cinta dari kamu

Kalo kamu googling buanyaak banget artikel yang bahas gimana caranya membangun cinta yang sehat. Tapi… Semua itu akan kurang maksimal kalau kamu sendiri masih haus akan cinta. Saat seseorang menjalin suatu hubungan dengan landasan ingin dicintai oleh orang lain maka ini akan menjadi suatu bibit munculnya hubungan yang toksik.

Memang sih kita tak pernah bisa selesai dengan segala persoalan hidup yang seringkali membuat kita merasa kecewa dengan diri sendiri, menyesali hal-hal yang pernah kita lakukan atau terlewatkan, dan hal-hal lain yang membuat kita merasa kurang menghargai diri sendiri. Walau demikian, tetap saja porsinya harus lebih rendah dari pada kita bisa menerima diri kita apa adanya.

Sebab, semakin kita mengharapkan seseorang bisa mengisi tangki cinta kita yang sedang kosong, maka kita akan memunculkan perilaku-perilaku yang merusak. Misalnya seperti menjadi takut kehilangan yang ujungnya jadi posesif banget atau bahkan jadi rela bertahan di hubungan yang sudah terjadi kekerasan hanya karena nggak mau merasa sendiri lagi. Ini nggak hanya merugikan pasangan aja lho, tapi yang jelas merugikan diri kita sendiri. Bukan cinta yang kita dapatkan, justru luka dan nestapa.

Cinta itu nggak perlu dicari, tapi di bentuk mulai dari diri sendiri. Mencintai diri sendiri dengan level yg ekologis itu bukan narsistik lho yaa. Ingat bukan N A R S I S T I K!!
Seiring waktu semesta tak akan tinggal diam ketika kamu memperlakukan dirimu dengan terbaik. Semesta akan mengirimkanmu orang yang terbaik yang bisa menambah rasa bahagiaku dalam menjalani hidup.

Kalo kamu menyesal dengan apa yg tdk kamu lakukan di masa lalu, maka lakukanlah perbaikan sekarang. Dan buatlah pilihan-pilihan terbaik untuk kedepannya.

SHARE
Previous articleCinta aja nggak cukup, bray..
Next article2020, jalan menempuh kedaulatan
Avatar
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.