Posts

mimpi

Mimpiku

Setiap orang pastinya punya mimpi. Aku pribadi sangat percaya, mimpi dapat menggerakkan hingga batas maksimalnya. Banyak orang-orang sukses yang punya mimpi tidak masuk akal. Tidak masuk akan bagi orang lain, namun masuk akal bagi mereka. Keyakinan dan kerja keras yang membuat mereka terus melangkah hingga akhirnya mewujudkan mimpi-mimpinya.

Banyak yang bilang, untuk bermimpi saja butuh keberanian. Keberanian untuk membayangkannya, keberanian untuk meyakini, dan satu lagi yang tak kalah penting yaitu keberanian untuk berkomitmen mewujudkannya.

Banyak aku bertemu dengan orang yang menceritakan mimpi-mimpinya dengan berani. Namun ada juga yang membayangkannya saja tidak mampu karena takut. Mungkin dilain kesempatan aku akan menceritakannya, namun di postingan kali ini ijinkan aku untuk membagi apa yang aku impikan selama ini dan ingin kujadikan sebagai tujuan hidup.

***

Aku sangat senang sekali berinteraksi dengan orang baru dan hal yang terkait dengan seksualitas. Lambat laun, aku mulai memahami bahwa  setiap orang, apapun latar belakangnya pasti memiliki kisah hidup yang berbeda yang pastinya tersimpan pelajaran yang berharga. Dari kesenangan itulah, aku sangat ingin bertemu banyak orang dengan cara bisa berkeliling Indonesia.

Semua orang tahu bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki suku dan budaya yang berbeda. Adata istiadat dan pola kehidupan masyarakat antar daerahnya pun otomatis berbeda.  Begitupula pada bidang psikoseksual yang berbeda pada tiap daerahnya. Dan aku sangat ingin mempelajarinya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan rumah tanggaku kelak?

Ya karena aku punya mimpi untuk bisa belajar budaya seks tiap daerah di Indonesia, yang membutuhkan berpindah satu tempat ke tempat yang lain. Otomatis aku mencari pendamping yang bisa fleksibel. Pendamping yang bisa mendukung bahkan bisa terlibat pada apa yang aku kerjakan. Apakah itu mungkin? Sangat mungkin.

Apa yang aku dapatkan dengan berkeliling Indonesia, pastinya tidak aku simpan sendiri. Oleh karena itu, saat ini aku sedang fokus mempelajari bidang kepenulisan. Tujuannya agar apa yang aku dapatkan bisa aku tuliskan dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Awalnya, aku merasa impianku mustahil. Tapi perlahan-lahan, Alam memberi tanda bahwa apa yang aku impikan dapat terwujud bila mulai sekarang aku bekerja keras, fokus dan konsisten.

Tak ada mimpi yang terlalu kecil atau terlalu besar. Bahkan kalo perlu selalu upgrade mimpi-mimpimu. Ada kutipan bagus yang aku dapatkan dari buku Giant Steps yang ditulis oleh Anthony Robbins:

“Pilih tujuan yang paling menggairahkan Anda, sesuatu yang akan membuat Anda bangun lebih awal dan tidur lebih malam.”

 

Aku Bangga dengan “Om Telolet Om” !

Bukan Indonesia kalo nggak bikin sesuatu yang booming sampe seantero dunia. Senang rasanya bisa menikmati akhir tahun dengan trend Om Telolet Om yang membanjiri semua timeline FB, twitter, Instagram, dan  Youtube. Kenapa nggak? Liat aja para Dj bahkan sampai dengan Barack Obama aja tau trend ini. Semua bertanya-tanya dan mencari tahu apa sih “Om Telolet Om”, mulai dari kepo akhirnya mereka berkunjung ke Indonesia untuk tau trend itu, tentunya secara online. Dunia pun mulai tau the secret weapon of Indonesia salah satunya adalah “Om Telolet Om”. Hahaha. Senjata rahasia Indonesia adalah sense of humor yang tinggi dan mampu membuat sesuatu sepele hingga jadi booming. Semua traffick terkait Indonesia dan “Om Telolet Om” pasti tinggi. Bagi yang pintar melihat peluang, trend “Om Telolet Om” akan segera dimanfaatkan untuk mendongkrak bisnis bahkan membuat berbagai bentuk kreatifitas untuk menjaring follower atau subscriber.

Semua pastinya sudah merasa sangat jengah dengan pemberitaan dan arus informasi sosmed yang sangat memuakkan beberapa minggu terakhir ini. Jengah dengan rasisme yang digaung-gaungkan sebagian pihak untuk kepentingan politik. Banyak mengatakan orang lain kafir, padahal sendirinyalah yang khafir karena mendzolimi orang lain. Mereka nggak sadar, kalo mereka udah menggerus persatuan bangsa Indonesia. Selama kita masih berkutat dengan permasalahan agama dan ras, Indonesia akan sulit maju dan bahkan semakin terbelakang.

Sebagai umat mayoritas pun aku merasa sangat terganggu. Orang Indonesia itu masih suka menggenalisir. Apa yang dilakukan si A pasti juga akan dilakukan si B karena kepercayaannya sama. Padahal orang yang berkeyakinan sama belum tentu loh punya pemikiran dan tindakan yang sama. Mungkin karena pelajaran PPKN dihilangkan dan digantikan jadi pelajaran Kewarganegaraan. Mereka tidak belajar untuk bertoleransi dan memiliki tinggang rasa yang tinggi, namun sudah belajar berpolitik tanggung.  Ah sudahlah…

Trend “Om Telolet Om” merupakan suatu fenomena menyegarkan untuk membersihkan timeline dan pemberitaan-pemberitaan. Masyarakat Indonesia juga sudah menunjukkan bahwa bahagia itu sederhana. Ya.. sangat sederhana 🙂

 

Generasi Miskin NASIONALISME

Menjadi warga negara Indonesia, belum tentu mengerti Indonesia. Terdengar ironis, tapi memang kenyataannya demikian. Aku menyadari bahwa hal itu juga terjadi padaku. Dengan embel-embel “generasi muda” tapi  miskin akan jiwa nasionalisme.

Dulu, aku sangat menggebu-gebu untuk bisa berpergian ke luar negeri. Membanggakan negara ini negara itu, ingin ke negara ini negara itu. Ya, intinya sebuah kebanggan tersendiri bisa pergi ke suatu negara dan foto di salah satu iconnya yang terkenal. Sebenernya impian itu tak pernah salah, namun bagiku pribadi ada kesalahan berpikir yang sudah terjadi pada diriku. Aku membanggakan negara lain namun di satu sisi aku tak bangga dengan negaraku sendiri.

Waktu terus berjalan hingga pengalaman-pengalaman membawaku pada suatu pemaknaan yang berbeda. Beberapa orang Indonesia yang sukses di luar negeri ternyata memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Contohnya saja B.J. Habibie. Bagi kalian yang sudah menonton filmnya yang berjudul “Rudy Habibie” kalian akan menyadari bahwa kecintaanya sangat tinggi pada Indonesia. Film itu sebuah tamparan bagi diriku secara pribadi, karena selama ini kebanggaanku terhadap Indonesia sangat rendah. Mungkin terlalu tinggi bila melihat B.J. Habibie sebagai role model kita, kita bisa ambil contoh Pandji Pragiwaksono. Seorang stand up comedian yang bisa melakukan tour dunia dengan lawakannya. Ada salah satu video stand up nya penuh dengan aura nasionalisme.

Intinya, bahwa kesempatan pergi ke luar negeri akan selalu ada bagi kita yang siap. Siap dengan identitas kita. Siap dengan mental kita. Tak melulu orang luar negeri lebih cerdas daripada kita orang Indonesia yang polusi udaranya cukup tinggi. Tak melulu orang luar negeri lebih hebat daripada kita orang Indonesia yang sering makan tahu atau tempe. Ya semua itu hanyalah mentalitas kita saja.

Aku tak kan pernah mengubur impianku untuk bisa pergi ke beberapa negara, karena aku percaya dengan memperluas area jangkauan maka akan luas pula pengetahuanku kelak. Aku pun tak akan menggebu seperti dulu dengan memaksakan diri menulis rencana ke luar negeri yang selalu gagal karena tidak ada action. Kini aku memulainya dengan mencintai negeriku terlebih dahulu. Aku ingin suatu saat nanti bisa berkeliling Indonesia. Bukan hanya untuk traveling semata, tapi juga untuk mengetahui setiap budayanya, yap budaya SEXnya. Karena tiap daerah pasti punya kultur dan tradisi seks yang beraneka ragam. Sungguh pekerjaan yang sangat menyenangkan bila aku bisa mendapatkan kesempatan itu.

Jadikan 17 Agustus bukan hanya sebagai ajang nonton acara upacara bendera di TV aja. Tapi jadikan itu sebagai kebangkitan nasionalisme dalam diri kita. Tak perlu memaksakan belajar tari trasional kalo kamu memang nggak ada bakat disitu. Cukup mencintai negara ini dengan merubah mentalmu, dengan melahirkan kembali budaya senyum, buang sampah di tempatnya, saling menghargai lagi dengan pemeluk agama lain, dll.

Cheers!