youtube.com

HHahahahahaha… sumpah kocak banget!! 🤣🤣
Sorry-sorry, ini serius ketika lagi nulis ini aku juga ngakak-ngakak sendiri sih kek gajelas gitu. Ya gimana nggak geli ya, soalnya semenjak TikTok ngeHype hampir semua hiburan yang bikin fresh itu aku dapet dari TikTok. Pengen banget sebenernya ikut masuk ke crowd tapi masih belum nemu gaya yang asix haha.

Btw, aku pengen bahas soal konten TikTok viral yang sesuai dengan judul tulisan ini “Aku masih kecil suka sama yang Om Om” 😂
Nah konten ini menurutku nggak cuma sekedar bikin ketawa karena suara penyanyi aja, tapi aku juga melihat fenomena seorang wanita muda mencintai pria yang usianya jauh belahasan atau puluhan tahun diatasnya. Btw aku nggak membahas soal sugar baby dan sugar dady ya, tapi relasi yang sudah masuk ke jenjang pernikahan.

Nah di konten TikTok itu banyak banget yang share mereka (ciwi-ciwi) itu yang memang beneran nikah gitu sama Om-Om bahkan ada yang seusia bapaknya. Apakah memilih pasangan yang usianya jauh banget itu keliru? Oh jelas tidak! Menurutku ini bagian dari preferensi. Tapi nggak asik kalo hanya dibahas dari sisi opini pribadi aja, maka agar keafdolannya terjamin aku akan bahas juga dengan hasil penelitian yang telah ada sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah, secara prosentase memang lebih banyak perempuan memiliki pasangan yang relatif lebih tua. Usia masih menjadi salah satu tolak ukur kenapa wanita lebih tertarik dengan pria yang lebih tua. Perbedaan usia 3-5 tahun mungkin masih dianggap wajar, namun jika gap usianya sangat jauh seperti belasan bahkan puluhan tahun maka ini menjadi suatu fenomena yang menarik untuk dibahas.

Mengapa Perempuan Tertarik Pada Pria yang Usianya Jauh Lebih Tua?

Penilaian sosial merupakan salah satu alasan mengapa ada beberapa wanita yang memilih menjalin hubungan dengan pria yang usianya jauh lebih tua. Pria yang lebih tua secara tak langsung menampakkan atribut sosial yang lebih kuat dibandingkan pria muda. Atribut sosial yang dimaksud seperti kekuasaan, finansial yang sangat mapan, kepemilikan property, dsb. Secara nggak langsung kekuasaan dan status menampilkan suatu garansi yang lebih pasti untuk wanita muda yang mendekatinya. Selain soal status, ternyata ada hal lain yang mendasari seorang wanita muda nggak terlalu mempersoalkan rentang usia yang terlampau jauh pada pria idamannya.

Skentelbery dan Fowler yang meneliti tentang AGR (Age Gap Relation) melakukan penelitian secara landasan psikologis lain. Dalam hubungan AGR, jika benar seorang wanita mengharapkan adanya figur ayah dalam hubungan yang sedang dijalani maka diasumsikan ada problem terkait dengan pengasuhan yang selama ini dirasakan. Hal ini tak bisa dipisahkan dengan teori kelekatan. Berdasarkan teori kelekatan, hubungan seseorang ketika dewasa mencerminkan cara mereka diperlakukan oleh pengasuh (orang tua) mereka ketika kecil. Seorang wanita yang membutuhkan keamanan figur ayah dari orang lain maka diasumsikan ia tidak mendapatkan perlindungan atau keamanan yang baik dari ayahnya sendiri, sehingga hal ini terlihat dalam mencari kekosongan tersebut dari sosok pria yang lebih tua.

Disisi lain, penulis buku The Social Psychology of Attarction and Romantic Relationships, Prof Madeleine Fugure mengatakan ada bukti ilmiah lain tentang hubungan yang demikian. Tak hanya wanita muda saja yang tertarik pada pria lebih tua, namun juga sebaliknya hal ini terjadi pada pria tua yang tertarik pada wanita muda. Bila menggunakan pendekatan evolusioner, maka pria tua akan memastikan bahwa calon pasangannya subur yang berhubungan dengan keturunan, sedangkan perempuan memastikan pasangannya memiliki sumber daya agar keturunannya bisa hidup dengan baik. Pasangan lebih tua lebih mungkin memberikan stabilitas soal sumberdaya dan memiliki tingkat kedewasaan yang lebih matang, yang jelas banyak disukai oleh wanita.

Maka, bisa dikatakan fenomena seperti ini sebenarnya nggak bisa dianggap sebagai suatu trend semata. Tentu saja tak semua wanita memiliki preferensi yang demikian ya, namun secara pasti bahwa kestabilan secara sumberdaya dan psikologis seorang pria menjadi suatu pertimbangan sendiri untuk dijadikan sebagai pasangan dalam hubungan jangka panjang.

Apakah kamu salah satunya? Kasih alasanmu di kolom komentar ya !😉

 

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/fulfillment-any-age/201706/why-do-some-women-date-much-older-men
SHARE
Previous articleYang Susah Bukan Berarti Salah
Next articleBudak Cinta
celotehyori
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.