Udah pada tau kan ya pastinya kalo namanya hidup itu pasti ada risikonya? Beberapa dari kalian mungkin sudah menyadari soal ini jauh-jauh hari, tapi ada juga yang nggak. Itulah kenapa ada orang yang nggak segera action karena takut risiko, padahal diem nggak ngapa-ngapain juga risiko tetep akan datang. Nggak percaya? Oleh karena itu dalam tulisan ini aku pengen cerita soal resiko kita sebagai manusia hahahaha.

Risiko banyak dikaitkan dengan luka, perasaan yang nggak enak dan nggak semua orang mau mengalaminya. Ada ungkapan “no pain, no gain”, “beautiful is pain” dsb. Gampangnya kalo mau dapet sesuatu yang berharga ya kudu mau ngrasain nggak enak dulu, gitu kan ye?

Nah beberapa waktu lalu aku singgah di kantor lama dan aku ketemu salah satu rekan kerjaku dulu. Karena kami udah lama buanget nggak ketemu jadi dia cerita banyak banget soal kejadian-kejadian hidup yang dia alami belakangan. Salah satunya adalah keputusannya untuk memberikan tempat tinggal untuk seorang perempuan muda yang kini berstatus ODHA. Ada beberapa orang terdekatnya yang memberikan respon negatif atas keputusannya yang dinilai sangat berisiko tersebut. Terlebih perempuan muda pernah menjadi pelacur sedari belia, yang tentunya punya perkembangkan seksual yang berbeda dengan perempuan kebanyakan.

Dari situ aku banyak bertanya padanya, kenapa ia berani ambil keputusan yang dinilai orang sangat berisiko. Jawabannya simple, ya namanya hidup itu pasti selalu ada risiko. Ini bukan soal bagaimana menghadapi risiko kedepan yang kemungkinan datang, tapi soal kemauan mengambil tanggung jawab yang diambil.

Apakah beliau berpikir soal gain / keuntungan apa yang ingin didapat kedepannya? Dalam case ini beliau nggak kepikiran sampe ke arah sana saat ku tanya. “Gusti mboten sare”, begitu katanya.

Tentu saja pengambilan risiko seperti ini sangat berbeda dalam pengambilan risiko di dunia transaksional murni seperti bisnis atau saham ya. Dalam hidup kita hanya butuh niat dan tujuan kedepan seperti apa. Soal risiko pasti akan selalu mengikuti apapun bentuknya.

Itulah kenapa ada ilmu yang namanya risk management, risiko tidak untuk dihindari tapi untuk dimanage agar secara lebih konstruktif.

Perihal-perihal ini memang nggak bisa kalo hanya sekedar bacot doank, memang perlu dirasain dan dialamin sendiri. Bagaimanapun hidup yang dalam perjalanannya selalu ada pilihan dan di dalamnya lekat dengan risiko.

Kamu diem di kamar teruuuuusssss dan nggak mau nglakuin apa-apa juga ada risikonya kok. Nggak, percaya??? 😛

 

 

SHARE
Previous articleKemarahan juga Perlu Dirayakan
Next articleManusia In[s]tan
Avatar
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.