarmuth (pelacur). Buseet!

TURKI

Sejak akhir abad ke-19, wilayah Turki sudah sangat marak dengan adanya bisnis seks. Pelacuran atau yang sering disebut Fuhus di Turki, berkembang pesat di media 1870an, terutama di kota terbesar di Turki seperti Istanbul. Distrik Beyoglu, layaknya jadi “surga” bisnis seks di Istanbul, setidaknya hingga 2001.

Prostitusi dilegalkan oleh pemerintah Turki saat Turki sudah menjadi negara republik modern pada tahun 1923. Sama seperti negara-negara lain, perdagangan manusia untuk tujuan bisnis seks juga menjadi problematika untuk  pemerintah Turki sendiri. Para pelacur seringkali  diselundupkan ke Turki melalui Turkmenistan, Uzbekistan, Armenia, Moldova, Kyrgyzstan, Belarusia, Bulgaria, Ukraina dan bahkan ada yang dari Indonesia. Mereka tersebar tidak hanya di Istanbul, namun juga di Ankara, Bursa, serta Izmir. Tarif  penjaja seks menawarkan diri tidur dengan bayaran Rp 200 ribu per jam. Setiap hari, para perempuan pemuas nafsu itu bisa melayani hingga 15 lelaki hidung belang.

DUBAI

Prostitusi terselubung juga terjadi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Pelacuran cenderung lebih rapi dalam menyembunyikan perilaku mereka hingga tidak pernah ketahuan oleh polisi syariah. Rata-rata hotel di Dubai biasanya memberikan layanan dengan menyediakan perempuan untuk menemani tamu yang kebanyakan dari Asia. Ketika tamu hotel ingin mengajak bercinta, maka dilakukan di dalam hotel karena pekerja seks dilarang untuk diajak keluar hotel dengan alasan apa pun.

LIBANON

Ibu Kota Beirut di Libanon Utara menjadi negara mayoritas berpenduduk muslim yang mengijinkan pelacuran diawasi hukum. Wilayah merah ini terletak di Kota Jounieh. Banyak bar dan hotel yang berada disana. Untuk bisa membeli seks, para laki-laki hidung belang harus rela membayar sebesar Rp 900 ribu hanya untuk tiga jam. Para pelacur yang bekerja di Libanon kebanyakan berasal dari Ukraina, Rusia, Maroko, dan Republik Dominika. Sedangkan para pria pemburu seks yang datang  rata-rata berusia 50-60 tahun yang beralasan jenuh pada kehidupan rumah tangganya. Ckckckc..

 

halal haram

Hubungan Seks Halal tapi Nggak Aman ?

Pertanyaan diatas kok kayanya terdengar aneh ya? Bukannya segala sesuatu yang Halal itu baik? Sesuatu yang baik itu pastinya juga aman kan ? Tapi coba logikanya dibalik, adakah sesuatu yang halal tapi tidak aman dan sesuatu yang tidak halal malah justru aman ? Bisa jadi ada.

Tulisan aku kali ini ingin share sesuatu konsep berpikir yang baru aja aku temukan di salah satu tulisan sekapur sirih sebuah buku. Buku yang berjudul “Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak” yang di tulis oleh Mantan Mentri Kesehatan Tahun 2009, Endang R. Sedyaningsih.

Diawal, ketika aku melihat buku ini di online-shop aku mengira buku ini hanya menceritakan tentang kisah-kisah pelacur Kramat Tunggak ketika sebelum digusur dan digantikan menjadi Daerah Islamic Centre. Ternyata dugaanku agak meleset, buku ini berisi lebih lengkap dari dugaan awalku. Buku ini berisikan konsep-konsep berpikir baru dalam melihat fenomena pelacuran, HIV/AIDS, dan yang menyertainya.

Aku tidak akan meriview buku dalam postingan ini, aku ingin berbagi tentang konsep yang baru saja aku dapatkan dan membuat aku menjadi lebih membuka pikiran lagi dan lagi. Konsep itu namakan saja konsep Halal-Haram dan Aman-Tidak Aman. Konsep tersebut dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh Irwan Julianto, seorang wartawan senior kompas dalam sekapur sirih yang berjudul “Meretas Stigma PSK sebagai ‘Penular’ HIV/AIDS”.

Secara simpelnya begini,

Halal Haram - Aman Tidak Aman

“Para istri yang melakukan hubngan seks yang halal dengan suami sah mereka ternyata banyak yang tidak aman hanya gara-gara suami mereka tidak melindungi diri (dengan kondom) ketika “jajan” seks komersial. Karena seks Halal yang Tidak aman menjadi relative lebih buruk jika dibandingkan dengan seks yang Haram namun aman, misalnya dilakukan oleh suami “jajan” seks komersial namun sadar infomasi HIV/AIDS, sehingga menggunakan kondom. Dengan demikian ia melindungi istri dan anak-anaknya dari kemungkinan penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS.”

Penjelasan diatas adalah asli (bukan saduran) dari buku yang aku baca. Menurutku, penjelasan diatas sangat masuk akal. Karena apa? Yak karena angka HIV/AIDS kini lebih banyak diderita oleh ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya. Ibu rumah tangga yang melakukan seks dengan “halal” malah terinfeksi, sedangkan wanita pekerja seks dijalanan yang melakukan seks yang “haram” justru terlindungi dari infeksi HIV/AIDS karena sadar dalam penggunaan kondom. Memang tidak semua para ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS karena suami jajan sembarangan bisa jadi sebab lain seperti kasus suami pengguna narkoba. Tapi kenyataanya kesadaran penggunaan kondom masih sangat rendah pada ibu rumah tangga, karena pertama unsur kepercayaan pada suami yang sangat tinggi.

Rasa-rasanya, memang hal itu sangat tidak adil. Mengapa seorang istri yang sudah menjaga diri dan melakukan sesuatu dengan “halal” malah terinfeksi HIV/AIDS. Hal itu tidak terlepas dari budaya dan value yang ada di masyarakat.

Hanya seorang wanita yang dituntut untuk menjaga kesucian hingga waktunya tiba, dengan segala tetek bengek aturannya. Sedangkan laki-laki dimaklumin dan dianggap wajar jika melakukan hubungan seks sebelum menikah baik itu atas dasar suka sama suka atau karena sukanya “jajan”. Bahkan adapula laki-laki beralasan mencari banyak pengalaman seks sebelum menikah demi memuaskan istri di kasur. Shit Mann.

Nggak heran kalau angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia masih dan semakin tinggi. Semua sudah dilakukan, berupa penjangkauan, edukasi seks aman, VCT gratis dll. Namun satu hal yang butuh usaha yang lebih besar, yaitu merubah paradigma tentang male-dominated-society. So, please open your mind.

Lakukan seks dengan aman, perkara halal dan haram itu hanya Anda dan Tuhan yang tahu.

Belajar dari Pelacur

Pernah denger kata passion? Aku sih yakin pasti sebagian besar sudah pernah dengar tentang passion. Bagi yang belum tau, passion itu ibaratnya soul. Suatu yang terus membuatmu bergairah dan ingin terus mencari, menggali dan akhirnya menemukan sebuah bentuk.

Sebuah perjalanan panjang hingga akhirnya memutuskan untuk terjun di dunia pelacuran. Mungkin dipostingan-postingan sebelumnya aku sudah pernah cerita bagaimana aku menemukan jalan hingga akhirnya aku jatuh cinta pada dunia pelacuran. Rasanya memang aneh, i’v never espect that i would made it. Dulu aku tak pernah terpikir sama sekali untuk mendalami dunia itu. Semua aku lakukan dengan mengalir saja.

Banyak yang menganggap dunia pelacuran adalah dunia yang penuh dengan maksiat. Ya anggapan itu memang benar adanya, karena dalam dunia pelacuran itu semua “transaksi” bisa terjadi. Tak hanya transaksi seks, tapi juga ada transaksi narkoba, transaksi penjualan manusia, dan banyak lagi. Tapi kalo kita menyelam lebih dalam lagi, sebenarnya juga ada hal-hal yang bisa kita ambil pelajaran dari dunia pelacuran tersebut. Bukan soal pelajaran tentang bagaimana cara bertransaksi yang aku sebutin tadi, namun pelajaran tentang hidup.

Awalnya aku memiliki cara pandang mainstream ketika berhadapan dengan pelacur, yang menganggap mereka hanya sekumpulan wanita malas yang enggan bekerja keras. Berperilaku buruk, tidak bermoral dan tidak punya masa depan. Ya begitulah, pandangan mainstream yang pernah bersarang di kepalaku. Padahal sebagai calon psikolog sebisa mungkin aku mengurangi judgement. Awalnya sulit, namun seiring waktu mulai terkikis ketika aku berinteraksi lebih banyak dengan pelacur.

Tidak semua pelacur memiliki pola pikir instan sebagai seperti pandangan mainstream. Banyak juga pelacur yang terjebak dan dijebak. Terjebak keadaan yang membuat mereka tak punya pilihan lain. Banyak faktor yang membuat mereka terjebak dalam posisi korban dan sulit untuk keluar, salah satunya faktor pendidikan dan ketidak setaraan gender.

Bulan lalu aku baru saja mengikuti sebuah workshop pendidikan gender untuk mahasiswa. Sebelum mengikuti workshop, panitia memberikan tugas untuk membuat paper tentang ketidak setaraan gender. Aku mulai mencari apa kaitannya ketidak setaraan gender dwngan dunia pelacuran. Mulai dari diskusi dengan beberapa orang dan membaca banyak literatur. Ternyata aku mendapatkan benang merahnya. Ketidak setaraan gender membuat pelacur semakin sulit untuk keluar. Dalam paper itu aku menuliskan contoh sederhana, seperti laki-laki sangat wajar bila mendapatkan label sebagai laki-laki nakal, bahkan akan terlihat tidak wajar bila seorang laki-laki itu tidak nakal, tidak main perempuan, tidak mabuk2an dan tidak berkelahi. Aneh, tapi ya itulah pandangan yang sudah turun temurun terjadi. Sehingga laki-laki nakal penikmat pelacur tak pernah mendapatkan sanksi sosial seperti yang dirasakan pelacur. Padahal menjamur dan berkembangnya bisnis pelacur itu berkat tingginya permintaan, jika permintaan rendah ya bisnis itu tidak akan berkembang.

“Perlunya melihat segala sesuatunya dari berbagai sudut membuatku menjadi perlahan-lahan mengerti bahwa selalu ada sebab akibat dari setiap peristiwa. Pandanganku mulai berubah dan perlahan mulai berpikir untuk mencari jalan keluar dari fenomena yang sudah cukup tua ini. Belajar bisa dari mana saja, bahkan dari seorang pelacur sekalipun” Read more

Aku ingin Kuliah

Siapa sih yang nggak mau kuliah? Aku yakin bahwa banyak diantara kalian yang baru aja lulus SMA/SMK ingin sekali melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bayangan kehidupan kuliah yang menyenangkan dan lebih bebas dari aturan ketat sekolah, seringkali lebih menjadi daya tarik dari pada pilihan jurusan itu sendiri. Ya mungkin tidak semua remaja berpikir seperti itu, tapi sayangnya lebih banyak yang berpikir demikian.

Dibalik berbagai macam alasan remaja ingin melanjutkan kuliah, ada kisah menarik yang pernah aku dengar secara langsung dari seorang pelacur muda. Sebut saja dia Tia, usia 18 tahun asal Kota Tegal yang sudah bekerja selama 1 tahun di lokalisasi Sunan Kuning.

Perawakannya kurus, wajahnya manis namun sayangnya terlihat pucat. Begitulah kesan pertama yang aku tangkap ketika bertemu dengannya. Tia memang terkesan dingin padaku, namun dalam matanya terpancar hasrat ingin meluapkan sesuatu.

Tia bercerita bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah pilihan yang sulit. Tia bukan berasal dari keluarga yang sangat berkeurangan. Ibunya yang bekerja sebagai TKW di Malaysia selalu memberikan kebutuhan secara materi padanya. Kebutuhan materi memang selalu terpenuhi, namun tak dengan kebutuhan cinta. Sebenarnya bukan soal selalu tinggal berjauhan dengan ibunya yang membuat Tia tak merasakan cinta, namun karena kurangnya penghargaan dari ibunya terhadapnya.

Selama sekolah Tia adalah seorang murid yang pintar. Hampir setiap kenaikan kelas ia selalu mendapatkan beasiswa hingga kelulusan. Menjadi anak briliant, pintar mengaji dan selalu berbakti pada orang tua adalah prinsip hidupnya ketika bersekolah dulu. Namun, seiring berjalannya waktu setiap usaha yang dilakukannya tak dihargai oleh ibunya membuat Tia memberontak. Selama ini Tia merasa apa yang dilakukannya tak pernah berarti untuk ibunya.

Tia yang semasa SMA sudah bekerja menjadi SPG mulai mengenal dunia malam. Mulai dari wanita peneman balapan motor trek-trekan, hingga peneman minum bir di salah satu beer kafe di daerahnya. Selain mendapat uang, Tia serasa memiliki tempat yang bisa menjadi pengalih kesedihannya.

Hingga akhirnya Tia lulus SMK, ia memilih untuk tak langsung melanjutkan ke jenjang kuliah. Ia memilih untuk bekerja sebagai pemandu karaoke di lokalisasi. Pikirnya, lebih baik mengumpulkan hasil jerih payah terlebih dulu sebelum melanjutkan kuliah.

Menurutnya, walau kini ia sudah mendapatkan cap sebagai pelacur, namun ia tetap tak ingin mengubur mimpinya untuk bisa kuliah. Ditengah kenyataan banyaknya mahasiswa yang tak menghargai jerih payah orang tua membiayai kuliah, ada sebuah harapan dari seorang pelacur muda yang berusaha keras untuk mengumpulkan pundi-pundi demi kuliahnya kelak.

 

Yori dan Seksologi

Hai.. Hai.. I’m come back setelah hampir seminggu nggak posting tulisan karena (sibuk) liburan, hehe. Sebelumnya aku mau ngucapin, Selamat Hari Lebaran Mohon Maaf Lahir dan Batin..

Sesuai dengan janji yang udah-udah.. Kali ini aku akan cerita tentang gimana aku bisa demen banget ngebahas hal tentang lokalisasi atau prostitusi di blog akuh.. Aku pengen banget share tentang proses aku menemukan kegemaranku mengulik hal yang berkaitan dengan pelacuran, mulai dari awal hingga sekarang.

Nah awalnya, aku gak pernah terpikir loh bisa dengan leluasa keluar masuk lokalisasi seenak jidat kaya sekarang. Boro-boro masuk, tau tempat persisnya aja enggak. Proses aku bisa seperti sekarang itu menurutku nggak terduga dan surprise banget.

Aku memang sudah minat tentang hal yang berbau seksualitas ketika aku S1, saat aku mengambil mata kuliah pendidikan seksualitas. Yang bikin aku tertarik adalah, dalam mata kuliah itu dosen memberikan tantang pada mahasiswa untuk berani menyebutkan nama alat kelamin (baik nama latin maupun sebutan awam). Menurutku itu kelas yang bikin aku takjub! Aku masih ingat salah satu dosen memberikan saran demikian:

“Kalian kalo memang serius memberikan penyuluhan seksualitan ya gak boleh malu nyebut kont0l, memek, dan sebutan-sebutan awam lainnya. Kalo kalian aja malu gimana materinya bisa sampai ke audience, karena audience yang kalian hadapi akan beragam.”

Mulai dari situ aku mulai sangat tertarik mempelajari lebih, gimana bisa hal yang selama ini dianggap tabu olehku bisa menjadi hal yang membuka wawasanku lebih luas lagi. Ketertarikanku pada dunia seksualitas bertambah ketika aku mengikuti sebuah konferensi Asosiasi Seksologi Indonesia ASI tahun 2014 lalu di Surabaya.

Aku tak pernah mengikuti konferensi sebuah asosiasi sebelumnya. Ketika daftar ulang aku melihat sebagian peserta yang ikut adalah dokter-dokter spesialis, dan aku juga menyadari bahwa aku satu-satunya peserta yang paling muda dan satu-satunya yang bukan dokter. Karena hiruk pikuk peserta yang banyak, panitia salah menuliskan gelarku menjadi gelar dokter, haha.

Name tag salah gelar :D

Name tag salah gelar 😀

Di hari-hari pertama mengikuti acara aku agak roaming, karena materi-materi awal membahas materi yang kental dengan istila kedokteran. Tapi, aku tetap stay cool dan beberapa bertanya pada teman di sebelah apa maksudnya. Setiap istirahat aku memberanikan diri berkenalan dengan peserta lain yang sebagain besar dokter spesialis, ada spesialis andrologi, kulit kelamin, psikiater, dll. Salah satunya dr. Agustinus , Androlog kece dari Surabaya.

Hari kedua adalah hari yang aku tunggu, karena ada materi yang dibawakan oleh Prof. Drs. Koentjoro Soeparno, MBSc., PhD. Psikolog yang membahas tentang Male and Female Prostitution in Indonesia. Menurutku ini materi yang paling menarik karena membahas hal yang berkaitan dengan psikologi. Materi yang dibawakan Prof Koent makin bikin aku penasaran apalagi dengan hal prostitusi. Aku inget banget gimana Prof Koent menjelaskan sejarah prostitusi dan perkembangannya. Beliau menjelaskan dengn semangat banget. Auranya keluaar lah pokoknya, hehe.

Foto Bareng dengan Prof Koentjoro (tengah) dan para dokter spesialis

Foto Bareng dengan Prof Koentjoro (tengah) dan para dokter spesialis

Setelah selesai ngasih materi, aku langsung mendekatinya. Awalnya sangat malu tapi aku coba ikut-ikutan nimbrung sama peserta lain yang ngobrol sama Prof Koent. Hingga akhirnya aku mendapatkan kartu namanya dan bisa berfoto bersama. Mulai dari situ aku mencari segala sesuatu yang berkaitan dengannya, dan aku mendapatkan sebuah buku karangan Prof Koent yang berjudul “Tutur dari Sarang Pelacur”. Aku membaca selembar demi selembar hasil riset yang beliau lakukan, hingga aku makin tertarik lagi mempelajari tentang pelacuran. Aku pernah juga sekali main ke rumah Prof Koent di Jogja, tapi karena belum jodoh jadi belum bisa ketemu lagi.

Belajar tentang pelacuran itu gak afdol kalo belum menginjakan kaki ke lokalisasi. Pada saat itu aku baru sebatas ingin dan belum terlalu berani untuk benar-benar mendatangi sebuah lokalisasi. Tapi selang beberapa waktu kemudian, Tuhan memberikan jalan dengan sangat cantik padaku, yaitu saat ada seorang teman yang menawariku untuk bergabung pada project sosialnya di sebuah lokalisasi.  Betapa indah jalan Tuhan..

Mulai dari situ aku banyak belajar tentang pelacuran secara langsung di lokalisasi, terlebih aku pun mendapatkan kesempatan bekerja disitu. Banyak hal baru yang bikin aku takjub, shok, sampe ngelus dada. Disitu tak semua yang orang awam pikirkan terjadi, dan bahkan diluar ekspektasi.

Aku menjadi yakin, bahwa suatu perubahan itu bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah lokalisasi yang dianggap sebagai tempat sampah masyarakat. Jadi, dengan ketertarikan dan minatku terhadap dunia seksologi aku ingin bisa membuat suatu perubahan. Perubahan kecil tapi berdampak besar untuk Indonesia kedepan.

Terimakasih untuk para inspirator yang telah memberikanku inspirasi untuk mendalami hal ini. Semoga kedepan aku dipertemukan dengan pribadi-pribadi hebat lainnya.

Cheers!

 

Karaoke Erotis

Benernya pada postingan malem ini aku sudah menyiapkan satu weekly story tentang lokalisasi Sunan Kuning, tapi saat lagi mau nyari-nyari musik di youtube keluar suggestion video yang bikin penasaran. Begitu dibuka ternyata video itu dari aplikasi karaoke smule yang bikin aku ngakak guling-guling, terheran-heran, dan yang terakhir syoook!!

Jadi postingan kali ini aku mau ngebahas tentang beberapa video smule yang aku temuka di youtube yes..

Smule 1

Smule 1

Di video pertama, ada seorang wanita dengan menggunakan pakaian seperti anduk kimono (may be) dan seorang cowok yang pake kaos biru. Nah diawal-awal video ini, si cewek udah terlihat menggoda dengan sok-sok membenarkan posisi pakaian agar belahan dadanya terlihat lebih jelas, sedangkan diawal si cowo kaget saat mendapatkan temen duwet yang seksi. Awalnya si cowok beberapa kali berdecak kagum, geleng-geleng, menutup kedua mata dan mengucap “Astagfirullah…”. Nah, setelah beberapa lirik lagu bergantian mereka nyanyikan, ada satu hal yang bikin aku ngakak banget yaitu saat si cowok mengalami slip tongue atau awam disebut keceplosan! Nah si cowo itu keceplosan dengan lirik:

“Ku melihat kiri-kanan.. Oh dadanya

Seketika si cowok langsung menutup mulut dan tidak meneruskan bernyanyi. Sampai akhir lagu si cowok tidak melanjutkan bernyanyi, dia hanya fokus pada goyangan si cewek..

 

smule 2

smule 2

Video yang kedua ini menurutku emang rada gak mutuh sih hahaha. Jadi ceritanya di video ini dua cewek sedang pada ajang pamer payudara. Hal yang bikin aku geli adalah si cewek baju polkadot itu sebenernya memiliki dada yang lebih kecil dari pada si cewek kuning, jadi dengan sengaja si cewek polkadot menyumpelkan dua anduk kecil di dadanya agar ukuran payudaranya terlihat sama dengan si cewek kuning, haha..

 

smule 3

smule 3

Video yang ketiga adalah video yang paling bikin aku ngakak guling-guling. Di video ini terlihat ada sepasang penyanyi duet yang kontras banget. Bagaikan air dan api deh, sumpah. Aku gak tau ya si cowok itu habis ngapain sampe dapet temen duet yang hotnya ampun-ampun. Di awal video si cewek itu seperti minta maaf dengan penampilannya dan si cowok beberapa kali mengucapkan istigfar. Aku sengaja meng-capture gambarnya lebih banyak daripada video yang lain, soalnya terlihat disini sebuah dinamika psikologis yang komplit banget. Si cowok ini diawal sangat amat denial dengan apa yang dia lihat, dengan beberapa kali mengelus dada, menutup mata, bahkan sampai dibacain Ayat Kursi segala, tapi semakin lama si cewe bergoyang sambil bernyanyi si cowok mulai terambil fokusnya dan seperti terhipnosis dengan adegan tersebut. Walaupun dia berusaha menutup matanya dengan kopiahnya, tapi matanya tetap fokus di adegan si cewek. Tapi, diakhir duet si cowok tetap mengucapkan istigfar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Hihi

smule 4

smule 4

Video yang keempat ini menurutku video yang paling parah dan gak banget. Untuk video ini reaksiku gak seperti video yang lain. Jadi ini adalah dua video yang berbeda dengan salah satu penyanyi yang sama. Si cewek baju kuning ini di video pertama memang sudah memperlihatkan gerakan erotis dengan mengelus-elus buah dadanya dan sesekali membuka bajunya dengan memperlihatkan bra warna hijaunya. Sedangkan di video yang kedua, si cewek kuning melakukan hal yang lebih lagi yaitu dengan benar-benar memamerkan payudara tanpa tertutup bra.

Sedangkan dari teman duwetnya, aku juga menemukan dua hal yang berbeda. Si cowok pertama berespon hampir serupa dengan cowok-cowok yang aku bahas sebelumnya. Menolak melihat hanya diawalnya saja. Usianya pun terlihat masih remaja. Sedangkan si cowok yang kedua memang tidak memperlihatkan secara jelas wajahnya, tapi dia malah memperlihatkan kemaluannya. Walaupun tidak sefulgar si cewek, tapi beberapa kali si cowok melakukan masturbasi walau masih menggunakan celana dalam.

Lalu apa kesimpulannya dari beberapa video smule yang aku bahas diatas?

Nah kesimpulanya ada beberapa, yaitu:

  1. Pilih-pilih ketika mau duet. Periksa dulu semua rekamannya, profilnya dll, agar gak kejebak seperti si cowok berkopiah. Niatnya mau nyanyi malah baca ayat Kursi kan malah repot haha..

  2. Aplikasi Sing! By Smule kini sudah mulai beralih fungsi. Selain sebagai media karaoke, aplikasi ini juga bisa sebagai media cyber sex atau virtual seks di mana pertemuan dua orang atau lebih terhubung dari jarak jauh melalui jaringan komputer dan internet dengan saling mengirimkan hasrat seksual secara eksplisit baik melalui pesan teks, audio, dan video. Nah kan terlihat dari gaya-gaya erotis beberapa wanita yang udah aku capture sama ada cowok yang malah masturbasi. Sebenernya ada juga loh video smule yang merekam adegan seks sambil menyanyi. Tapi memang sengaja gak aku munculkan.

  3. Yang terakhir adalah seks itu bisa menjadi media hipnosis. Lihatlah beberapa ekspresi cowok yang tercapture sedang fokus melihat tubuh bahenol dan gerakan yang aduhai cewek-cewek tersebut. Jadi hipnosis itu macamnya banyak, gak hanya yang dibuat tidur aja..

Cheers!

Cerita Sejarah Pelacuran Indonesia

Tak dipungkiri bahwa keberadaan pekerja seks memang sudah sangat menyejarah. Hampir setiap peradaban umat manusia tidak pernah absen dari yang namanya sosok seorang wanita penghibur. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa profesi pekerja seks adalah profesi yang sudah sangat tua keberadaanya. Dari zaman Mesir kuno hingga Perang Dunia Ke II selalu terselip kisah tentang kehidupan pelacuran.

Di Indonesia sendiri, keberadaan pelacuran sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dan semakin menjamur hingga datangnya para  penjajah ke Indonesia. Kita semua tau bahwa  keberadaan pelacuran di Indonesia memang sudah terang-terangan mendapat penolakan hampir dari semua golongan, mulai dari golongan berjubah hingga golongan berdasi. Namun, dibalik penolakan tersebut ada fakta sejarah yang menyebutkan bahwa ada yang mengkaitkan Ir. Soekarno, pelacuran dan kemerdekaan Indonesia. Dalam otobiografi menceritakan bahwa beliau pernah memberdayakan pelacur profesional sebagai solusi menyelamatkan gadis-gadis desa dari kebringasan para tentara Jepang.

“Semata-mata sebagai tindakan darurat, demi menjaga para gadis kita, aku bermaksud memanfaatkan para pelacur di daerah ini. Dengan cara ini, orang-orang asing dapat memuaskan keinginannya dan sebaiknya para gadis tidak diganggu,” beber Soekarno.

Selain itu juga dalam perjuangan mencapai kemerdekaan, ternyata Pak Soekarno juga menggunakan tempat pelacuran sebagai tempat rapat kaum pergerakan demi mengelabuhi para Intel Belanda. Dan yang bikin aku kaget, dalam otobiografinya juga diceritakan bahwa beliau juga menggunakan jasa pekerja seks sebagai mata-mata tentara Belanda walaupun pada saat itu banyak yang menentang. Menurut Pak Soekarno, dengan kemampuan merayu para pelacur ini bisa menggali banyak informasi dari orang-orang Belanda yang jadi pelanggannya.

Dari berbagai sejarah terbukti bahwa kegiatan pelacur memberikan andil yang tidak kecil, sehingga tidak mengherankan bila pelacur itu bisa dijadikan sebagai senjata politik bagi mereka yang tak bisa mengontrol birahi. Walau demikian, pelacuran memang masih belum bisa di terima dengan tangan terbuka di Indonesia. Banyak penolakan sana-sini yang menginginkan penutupan semua lokalisasi. Aku pun setuju, bahwa lokalisasi yang tidak diatur dengan semestinya akan menimbulkan masalah sosial baru di masyarakat.

Secara resmi, memang aturan hukum tentang pelacuran di negara kita tercinta ini masih sangat tidak jelas arahnya. Semakin tidak jelasnya pengaturan tentang pelacuran maka munculah pula permasalahan-permasalahan yang semakin kompleks, kususnya permasalahan sosial dan kesehatan. Semakin banyaknya masalah yang timbul dan tiap tahun jumlah pelacur yang semakin meningkat maka pemerintah mulai membentuk badan-badan sosial, salah satunya dengan pendirian pusat resosialisasi. Resosialisasi yang biasa disingkat dengan Resos adalah sebuah sistem kesejahteraan sosial untuk menciptakan keadaan sosial yang lebih baik bagi orang-orang yang mengalami masalah sosial tertentu. Namun sayangnya, pelacur dalam resosialisasi tetap saja mengalami konflik negatif.

Di Indonesia terdapat beberapa pusat resosialisasi, salah satunya yang berada di Semarang yaitu bernama Resos Argorejo. Resos Argorejo berdiri sejak tahun 1966 yang pertama kali disebut sebagai lokalisasi Sri Kuncoro, karena terletak di Jalan Sri Kuncoro. Namun masyarakat sekitar seringkali menyebutnya sebagai lokalisasi Sunan Kuning karena didalamnya juga terdapat petilasan seorang tokoh Tionghoa penyebar agama Islam yang dikenal denagan Sun-Kun-Ing. Lokalisasi ini dulunya sempat ditutup dan beberapa kali berpindah lokasi, sebelum akhirnya menetap di kawasan Kalibanteng Semarang hingga saat ini. Meski SK bukan satu-satunya kawasan lokalisasi di Semarang, namun nama SK-lah yang paling tersohor.