cuckold

Hai sis bro semua, apa kabar? Semoga dalam kondisi sehat wal afiat ya.. Gimanapun kita masih dalam masa berjuang untuk tetap beradaptasi di tengah pandemi yang tak tahu sampai kapan ujungnya.

Perubahan kondisi ini sedikit banyak juga merubah kondisi dalam kehidupan rumah tangga, salah satunya Work From Home. Ternyata banyak pasangan yang justru semakin sering berkonflik dikarenakan intensitas bertemu meningkat. Hal yang dulu tidak pernah jadi masalah, kini bisa jadi masalah yang bikin saling diem-dieman. Bahkan selama pandemi ini tingkat perceraian di beberapa daerah meningkat tajam.

Nah berkebalikan dengan hal tersebut, ternyata di masa pandemi seperti ini juga berdampak pada persoalan ranjang. Intensitas pertemuan yang sering ternyata membuat kuantitas hubungan ranjang juga meningkat lho. Hal ini sudah banyak diberitakan bahwa jumlah kehamilan juga meningkat. Mungkin karena nggak tau apa yang mesti dilakukan lagi jadi daripada gabut mending ML aja kali ya hehe..

Ternyata peningkatan aktivitas ranjang ini tidak selalu membawa dampak yang positif bagi kedua belah pihak. Kuantitas yang tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas akan berdampak pada kejenuhan. Salah satu akibat dari kejenuhan bercinta ialah munculnya keinginan untuk merealisasikan fantasi seks, salah satunya ialah cuckold.

Bagi yang belum familiar dengan cuckold, tentu akan bingung. Banyak yang menyamakan cuckold dan dengan threesome, padahal dua hal tidak sama. Cuckold yaitu aktivitas menonton atau melihat baik secara langsung atau tidak langsung pasangan sedang berhubungan dengan orang lain dengan tujuan untuk membangkitkan gairah seksual.

Apa itu Cuckold

Kata cuckold sendiri berasal dari bukung cuckoo yang punya perilaku menaruh telurnya di sarang burung lain. Ada yang bilang burung cuckoo ini burung yang licik, sebab burung yang dititipi telurnya tidak sadar sedang menetaskan dan memelihara anak burung cuckoo. Lebih lanjut kata cuckold pertama kali digunakan pada abad pertengahan untuk menggambarkan suami dari istri yang tidak setia dan tidak menyadari bahwa istrinya telah berselingkuh dan hamil.

Dalam istilah psikologis, fantasi cuckold ini disebut dengan troilisme yaitu orang yang terangsang melihat pasangannya berhubungan seks dengan orang lain. Secara statistik lebih banyak pria yang memiliki fantasi ini dibanding dengan wanita. Kenapa ya bisa begitu? Menurut Lehmiller seorang seksolog yang telah meneliti tentang cuckold, mengatakan bahwa secara perspektif evolusi, pemikiran seorang pria senang melihat istrinya digauli oleh pria lain adalah berlawanan dengan intuisi. Secara historis, pria telah berusaha untuk menghindari cuckolded atau mendapati istri mereka dihamili oleh pria lain. Hal tersebut tentu saja tidak hanya membatasi kemampuan pria untuk menyebarkan benih mereka, tetapi juga memaksa mereka untuk mengeluarkan sumber daya yang langka untuk membesarkan anak orang lain.

Baca juga: Threesomes

David Ley seorang psikolog dan penulis buku Insatiable Wives, menjelaskan bahwa banyak pria yang ia temui hanya menganggap pria lain menginginkan istri mereka. Mereka berpikir, bahwa wanita yang dimilikinya begitu seksi dan diinginkan oleh banyak pria, hal ini mencerminkan sebagai simbol kekuatan pria. Menampilkan dan berbagi istri seksi merupakan simbol status bagi pria.

Meskipun demikian, fantasi cuckolf mungkin memiliki faktor-faktor yang terlibat tidak sama antar individu. Norma sosial dan budaya kemungkinan besar berperan dalam membentuk fantasi ini juga. Memang tren pencarian internet mengungkapkan bahwa minat terhadap pornografi sedang meningkat. Internet telah berperan penting dalam menyediakan validasi pornograf dan saluran seksual bagi pria dengan fantasi cuckold. Berdasarkan beberapa bacaan bahwa fantasi cuckold tampaknya menjadi hasarat seksual pria normatif. Tapi apakah setiap fantasi pria harus direalisasi?

Terdapat berbagai alasan mengapa beberapa orang menikmati cuckolding sebagai fetish atau konsesual non-monogami (CNM). Beberapa orang akan mulai melirik cuckolding sebagai cara untuk melawan kebosanan dan dianggap sebagai alternatif variasi seksual yang dapat memperkuat hubungan, terutama mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang apa yang disukai oleh pasangannya.

Bagi yang lain, kecemburuan yang dirasakan saat melihat pasangannya dengan orang lain menambah elemen menarik dalam hubungan mereka dan dapat menambah dimensi baru dalam kehidupan seks. Tentu saja cuckolding dapat memicu kecemburuan seksual. Pikiran bahwa pasangan bersama orang lain mungkin cukup membangkitkan gairah untuk bisa semakin bersemangat dalam bercinta dengan pasangan. Cuckolding bisa menyenangkan kearena ini tentang melihat kepuasan seksual atau pemberdayaan dari pasangan anda menjadi bergairah, hal ini didefinisikan sebagai “compersion“.

Cuckolding adalah cara yang bagus untuk memperkuat komunikasi dalam suatu hubungan, karena membutuhkan kejujuran dari kedua pasangan tentang apa yang mereka nikmati, apa yang mereka sukai dan apa batasan mereka jika merasa cemburu atau tidak nyaman. Pasangan yang telah mencoba cuckolding sering melaporkan bahwa itu memperkuat ikatan di antara mereka, karena mereka dapat saling percaya dan berbicara secara terbuka tentang keinginan mereka.

Baca juga: Apakah BDSM kelainan perilaku seksual?

Cuckolding juga dapat dianggap sebagai bagian dari BDSM. Salah satu aspek BDSM bisa menjadi penghinaan atau humiliation dan pikiran tentang cuckold merasa atau menjadi dipermalukan itu juga bisa mengasyikan. Otak kita memiliki kemampuan untuk mengubah suatu yang merendahkan menjadi sesuatu yang sangat erotis, kata Aoife Drury, psychosexual and relationship therapist.

Dr. Jill McDevitt Sexolog menambahkan, gairah yang datang dari melepaskan kekuasaan dan dipermalukan yang merupakan salah satu bentuk masokisme dapat menjadi bagian dari apa yang membuat cuckolding menyenangkan. Selain suami yang istrinya tidak setia, pasangan yang tidur dengan orang lain bisa menikmati cuckolding karena itu berarti mereka bisa mengalami variasi seksual dengan orang lain dan mereka bisa menunjukan pada pasangannya secara langsung apa yang mereka sukai.

Cuckolding tentu bisa menjadi bagian dari hubungan yang sehat selama ada prinsip keterbukaan yang baik. Sama halnya untuk setiap variasi seksual, bahwa aspek terpenting dari semua aktivitas seksual adalah consent / persetujuan. Penting ketika seorang memiliki kink atau fetish, mereka berkomunikasi secara terbuka dengan semua pihak yang terlibat dan semua orang bahagia.

Cuckold Tidak Disarankan

Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum anda atau pasangan melakukan aktivitas seksual ini. Bagaimanapun variasi seksual ini masuk dalam kategori yang berisiko, sebab melibatkan orang lain di dalamnya. Persetujuan saja tidak menjamin cuckold bisa meningkatkan kepuasan ranjang bagi anda yang masih sulit menerima konsep hubungan konsensual nonmonogamus atau sekarang paling mudahnya open relationship / open marriage. Sebab konsep ini memang konsep yang masih dianggap tidak wajar di negara kita ini.

Tidak perlu memaksakan diri hanya karena tertantang untuk melakukannya. Sadari betul bahwa tak semua fantasi seks itu mesti dilakukan. Terlebih sampai memaksakan pasangan untuk mau melakukannya dengan iming-iming bisa membuat pernikahan semakin bahagia. Pahami betul apa saja risikonya bukan hanya untuk anda tapi juga untuk pasangan dan rumah tangga untuk kedepannya.

 

SHARE
Previous articleSuami Ejakulasi Dini, tapi Kok Istri Yang Disalahin?
Next articleYang Susah Bukan Berarti Salah
celotehyori
Diana Mayorita, yang lebih sering dipanggil dengan YORI. Saat ini berprofesi sebagai psikolog klinis yang concern pada issue seks & relationship. Saat ini juga bersama tim sedang mengembangkan sebuah platform digital untuk memudahkan akses layanan psikologi di Indonesia. Selain itu, juga aktif dalam berbagi edukasi psikologi dan seksologi melalui berbagai media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.