Kerasa nggak sih kalian para pengguna sosmed kalo kini media yang tujuan awalnya buat happy-happy tapi justru jadi salah satu sumber ketidakbahagiaan dalam kehidupan kita bersosial? Rasanya hampir semua orang gampang banget buat menghujat orang lain, walau nggak semuanya ya. Lebih-lebih, ada hasil riset suatu lembaga yang memaparkan kalau netizen Indonesia itu kurang punya attitude yang baik dalam berinternet huhuhu, sedih banget deh.

Tentu saja pola kaya gini nggak muncul dengan tiba-tiba ya, sebab setiap perubahan zaman juga akan diikuti dengan perubahan pola perilaku kita bersosial dengan orang lain pula. Di zaman ini semua orang terhubung melalui jaringan internet. Keterhubungan secara daring kini menjadi kebutuhan primer yang rasa-rasanya tak bisa lagi dihilangkan. Seperti awal tahun 2020 sampai dengan sekarang misalnya, ketika Negara Api menyerang (Covid-19) yang membuat kita tak bisa berinteraksi secara langsung seperti sebelumnya, sehingga hanya dengan internetlah satu-satunya jalan agar kita tetap bisa berkomunikasi dengan cara yang berbeda.

Selain pola komunikasi yang berubah, keinginan kita untuk bisa terlihat juga jadi lebih besar daripada di era-era sebelumnya. Coba deh inget-iget, dulu untuk bicara di depan camera aja kita masih banyak yang malu-malu, tapi sekarang semua orang seperti ingin bicara di depan kamera sehingga mendapatkan respon. Yap, sekarang kita seperti haus akan respon orang lain atau validasi orang lain. Nggak heran, ketika kita sedang belajar sesuatu kita pengen cepet-cepet nge-share di sosmed biar dapet tanggapan dari orang lain.

Bagus sih sebenernya, tapi sayangnya nggak semua respon orang itu mendukung proses belajar kita. Namanya proses belajar itu kan pasti melalui yang namanya kesalahan, nggak mungkin orang baru aja belajar udah langsung pinter. Seperti intan, kita butuh dipoles berulang kali hingga kemilaunya terlihat. Jadi wajar jika butuh waktu dalam prosesnya dan nggak instan.

Jadi saat kita sedang mulai berkarya maka jangan takut untuk melakukan kesalahan atau hasil yang masih jelek. Nggak papa kok salah dan nggak papa juga kalo hasilnya masih jelek. Kalo kata Pandji Pragiwaksono,

“Banyak orang takut untuk berkarya, karena cemooh orang lain atau netizen. Padahal masih di tahap baru mulai. Mulai dulu aja baru bikin yang lebih baik. Kalo kita baru berkarir atau berkarya pasti jelek dulu dan orang akan mencemooh. Tapi biarin aja, karena orang-orang itu hidupnya terlalu instan untuk memahami apa pentingnya proses. Yang penting lu tau, lu masih dalam perjalanan lu belum barang jadi..”

Nampol banget nggak sih? Hahahahaha.. Yap, untuk menjadi manusia intan kita nggak bisa instan! Nggak perlu terus dengerin apa kata orang, just trust your process!!

SHARE
Previous articleHigh Risk, High Gain
Next articlePersonal Responsibility
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.