Alhamdulillah, bersyukur banget bisa melewati tahun 2020 ini dengan selamat dan sehat wal’afiat. Kita tahu bahwa tahun ini adalah tahun yang cukup berat untuk hampir kebanyakan orang, tak terkecuali aku pribadi. Bagaimanapun situasi pandemi ini merubah banyak hal. Merubahan bagaimana kita memaknai suatu kejadian atau peristiwa dan bagaimana kita melaluinya dengan tanpa kehilangan diri sendiri. Arah tujuan bisa diubah yang penting nahkoda tak hilang kesadaran.

Yap, tahun 2020 ini aku banyak banget belajar kesadaran mengambil pilihan hidup. Bisa dibilang hidupku cukup berubah drastis di tahun ini. Cara pandangku terhadap hidup, cara pandangku dalam menghadapi risiko yang melekat dan cara pandangku untuk tetap mempercayai Tuhan melalui diriku sendiri.

Ibaratnya, aku melawan arus air yang selama ini aku takuti bisa menenggelamkanku. Lebih tepatnya bukan soal arus air yang aku lawan, tapi soal ketakutanku sendiri akan tenggelam itu yang aku patahkan. Rasanya jantung ini ingin meledak ketika gulungan ombak besar menghantam. Aku selalu khawatir tak bisa muncul kembali ke permukaan ketika tergulung ombak-ombak besar itu. Dan ternyata pikiranku keliru. Ternyata aku bisa tetap muncul ke permukaan walau beberapa kali ombak menerjang. Sempat tersengal karena kehabisan nafas dan tersedak air laut, tapi aku tetap bisa bertahan dan tetap berusaha bisa mengembangkan paru-paru lebih lebar untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya walau mesti merasakan sakit di dada.

Apa yang aku ceritakan di atas hanya sekedar analogi kehidupan biasa. Awalnya aku merasa apa yang aku alami itu luar biasa, tapi sebenarnya itu peristiwa kehidupan yang sebenarnya ya biasa saja. Bumbu ketakutan yang terlalu banyak yang seakan membuatnya itu jadi sesuatu yang luar biasa menakjubkan.

Bagaimanapun, aku bersyukur dengan segala realitas hidup riil yang aku hadapi sekarang. Aku menjadi banyak belajar bahwa bagaimanaku memaknai hidup saat ini bisa berpengaruh pada kehidupan yang akan datang. Aku juga banyak belajar untuk terus berterima kasih atas perjalanan yang terlalu dilalui. Tanpa ada diriku yang berani, jiwaku mungkin masih terjebak kenyamanan semu.

Setiap orang berhak punya pilihan, dan juga berhak untuk memperjuangkan pilihan tersebut. Jadi mari kita hadapi tahun depan dengan penuh keberanian menghadapi tantangan yang datang.

SHARE
Previous articleGimana sih caranya membangun hubungan yang sehat?
Next articleStrategi 2021, bertahan atau menyerang?
Avatar
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.